PEMBAJAKAN KITAB SIRAJUT THALIBIN
Darul Kutub Ganti Nama Pengarang Hanya Gara-gara Email Gelap
Senin, 14 September 2009 14:02

Beirut, */NU Online
/*Penerbit Darul Kutub Al-Ilmiyah Beirut, Lebanon, menyatakan, 
penggantian nama Syekh Ihsan bin Dahlan, Jampes Kediri, hanya didasarkan 
pada email gelap dari seseorang berkebangsaan Arab yang menyatakan bahwa 
pengarang kitab /Sirajut Thalibin /yang sebenarnya adalah Syekh Ahmad 
bin Zaini Dahlan.

Hal ini disampikan langsung oleh Direktur Darul Kutub Al-Ilmiyah Mohamed 
Ali Baydoun menyusul permintaan maaf yang disampikannya secara lisan 
kepada Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon dan 
secara resmi kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jum'at (11/9) 
kemarin.

Ketika didatangi PCINU, tampaknya Ali Baydoun sudah menyiapkan jawaban. 
Dirinya mengaku sudah mendapat informasi adanya kesalahan yang dilakukan 
/Darul Kutub/ sejak 21 Agustus 2009 yang lalu.

Menurut Ketua PCINU Lebanon Muhammad Zainal Aziz, Ali Baydoun menyatakan 
bahwa sekitar 10 tahun silam, ketika cetakan /Sirajut Thalibin/ masih 
menyantumkan nama Seikh Ihsan Jampes, seseorang yang tidak diketahui 
identitasnya secara jelas telah mengirim email kepada pihak darul kutub 
bahwa penulis sejati kitab /Sirajut Thalibin/ adalah Seikh Ahmad Zaini 
bin Dahlan Al-Hasani Al Hasyimi Al-Makki.

"Ali Baydoun tidak mampu menjelaskan secara jelas dan tegas mengapa 
informasi dari sekedar email tersebut langsung menjadi keputusan Darul 
Kutub Ilmiyah untuk mengubah nama penulis, tanpa konfirmasi, studi 
ataupun crosschek," kata Zainal Aziz.

Ketika pihak PCINU mendesak Ali Baydoun untuk mendapatkan informasi 
lebih lanjut mengenai identitas pengirim email tersebut, Ali Baydoun 
menyatakan sudah tidak ingat lagi karena peristiwa itu sudah berlangsung 
lama. "Namun yang jelas ia adalah orang Arab," kata Ali Baydoun seperti 
dikutip Zainal Aziz.

"Kami sebenarnya ingin menelisik lebih jauh tentang keteledoran mereka 
yang tidak crosscheck dulu kepada pengirim email tersebut, namun karena 
tampak Ali Baydoun ingin segera menyelesaikan masalah ini dan juga kami 
tidak ingin pertemuan pertama ini bertensi tinggi sehingga justru tidak 
membuahkan hasil apapun, maka untuk sementara 'kisah' pengirim email 
tersebut kami biarkan tetap misteri," kata Zainal Aziz. (nam)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke