Assalamu Alaikum Wa al Rohmah Wa al-Barokah Kalau saya sih sangat sepakat sekali ketika terjadi perselisihan diantara umat, pemerintahlah yang menjadi penengah, termasuk keputusan masuknya bulan Romadlon, Syawal serta Dzulhijjah.
Tatapi yang saya herankan, ketika pemerintah cawe-cawe yakni ikut campur masalah jiblab, pornografi dan lain2, para isliber dengan sombongnya menolak dengan berbagai macam argumen, akan tetapi ketika pemerintah ikut campur menetapkan 1 Romadlon kok tanggapannya sedikit berbeda/lain. Barangkali para isliber mulai mendapat hidayah di bulan yang penuh rohmat ini, aaaaamin Wassalam Ibnu Zahid Abdo el-Moeid ----- Original Message ----- From: latifabdul777 To: [email protected] Sent: Friday, August 21, 2009 8:12 AM Subject: [kmnu2000] Re: Berpuasa Mengikuti Ketetapan Pemerintah Saya sependapat bahwa umat Islam seharusnyalah mentaati Ulil Amri, tanpa mentaati Ulil Amri, dan kelihatan umat Islam bersatu.Bersatu kita kuat, bercerai kita lemah.(Seabagai anjuran dan bukan paksaan,semua golongan2 berhak menentukan kapan mulai berpuasa sesuai dgn keyakinan beragamanya. itu lah yang dimaksud negara demokrasi) Seharusnya setiap Firqoh2 Islam merujuk kpd Al quran,kalau terjadi perbedaan, ALLAH memperingatkan umat islam wajib mentaai Ulil Amri.QS.4:59, QS 4:83. Taatilah ALLAh dan rasul(agama) dan taatilah Ulil Amri.(pemerintahan) Golongan mana saja yg menjadi ulil Amri, sebaiknya mengikuti kapan Mulai berpuasa dan kapan berakir puasa. Kalau semua setuju dgn perintah ALLAH diatas itu, alangkan indahnya umat Islam Indonesia. Wassalam --- In [email protected], "Abdul GhOfuR" <abdulghof...@...> wrote: > > Kata Nabi: "Ashshawm yawma tashuumuun, wal-fithr yawma tufthiruun, wal-adhha > yawma tudhaahhun". Puasa (Ramadhan) dijalankan pada hari masyarakat > berpuasa, Idul Fitri dilaksanakan pada hari masyarakat berlebaran, dan Idhul > Adhha dirayakan di hari masyarakat berqurban. > > Demikian perintah Nabi kita, Muhammad SAW. Umat Islam hendaknya melaksanakan > puasa Ramadhan, Idul Fitri, dan Idhul Adha bersama2. Ketika Pemerintah > mengumumkan puasa Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, maka tidak dibenarkan > segelintir ulama mengumumkan Ramadhan jatuh pada hari yang lain. > > Apapun keputusan pemerintah mengenai awal Ramadhan, mari kita ikuti. Jangan > hiraukan fatwa-fatwa yang berseberangan. > [Non-text portions of this message have been removed]
