Saya jadi ingat postingan .... kalau tak salah Mas Ghofur. Bahwa Mbah Muhit 
Muzadi adalah yang tak setuju nama LAKPESDAM diganti demi mempertahankan nilai 
sejarah yang dikandung dari kemunculan nama. Nama yang dilahirkan sejarah.

Kalau mengganti nama karena tidak puas, itu namanya salah kaprah ikut-ikut 
oknum menteri yang mengganti SMA menjadi SMU lalu balik lagi ke SMA. Apalah 
yang begituan...

Perbaharui saja semangat pengisian dan pemaknaan dalam berkiprah....
Para raja di Ansor juga... tolong beri orang lain giliran. Masak nunggu 
Malaikat Maut menghentikan jabatan. Lagian, Masak tidak nunut khittah. Wuah, 
piye iki, Sedulur.




________________________________
From: priyo susilo <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, August 19, 2009 1:34:10 PM
Subject: Re: [kmnu2000] [HALAQAH PRA MUKTAMAR] Keberadaan Organisasi Mahasiswa 
NU Kembali Dibincang

Sebaiknya bagi para pemuda baik itu IPNU, PMII dan
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) mendukung seluruh apa yang di
gariskan oleh PB NU dengan sami'na wa atho'na tanpa harus diakui
keberadaannya.
Apa arti sebuah pengakuan jika tidak diikuti dengan adab dan tata krama yang
menyejukkan, bukankah cukup Yang Maha Tahu saja yang membalasnya....

Salam
2009/8/19 Abdul GhOfuR <[email protected]>

> HALAQAH PRA MUKTAMAR
> Keberadaan Organisasi Mahasiswa NU Kembali Dibincang
> Selasa, 18 Agustus 2009 19:37
>
> Jakarta, NU Online
> Menjelang digelarnya muktamar ke-32 NU, keberadaan organisasi mahasiswa
> yang
> secara langsung berada dibawah struktur PBNU kembali dibincangkan dalam
> halaqah pra muktamar yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (18/8).
>
> Terdapat dua pandangan besar diantara peserta halaqah, ada yang
> menginginkan
> dibentuknya organisasi mahasiswa baru, sedangkan pendapat kedua
> berkeinginan
> untuk memaksimalkan organisasi yang saat ini sudah ada, yaitu IPNU, PMII
> dan
> Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU).
>
> Kelompok yang setuju pendirian organisasi mahasiswa baru berpendapat,
> organisasi ini penting untuk merawat dan mengembangkan jaringan mahasiswa
> dengan ideologi ahlusunnah wal jamaah yang saat ini menghadapi tantangan
> kelompok wahabi.
>
> Keberadaan PMII dan IPNU dianggap kurang mampu mewadahi karena PMII sudah
> dinilai semakin jauh dari ajaran NU, sedangkan IPNU kurang diterima
> dikalangan mahasiswa karena diperuntukkan untuk segmen pelajar sekolah
> menengah, yaitu kalangan SMP-SMA atau Tsanawiyah dan Aliyah.
>
> Sementara itu, kelompok yang tidak setuju berpendapat keberadaan PMII, IPNU
> dan KMNU sudah cukup mewakili kebutuhan mahasiswa yang berkultur NU. IPNU
> bisa mengembangkan jaringannya dikalangan mahasiswa dengan toleransi usia
> keanggotaan sampai 30 tahun, yang ini sudah mencerminkan usia mahasiswa.
>
> Persoalannya memang para persepsi bahwa istilah “Pelajar” yang melekat pada
> IPNU hanya cocok untuk siswa sekolah menengah, padahal istilah itu bisa
> juga
> dipakai untuk semua jenjang tingkat pendidikan, seperti Persatuan Pelajar
> Indonesia (PPI) yang ada di luar negeri, yang isinya meliputi mahasiswa
> sampai tingkat doktoral.
>
> Dalam sebuah kasus yang terungkap di Jawa Tengah, seorang aktifis mahasiswa
> yang pulang kampung kembali masuk ke IPNU, karena ini satu-satunya
> organisasi yang ada untuk bergabung, meskipun semasa menjadi mahasiswa, ia
> masuk organisasi mahasiswa.
>
> Perubahan pandangan PMII semakin jauh dari kultur NU juga ditentang oleh
> mantan ketua PMII Malik Haramain karena PMII saat ini memang sedang
> membangun segmen baru di kampus umum yang memiliki kultur berbeda dengan
> NU,
> tetapi mereka setuju dengan nilai-nilai ahlusunnah wal jamaah. “Tak benar
> PMII semakin jauh dari NU, semakin tua orangnya semakin NU, buktinya ada
> Pak
> Masdar, Ibu Khofifah dan lainnya, semuanya aktifis NU,” jelasnya.
>
> Baginya, yang paling penting adalah biarlah ketiga organisasi mahasiswa
> berkultur NU ini bersaing di kampus, nanti pasarlah yang menentukan siapa
> yang paling banyak memberi manfaat bagi mahasiswa, itulah yang nanti akan
> berkembang.
>
> Keberadaan KMNU sendiri merupakan upaya mahasiswa di sejumlah perguruan
> tinggi umum untuk melawan organisasi mahasiswa Islam garis keras. Mereka
> memiliki segmen yang berbeda dengan PMII. Meskipun ada keinginan untuk
> menjadi badan otonom NU, tetapi keinginan ini tampaknya harus ditunggu
> karena keberadaannya masih belum meluas. Pengurus NU setempat diharapkan
> mampu memfasilitasi organisasi ini, meskipun secara struktural belum ada di
> AD/ART.
>
> Para penentang juga berpendapat, organisasi baru berpotensi menimbulkan
> konflik karena perebutan sumberdaya finansial untuk membiayai kegiatan
> organisasi, toh selama ini kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi
> mahasiswa berkultur NU tak jauh beda.
>
> Margareth, ketua umum IPPNU mengeluhkan, tidak jelasnya posisi IPPNU
> sebagai
> organisasi bagi pelajar sekolah menengah atau mencakup mahasiswa
> menyebabkan
> posisinya mengambang dan menjadi korban. Banyak mahasiswi yang tidak mau
> terlibat karena dianggap hanya cocok untuk pelajar sekolah menengah saja.
> (mkf)
>
>
>
> ------------------------------------
>
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir
> dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
> harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> [email protected]
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke