Assalamu'alaikum wr.wb.
Bismilahirahmanirrahiim
<b>"Kami berikan mereka Al Quran dengan terperinci,(fully detaied) dengan ilmu 
pengetahuan(knowledge), bimbingan (guidance), dan rahmat (Mercy) untuk semua 
manusia bagi orang2 yang beriman?.Qs.7:52

Al Quran adalah kitab yang sempurna (Quran 6:38), tepat (Quran 18:1-2) and 
terperinci mana yang halal dan mana yang haram (Quran 6:114),penuh keadilan dan 
kebenaran dan tidak ada keraguan raguan lagi bagi orang2 yang beriman.</b>

Sebuah pertanyaan kepada peserta diskusi di KMNU2000 yang berbahagia dan juga 
sebuah Renungan bagi kita semua apakah yangkita lakukan ini sudah sesuai dgn 
perintah ALLAH swt dan sunnah rasulullah saw.

Sebagai seorang muslim yang benar dan jujur harus komit dgn menjalankan 
perintah2 ALLAH dan sunnah Rasul.Begitu bukan?

Dalam pencarian Rahasia2 ALLAH dalam al quran, saya tidak menemukan perintah 
shalat"Tarawih", yang ada hanya perintah; shalat 5 kali sehari, shalat jummat 
dan shalat tengah malam yaitu Tahajjud.

Kalau ALLAH tidak memerintahkan kepada RasulNya,apakah Rasul berani menambah 
nambah shalat atau syariat Islam? Apakah selain dari ALLAH membuat peraturan2 
apakah nabi2 diizinkan membuat syariat agama?

Saya juga menemukan peringatan ALLAH kpd Rasul agar Rasul jangan mencoba coba 
membuat peraturan2 agama Islam atas nama ALLAH, ALLAH mengancam Rasul seperti 
ayat dibawah ini;

"Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, 
Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar 
Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari 
kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu." QS.69:40-47

Kalau ada hadits yang menjelaskan bahwa Rasul mengerjakan shalat tarawih, 
artinya hadits itu bertentangan dgn ayat diatas, juga artinya Rasul sudah 
melawan peringatan ALLAH diatas itu, apakah mungkin Rasul melawan peringatan 
ALLAH diatas itu?

Alasan ketiga yang saya temukan adalah; bahwa Khalifah Umar memerintahkan 
seorang muslim yang berlama lama berdoa di mesdjid, supaya keluar untuk bekerja 
mencari nafkah untuk keluarga kamu.
Jelas sekali umat Islam dilarang berlama lama di mesdjid untuk berdoa kepada 
ALLAH...atau berulang ulang beberap kali meminta kpd ALLAH. Apakah tidak cukup 
5 kali sehari meminta pertongan kpd ALLAH ,sedangkan ALLAH itu Maha Tahu,Maha 
Mendengar dan Maha Bijaksana.Perintah Khalifah Umra ini sejalan dgn perintah 
ALLAH QS.62:10; 

"Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan 
carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung". 

Alasan keempat adalah berdoa atau meminta kepada ALLAH berulang2 sampai 11 
rakaat, 23 rakaat dan bahkan ada 39 rakaat. Apakah demikian cara meminta ampun 
atau meminta rezeki dll kpd ALLAH? Seolah olah ALLAH tidak mendengar kalau 
hanya 1 kali saja bermohon.

Kalau kita contohkan kdp seorang guru atau orang tua, kalau anak2nya ingin 
meminta sesuatu kepada guru atau orang tua, cukup satu kali saja, paling banyak 
2 kali untuk mengingatkan guru kalau2 lupa, tapi kalau si anak meminta2 sampai 
11 kali, pasti orang tua dan guru akan memarahi si anak itu, terlalu 
cerewet....Bagaimana pendapat anda? Apakah ada dalil yang kuat, dimana saya 
belum menemukannya?

Apakah kemungkinan shalat tarawih ini adalah ciptaan atau rekayasa ulama2 
setelah Rasulullah saw wafat, dan kemudian menjadi sebuah budaya Arab yang 
dijalankan ratusan tahun.

Rasulullah saw diturunkan ke bumi salah satu TUGASnya adalah untuk merobah 
budaya2 nenek moyang orang2 arab,diantaranya; adalah budaya syrik, budaya 
banyak istri, budaya perbudakan,budaya merendahakn wanita,budaya minum 
alkohol/tarak dan mengadu binatang dll

Untuk merobah budaya arab itu tidaklahmudah,bahkan Rasul mendapat caci makian, 
dan bahkan perkelahian dan peperangan.
Kalaulah shalat Tarawih ini bukan perintah dari ALLAH, tapi sudah menjadi 
budaya ratusan tahun setelah Rasul wafat, maka tidak mudah merobahnya, dan akan 
banyak mendapat tantangan2.

<b>Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah 
Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk 
mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu 
ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".QS 27:19.

Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar 
dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan 
saling berpesan itu) adalah golongan kanan. QS 90:17-18</b>

Wasalamu'alaikum wrwb
Selamat menjalankan latihan berpuasa.



Kirim email ke