Santosa dan Waluyo. KISRUH KPK Bagian dari Pemusatan Kekuasaan? Masuknya tiga anggota sementara pimpinan dalam tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi adalah kelanjutan dari dua pejabat nonaktif komisi itu sebagai tersangka penyalahgunaan wewenang. Adakah itu upaya pecah belah gerakan antikorupsi? Ketiga pelaksana tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang memiliki reputasi baik. Tumpak Hatorangan Panggabean adalah Wakil Ketua KPK periode 2003-2007. Waluyo adalah Deputi Pencegahan KPK pada periode yang sama. Mas Achmad Santosa adalah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berdedikasi. Mengenai sosok mereka, aktivis antikorupsi di Indonesia tak menyanggahnya. ”Mereka pilihan aman dan terbaik meski bukan sosok yang progresif,” kata Teten Masduki, Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional Indonesia (TII). Setidaknya KPK kali ini tak akan lebih buruk dari KPK periode lalu. Penerimaan publik terhadap ketiga orang ini bahkan lebih tinggi dibandingkan saat Antasari Azhar terpilih sebagai Ketua KPK. Waktu itu, sebagian kalangan meragukan rekam jejak dia terkait korupsi walaupun Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK tak menghiraukannya. Antasari melenggang sebagai Ketua KPK. Dia ternyata menjawab keraguan berbagai pihak dengan melakukan sejumlah gebrakan, termasuk menjebloskan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia T Pohan bersama dengan mantan Deputi Gubernur BI lain. Bahkan, mantan Kepala Polri Jenderal (Purn) Roesdihardjo pun dipenjarakan dalam kasus korupsi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Indeks pemberantasan korupsi di Indonesia membaik. Namun, Antasari terjerat kasus lain, pembunuhan berencana terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. *Unjuk kekuatan* Jika ada sedikit ganjalan terhadap kualitas ”pemain pengganti” itu adalah kenyataan Mas Achmad adalah salah satu panitia seleksi calon pimpinan KPK yang waktu itu meloloskan Antasari. Namun, sejauh ini ia dikenal sebagai sosok yang berdedikasi. ”Mas Achmad juga banyak mengembangkan institusi KPK lewat intervensi bantuan donor,” kata Teten. Adnan Buyung Nasution, anggota Tim untuk Merekomendasikan Calon Anggota Sementara Pimpinan KPK, menjamin tidak ada titipan pihak lain dari tiga nama yang diajukan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. ”Ketiga anggota berkomitmen tinggi untuk menjalankan tugas,” kata Adnan Buyung. Pelaksana Tugas Ketua KPK Tumpak H Panggabean juga menegaskan, mereka akan bekerja independen. ”Tak akan ada intervensi siapa pun,” katanya. Ia menjanjikan akan meneruskan menyidik kasus yang ditangani KPK, termasuk kasus besar yang menjadi sorotan masyarakat, seperti kasus Bank Century dan dugaan aliran dana kepada anggota DPR dalam pemilihan Deputi Senior Gubernur BI, seperti yang dilaporkan mantan anggota DPR Agus Tjondro P. Dengan memilih orang ”terbaik” sebagai pelaksana tugas KPK, Presiden seolah menjadi ”juru selamat”. Namun, Febri Diansyah dari Indonesia Corruption Watch (ICW), mengingatkan, melajunya tiga orang ”terbaik” ini dilakukan dengan menumbalkan dua orang ”terpilih” lainnya. Alasannya, meski fakta hukum dalam penetapan tersangka dua pejabat KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, sangat lemah, Polri terkesan memaksakan melanjutkan kasusnya. Sangkaan awal Polri terhadap dua anggota pimpinan KPK itu terkait penetapan dan pencabutan larangan bepergian ke luar negeri kepada pengusaha Djoko S Tjandra dan Anggoro Widjojo. Padahal, wewenang KPK untuk ”memerintahkan kepada instansi yang terkait untuk melarang seseorang bepergian ke luar negeri” diatur jelas dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Kisruh KPK dengan masuknya tiga pemain pengganti ini mengingatkan tentang permainan sepak bola ketika tiba-tiba di tengah pertandingan, sang pelatih mengganti dua pemainnya dengan pemain lain. Padahal, sebenarnya pemain yang digantikan itu bermain cantik, bahkan melakukan improvisasi yang menghidupkan permainan. ”Ini masalah unjuk diri kekuatan Presiden,” kata Febri. Ia melanjutkan, ”Ini bagian dari skenario pemusatan kekuasaan yang berbahaya dan bisa mengancam demokrasi.” (aik) http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/12/02473478/bagian.dari.pemusatan.kekuasaan http://media-klaten.blogspot.com/my facebook:http://id-id.facebook.com/people/Wahyudi-Yudi/1484406851 Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ [Non-text portions of this message have been removed]
