dari milist sebelah:
Buntut Artikel Yang Gegerkan Israel, Wartawan Swedia Diancam Dibunuh

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/buntut-artikel-yang-gegerkan-israel-wartawan-swedia-diancam-dibunuh.htm

Selasa, 25/08/2009 11:36 WIB Cetak |  Kirim 
Wartawan lepas surat kabar Swedia yang menulis tentang tentara Israel yang 
menculik warga Palestina untuk diambil organ tubuhnya menerima ancaman akan 
dibunuh terkait artikel yang ditulisnya itu.
Donald Bostrom yang menulis untuk surat kabar Aftonbladet pada CNN Stockholm 
mengungkapkan bahwa ia menerima sebuah email yang berisi ancaman "Kaum Nazi 
harus mati dan Anda akan jadi korban selanjutnya, kami akan mengintai Anda di 
luar, Anda-lah yang akan jadi berita selanjutnya. Sampai bertemu di luar."
Menurut Bostrom, ia menulis artikel itu sebagai reaksi atas terbongkarnya 
sindikat kejahatan penyelundupan organ tubuh manusia di New Jersey. Ia ingin 
kasus-kasus klaim penculikan organ tubuh yang sudah merebak sejak tahun 1990-an 
dan masih berlangsung hingga sekarang, diselidiki.
Artikel Bostrom membuat geger Israel. Para pejabat Israel berang dan mendesak 
pemerintah Swedia mengecam artikel tersebut. Dubes Israel di Tel Aviv, Fredrik 
Reinfeldt menilai artikel yang ditulis Bostrom adalah artikel yang mengagetkan 
bagi publik Swedia dan Israel. Tapi ia menolak untuk mengecam tulisan Bostrom 
dengan alasan negaranya menghormati kebebasan pers.
Sementara itu, dalam wawancara dengan stasiun televisi Iran, Press TV, Bostrom 
mengungkapkan bahwa artikelnya yang berjudul "They Plunder the Organs of Our 
Sons" berdasarkan pada hasil riset yang dilakukannya dan pengakuan sejumlah 
keluarga Palestina yang kehilangan kerabatnya pada era tahun 1992, saat pecah 
perlawanan Intifada.
Bostrom membantah bahwa artikel itu menuduh tentara Israel yang melakukan 
pencurian organ tubuh manusia, karena ia hanya mengutip pernyataan dari 
keluarga-keluarga dan para ibu di Palestina yang menduga bahkan yakin bahwa ada 
pihak yang mengambil organ tubuh kerabatnya yang tewas di tangan Israel.
Dalam artikelnya, Bostrom mengangkat kasus Bilal Ahmed Ghanem, pemuda Palestina 
berusia 19 tahun yang tewas ditembak tentara Israel di desa Imatin, Tepi Barat 
pada tahun 1992. Bostrom yang menyaksikan sendiri insiden penembakan itu 
mengatakan, bahwa jasad Ghamen dibawa oleh tentara Israel dan dikembalikan ke 
keluarganya pada tengah malam beberapa hari kemudian. Ketika dikembalikan, di 
jasad Ghanem terlihat sebentuk luka bekas potongan dari perut sampai leher yang 
dijahit kembali.
Ibu Bilal, bernama Sadija pada Bostrom mengatakan, tentara-tentara Israel 
seharusnya bisa menangkap anaknya dan tidak menembaknya. Menurut Sadija, 
tentara Israel minta uang sekitar 1.300 dollar sebagai tebusan jasad anaknya. 
Dan ketika sang ibu menanyakan mengapa terdapat sayatan dari perut hingga leher 
pada jasad anaknya, tentara-tentara Israel hanya mengatakan bahwa mereka 
melakukan autopsi terhadap jenazah Bilal. Tapi Sadija yakin bahwa 
tentara-tentara Israel sudah mengambil organ tubuh anaknya.
Bostrom berargumen bahwa alasan autopsi tentara Israel tidak masuk akal karena 
autopsi hanya dilakukan jika penyebab kematian tidak jelas. Dalam kasus Bilal, 
kata Bostrom, penyebabnya jelas bahwa Bilal meninggal karena ditembak tentara 
Israel.
Setelah kasus Bilal, sedikitnya 20 keluarga Palestina mengungkapkan pada 
Bostrom bahwa mereka mencurigai militer Israel telah mengambil organ tubuh 
kerabat mereka yang tewas oleh tentara-tentara Zionis. Dalam wawancara dengan 
Press TV, Bostrom juga mengatakan bahwa ia sudah pernah mengangkat kasus ini 
dalam bukunya yang terbit tahun 2001 berjudul "The conflict between Israel and 
Palestine" dan tidak ada reaksi dari pemerintah Isra



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke