http://www.eramuslim.com/berita/dunia/erdogan-kembali-guncang-sidang-pbb.htm

Erdogan Kembali "Guncang" Sidang PBBRabu, 30/09/2009 17:07 WIB Cetak |  Kirim 
Sosok
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan kian hari kian menjadi
pujaan dan "pahlawan" sekaligus simbol kebangkitan baru atas dunia
Muslim, sekaligus simbol perlawanan yang cerdas (bukan perlawanan
konyol dan bodoh ala Arab) di hadapan dunia Barat.
Sabtu (28/9) kemarin, Erdogan kembali memberikan kejutan bagi dunia.
Di hadapan majlis sidang PBB di New York, Erdogan memberikan pidato
sambutan yang mengguncang terkait perdamaian di Timur Tengah dan isu
nuklir di kawasan.
Dalam pidatonya, Erdogan mengkritik sikap tak adil dan standar ganda
yang diterapkan oleh negara-negara Barat terkait permasalahan nuklir.
Di satu sisi, negara-negara Barat kini tengah berusaha sekuat tenaga
untuk mengganjal langkah Iran yang tengah mengembangkan teknologi
nuklir damai--yang kian hari kian berkembang pesat, namun di sisi yang
lain, negara-negara Barat juga mendiamkan Israel yang memiliki senjata
nuklir.
"Saya sudah bertemu dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, dan
berbincang-bincang dengan beliau, termasuk isu nuklir negeri itu.
Presiden Ahmadinejad menegaskan, negaranya sama sekali tidak berniat
untuk mengembangkan senjata nuklir," terang Erdogan membela Iran.
Ditambahkan oleh Erdogan, dirinya sangat menentang keberadaan senjata nuklir di 
Timur Tengah, dan di seluruh belahan dunia.
"Kami tentu berpegang teguh kepada kesepakatan dunia yang menentang
adanya senjata nuklir di kawasan Timur Tengah, dan juga di seluruh
dunia. Tetapi, di kawasan itu ada satu negara yang memiliki ratusan
rudal berhulu ledak nuklir. Negara itu adalah Israel," terang Erdogan.
Terang saja, para peserta sidang majlis PBB itu pun tersontak dengan
pernyataan Erdogan. Sebagaimana maklum diketahui, pembicaraan mengenai
"kepemilikan Israel atas senjata nuklir" adalah hal yang tabu untuk
dibicarakan di majlis-majlis internasional seperti PBB.
"Israel bahkan telah nyata-nyata di hadapan dunia menggunakan
senjata posphorus untuk menyerang Gaza. Apa ini? Ini adalah senjata
pemusnah massal yang berhasil membunuh 1400 perempuan dan anak-anak,
serta melukai lebih dari 5000 jiwa."
Selain menyinggung kejahatan perang Israel atas Gaza, Erdogan juga
menyinggung kehancuran bangsa, negara, dan peradaban di Irak akibat
perang yang dilancarkan Amerika pada 2003 silam atas negeri 1001 malam
itu.
"Lihat juga di Irak. Negeri yang memiliki peradaban tua dan tinggi
itu kini hancur. Lalu, apakah kehancuran itu juga diharapkan terjadi
pada Iran?"
Pernyataan-pernyataan Erdogan di atas tentu sangat mengejutkan
banyak pihak. Bukan sekedar karena sosok Erdogan yang berlatar belakang
Islami, melainkan juga karena keberadaan negaranya, Turki, yang
memiliki beberapa posisi strategis dan memegang kartu bagus di kawasan.
(wb)
-- 
Mohamad Fany Alfarisi
MSc Finance Student
Kulliyyah of Economics and Management Sciences (KENMS)
International Islamic University Malaysia (IIUM)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke