Obama Minta Dunia Bersatu
By Republika Newsroom
Kamis, 24 September 2009 pukul 05:17:00
aljazeera.net
NEW YORK--Presiden Amerika Barack Obama mengatakan, dunia harus menghadapi
berbagai tantangan besar, dan bahwa Amerika tidak mampu menghadapinya sendiri.
Dalam pidatonya yang pertama di depan Majelis Umum PBB, dia mengatakan,
berbagai permasalahan global itu termasuk proliferasi nuklir, perang, perubahan
iklim dan krisis ekonomi.
Tetapi dunia memiliki "masa depan yang sama", kata Obama, dan semua bangsa
memikul tanggung jawab untuk menyelesaikan berbagai masalah dunia.
Setelah Presiden Obama, pemimpin Libia Muammar Gaddafi mendapat gilirang
berpidato yang isinya mengecam negara-negara besar dalam Dewan Keamanan PBB.
Pidato Gaddafi itu, yang disampaikan selama lebih dari satu jam, juga merupakan
pidatonya yang pertama di depan Majelis Umum PBB selama 40 tahun dia berkuasa.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, yang sebelumnya mengatakan dia tidak percaya
Holokaus terjadi, akan berpidato hari Rabu waktu New York.
Israel menyerukan agar pidato Ahmadinejad diboikot, sementara para anggota
delegasi dari Jerman mengatakan mereka akan melakukan aksi walk out, keluar
dari ruangan, bila Ahmadinejad mengulangi lagi klaimnya.
Bertindak bersama
Dalam pidato pertamnya di depan forum para pemimpin lebih dari 120 negara,
Obama mengakui bahwa berbagai harapan yang mengiringinya sebagai presiden
"bukan mengenai saya".
Dia mengatakan, ketika dirinya mulai menjabat, "banyak orang di seluruh dunia
memandang Amerika dengan penuh sangsi dan rasa tidak percaya".
Dia menambahkan, sebagian disebabkan oleh "kesalahan persepsi", tetapi ini juga
disebabkan oleh "penentangan terhadap sejumlah kebijakan tertentu".
Tetapi Obama mengatakan "tidak ada peraturan dunia yang meninggikan satu bangsa
diatas bangsa lainnya yang dapat berhasil dalam menangani berbagai persoalan
dunia.
"Mereka yang dulu mengecam Amerika karena bertindak sendiri di dunia sekarang
tidak boleh hanya menunggu agar Amerika menyelesaikan berbagai persoalan dunia
sendirian," katanya.
"Kita harus membangun koalisi-koalisi baru yang menjembatani perbedaan..
Seluruh negara memiliki hak dan tanggung jawab, itulah kesepakatan yang membuat
koalisi berhasil."
Presiden Obama juga memberi proporsi besar pidatonya untuk membicarakan
berbagai tantangan dalam menemukan penyelesaian damai di Timur Tengah, dan dia
menyerukan agar dimulai lagi "perundingan tanpa prasyarat".
Wartawan BBC urusan diplomatik Jonathan Marcus mengatakan, Obama menggunakan
pidato pertamanya di hadapan Majelis Umum untuk mengisyaratkan bahwa Amerika
Serikat kembali menjadi bagian dari dunia di panggung internasional.
Dewan Teror
Ketika berpidato setelah Presiden Obama, Presiden Libia Muammar Gaddafi
mengecam keras struktur kekuatan PBB saat ini, yang dia sebut sebagai
ketinggalan zaman dan tidak adil, karena kekuasaan tidak rata.
Sambil memegang salinan mukadimah Piagam PBB, dia mengatakan: "Dalam pembukaan
ini dikatakan bahwa semua bangsa memiliki hak yang sama walaupun negara itu
kecil atau besar. Apakah kita semua sama dalam hak memiliki kursi permanen
Dewan Keamanan? Tidak, kita tidak sama. Apakah kita semua memiliki hak veto?"
Kemudian, Gaddafi mengatakan demokrasi seharusnya bukan menjadi barang mewah
bagi negara kaya atau negara yang lebih kuat.
"Semua negara harus memiliki hak yang sama. Bagi mereka yang memiliki posisi
permanen Dewan Keamanan, sistim ini merupakan sistim feodal politik. Dewan ini
seharusnya bukan bernama Dewan Keamanan, tetapi Dewan Teror."
Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon membuka sidang umum PBB ini pada hari Rabu
dengan mengatakan kepada para pemimpin yang hadir bahwa "Sekarang adalah
waktunya untuk mengembalikan persatuan ke dalam PBB". bbc/ahi
[Non-text portions of this message have been removed]