Assalamu alaikum wr wb.
Hanya Allah yang mengetahui hal sebenarnya.

Keberatan-keberatan terhadap salat tarawih memang sudah ada sejak dahulu.

1) Nabi undur diri dari solat malam-malam Romadon... karena khawatir menjadi 
diwajibkan.
2) Hadits riwayat ibu Aisyah bahwa Nabi tidak solat malam, baik didalam bulan 
Romadon maupun diluar Romadon kecuali dengan 11 atau 13 rokaat.
Tapi sayang, dengan hadist dari Ibu Aisyah ada segolongan orang berfikir kalau 
jumlah rokaat tarawih adalah 11 atau 13 rokaat DITAMBAHKAN kepada solat malam.

3) Madzhab Imam Ja'far meniadakan solat tarawih.

Timbulnya solat tarawih disebabkan kronologis berikut:
1) Nabi pernah mengadakan aktifitas individu di malam bulan Romadlon DILUAR 
SALAT TAHAJUD; setelah banyak sahabat yang mengikuti, kemudian Nabi menyudahi, 
tidak pernah keluar lagi, sampai akhir hayat. Konon, karena khawatir diwajibkan.

2) Akibat pengalaman di atas, individu-individu di kalangan sahabat tetap 
melanjutkan perbuatan solat malam Romadlon... Ketika kala itu suasana menjadi 
semakin meriah... tapi sendiri-sendiri, Khalifah Umar menyatukan mereka 
dibelakang satu orang pembaca (Imam)... dan mereka melakukan 21 atau 23 rakaat

3) Berikutnya dengan Fatwa Imam Syafii, jumlah 21 atau 23 rakaat diambil 
sebagai salat tarawih dengan hukumnya tidak wajib.

Pendapat saya:
1) Untuk kalangan pekerja industri, pada satu sisi, solat tarawih ini 
merepotkan dan mengurangi produktifitas. Sehingga bagi buruh pabrik solat 
tarawih lebih baik jangan dipaksakan.

2) Untuk kalangan pekerja tetap pada jam siang, solat tarawih ini bermanfaat 
untuk melakukan temu intensif untuk saling menasehati dengan kebaikan dan 
menambah ilmu; Untuk lebih meningkatkan silaturahmi sesama penduduk. Jadi 
kebaikan psikologi dan sosiologinya ada juga.

3) Untuk citra umum. Ada 2 kesan yang indah. Kesan pertama: kemudahan Islam 
dengan adanya kebolehan solat tarawih atau tidak; sehingga yang pergi ke Pabrik 
sore hari tidak terbebani. Kesan kedua: sebagian segmen masyarakat yang lain, 
pergi ke tarawih untuk menuntut ridlo Allah, silaturahmi, olahraga dengan gerak 
badan melalui memperbanyak rokaat dan satu lagi Gema Kebersamaan yang begitu 
indah dan mempesona.

Cara saya memaknakan Alquran:
1) Fully detailed: Terperinci, saya maknakan, jangan ditambahkan dengan yang 
lain.
    Tepat: saya maknakan, tidak memerlukan penambahan untuk memperjelas
Artinya: cukup dengan apa yang ada dari Alquran saja untuk sebuah yang bernilai 
HITAM ATAU PUTIH DAN MEREPOTKAN (baca: kewajiban). Yang tidak ada dari Alquran 
adalah rahmat dan kemudahan. Karena begitu, yang tidak ada dari Alquran jangan 
dinilai hitam dan putih. Mauh pake, silahkan; tapi jangan merasa lebih baik 
dari yang tidak memakai. Mau tidak pake, silahkan; tapi jangan menyalahkan yang 
memakai. Dan sesuaikan dengan peluang-peluangnya.

Contoh lain TAHLILAN
Saya berpendapat, MESKI TIDAK ADA DARI ALQURAN, tetapi nilai-nilai kebaikan 
psikologi dan sosiologinya nyata. Gema kerukunan, rasa kepedulian, empati yang 
digaungkan begitu indah dan bermakna. Nilai keilmuan juga, seperti pada acara 
tahlilan yang diselingi tujuh menit nasehat, begitu indah dirasakan oleh batin 
yang memerlukan.

Kita tahu sendiri kan, orang lelaki dewasa itu jarang mengaji/ menuntut ilmu, 
mereka sibuk bekerja. Dengan ada tahlilan diperkaya taushiyah, mereka menjadi 
mendapat ilmu. Namun sayang, ada sebagian pimpinan tahlilan yang tidak 
memanfaatkan hikmah ini.

Wallahu a'lam.



________________________________
From: latifabdul777 <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, August 23, 2009 7:47:13 PM
Subject: [kmnu2000] Renungan H-2;KENAPA KITA UMAT MUSLIM MENLAKUKAN SHALAT 
TARAWIH?

  
Assalamu'alaikum wr.wb.
Bismilahirahmanirra hiim
<b>"Kami berikan mereka Al Quran dengan terperinci,( fully detaied) dengan ilmu 
pengetahuan( knowledge) , bimbingan (guidance), dan rahmat (Mercy) untuk semua 
manusia bagi orang2 yang beriman?.Qs. 7:52

Al Quran adalah kitab yang sempurna (Quran 6:38), tepat (Quran 18:1-2) and 
terperinci mana yang halal dan mana yang haram (Quran 6:114),penuh keadilan dan 
kebenaran dan tidak ada keraguan raguan lagi bagi orang2 yang beriman.</b>

Sebuah pertanyaan kepada peserta diskusi di KMNU2000 yang berbahagia dan juga 
sebuah Renungan bagi kita semua apakah yangkita lakukan ini sudah sesuai dgn 
perintah ALLAH swt dan sunnah rasulullah saw.

Sebagai seorang muslim yang benar dan jujur harus komit dgn menjalankan 
perintah2 ALLAH dan sunnah Rasul.Begitu bukan?

Dalam pencarian Rahasia2 ALLAH dalam al quran, saya tidak menemukan perintah 
shalat"Tarawih" , yang ada hanya perintah; shalat 5 kali sehari, shalat jummat 
dan shalat tengah malam yaitu Tahajjud.

Kalau ALLAH tidak memerintahkan kepada RasulNya,apakah Rasul berani menambah 
nambah shalat atau syariat Islam? Apakah selain dari ALLAH membuat peraturan2 
apakah nabi2 diizinkan membuat syariat agama?

Saya juga menemukan peringatan ALLAH kpd Rasul agar Rasul jangan mencoba coba 
membuat peraturan2 agama Islam atas nama ALLAH, ALLAH mengancam Rasul seperti 
ayat dibawah ini;

"Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, 
Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar 
Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari 
kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu." QS.69:40-47

Kalau ada hadits yang menjelaskan bahwa Rasul mengerjakan shalat tarawih, 
artinya hadits itu bertentangan dgn ayat diatas, juga artinya Rasul sudah 
melawan peringatan ALLAH diatas itu, apakah mungkin Rasul melawan peringatan 
ALLAH diatas itu?

Alasan ketiga yang saya temukan adalah; bahwa Khalifah Umar memerintahkan 
seorang muslim yang berlama lama berdoa di mesdjid, supaya keluar untuk bekerja 
mencari nafkah untuk keluarga kamu.
Jelas sekali umat Islam dilarang berlama lama di mesdjid untuk berdoa kepada 
ALLAH...atau berulang ulang beberap kali meminta kpd ALLAH. Apakah tidak cukup 
5 kali sehari meminta pertongan kpd ALLAH ,sedangkan ALLAH itu Maha Tahu,Maha 
Mendengar dan Maha Bijaksana.Perintah Khalifah Umra ini sejalan dgn perintah 
ALLAH QS.62:10; 

"Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan 
carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung". 

Alasan keempat adalah berdoa atau meminta kepada ALLAH berulang2 sampai 11 
rakaat, 23 rakaat dan bahkan ada 39 rakaat. Apakah demikian cara meminta ampun 
atau meminta rezeki dll kpd ALLAH? Seolah olah ALLAH tidak mendengar kalau 
hanya 1 kali saja bermohon.

Kalau kita contohkan kdp seorang guru atau orang tua, kalau anak2nya ingin 
meminta sesuatu kepada guru atau orang tua, cukup satu kali saja, paling banyak 
2 kali untuk mengingatkan guru kalau2 lupa, tapi kalau si anak meminta2 sampai 
11 kali, pasti orang tua dan guru akan memarahi si anak itu, terlalu 
cerewet....Bagaiman a pendapat anda? Apakah ada dalil yang kuat, dimana saya 
belum menemukannya?

Apakah kemungkinan shalat tarawih ini adalah ciptaan atau rekayasa ulama2 
setelah Rasulullah saw wafat, dan kemudian menjadi sebuah budaya Arab yang 
dijalankan ratusan tahun.

Rasulullah saw diturunkan ke bumi salah satu TUGASnya adalah untuk merobah 
budaya2 nenek moyang orang2 arab,diantaranya; adalah budaya syrik, budaya 
banyak istri, budaya perbudakan,budaya merendahakn wanita,budaya minum 
alkohol/tarak dan mengadu binatang dll

Untuk merobah budaya arab itu tidaklahmudah, bahkan Rasul mendapat caci makian, 
dan bahkan perkelahian dan peperangan.
Kalaulah shalat Tarawih ini bukan perintah dari ALLAH, tapi sudah menjadi 
budaya ratusan tahun setelah Rasul wafat, maka tidak mudah merobahnya, dan akan 
banyak mendapat tantangan2.

<b>Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah 
Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk 
mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu 
ke dalam golongan hamba-hamba- Mu yang saleh".QS 27:19.

Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar 
dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan 
saling berpesan itu) adalah golongan kanan. QS 90:17-18</b>

Wasalamu'alaikum wrwb
Selamat menjalankan latihan berpuasa.





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke