Assalamualaikum
Wr Wb
Bissmillahirrohmaanirrohiim
“Dan kepunyaan-Nya-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan
untuk-Nya-lah ketaatan itu selama-lamanya, maka mengapa kamu bertakwa kepada
selain Allah ?, dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah
(datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah
kamu meminta pertolongan”.QS.
An-Nahl 16:52-53.
Gempa
berkekuatan 6,4 Skala Richter dirasakan di beberapa daerah di Lampung dan
Banten pada Jumat pukul 16:52 WIB.
Menurut
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di
beberapa tempat yakni 42 kilometer Barat Laut Ujung Kulon (Banten), 128 km
Barat Daya Kalianda (Lampung), 137 kilometer Barat Daya Merak (Banten), 151
kilometer Barat Daya Tanjung Karang (Lampung) dan 186 kilometer Barat Daya
Metro (Lampung).
Demikian
yang terbaca pagi ini ketika saya hendak membuka email, berita tersebut
terpampang jelas di halaman utama Yahoo.com, Subhannallah, setelah saya lihat
jam kejadian yang terpampang jelas pada lembar pertama halaman Yahoo.com,
dengan Surat Al-Qur’an dan terbaca yang artinya sebagaimana tersebut diatas.
Bumi
salah satu planet yang diciptakan Allah untuk Manusia dan makhluk hidup
lainnya, akan tetapi dikarenakan manusia sudah mengingkari maka, Allah sebagai
sang pemilik bumi memberikan peringatan pada kita semua, agar kita segera
kembali dan segera meng Esakan Allah serta tidak mensekutukan Allah dengan
apapun, patuh dan taat hanya kepada Allah sang pemilik bumi, sebagaimana yang
telah
diceritakan dan ditulis serta diuraikan secara rinci oleh seorag penulis yang
bernama Harun Yahya, adapun ulasan beliau tentang bumi tersebut saya lampirkan
berikut ini :
Filsafat materialis menawarkan satu saja penjelasan untuk
keteraturan dan keseimbangan yang ada di alam semesta adalah peristiwa
kebetulan. Menurut klaim ini, seluruh alam semesta terbentuk melalui
serangkaian peristiwa kebetulan. Namun, jika kita meneliti alam semesta ini
secara sekilas, kita melihat bahwa klaim ini sungguh tidak benar. Suatu
kebetulan hanya akan menimbulkan kekacauan, padahal di alam semesta ini kita
melihat keteraturan di mana-mana. Keteraturan ini membuktikan kekuasaan Allah
yang abadi, yang menciptakan alam semesta dari ketiadaan lalu memberinya
bentuk.
Ketika
menjelajahi alam semesta, kita menemukan banyak contoh keteraturan. Dunia yang
kita tempati ini hanyalah salah satunya. Dengan segala keistimewaan yang ada
padanya, bumi diciptakan dengan keseimbangan yang luar biasa stabil, yang
membuatnya cocok bagi berlangsungnya kehidupan makhluk hidup.
Jarak
bumi dari matahari, kemiringan sumbu bumi terhadap orbit, keseimbangan dalam
atmosfer, kecepatan rotasi bumi pada sumbunya, kecepatannya mengelilingi
matahari, fungsi laut dan gunung di bumi, sifat-sifat dan interaksi di antara
makhluk hidup, semua ini hanyalah beberapa unsur dari keseimbangan ekologis
yang terdapat di bumi.
Kalau
dibandingkan dengan planet lain, semakin jelas bahwa bumi secara khusus
dirancang bagi manusia. Air, misalnya, adalah senyawa yang sangat sulit
ditemukan di planet lain. Dalam tata surya kita, air berwujud cair hanya
ditemukan di bumi. Terlebih lagi, 70% permukaan bumi tertutup air. Jutaan jenis
makhluk hidup di air. Pembekuan air, kapasitas air untuk menarik dan menyimpan
panas, adanya badan air berukuran besar berbentuk lautan, dan bahkan penyaluran
panas yang melintasi bumi adalah karakteristik yang hanya dimiliki oleh bumi.
Tidak ada planet lain yang memiliki sirkulasi badan cair yang konstan seperti
yang terdapat di bumi.
Poros
bumi membuat sudut miring (inklinasi) sebesar 23 dari orbitnya. Musim terbentuk
akibat kemiringan ini. Andaikan sudut kemiringan ini sedikit lebih besar atau
lebih kecil, perbedaan suhu antara musim akan menjadi sangat ekstrem. Andaikan
ini terjadi, di bumi akan terjadi kondisi ekstrem yang tak tertahankan, musim
panas yang sangat panas dan musim dingin yang sangat dingin.
Kecepatan
rotasi bumi pada sumbunya merupakan kecepatan yang paling sesuai bagi makhluk
hidup. Planet-planet lain dalam tata surya pun mengalami siang dan malam.
Karena perbedaan waktu di planet lain jauh lebih besar dibandingkan dengan di
bumi, perbedaan antara suhu siang dan malam pun sangat tinggi. Hebatnya
aktivitas angin di atmosfer planet lain tidak kita temukan di bumi ini, suatu
keistimewaan berkat rotasi planet bumi yang seimbang.
Jenis
dan konsentrasi gas-gas yang menyusun atmosfer sangat penting bagi keberadaan
bukan hanya umat manusia, melainkan juga semua makhluk hidup yang ada di bumi.
Koeksistensi sejumlah besar keseimbangan yang stabil di bumi memungkinkan
terbentuknya gas-gas atmosfer dengan proporsi yang tepat dan selalu konstan.
Kita
dapat membuat daftar yang berisi ratusan keistimewaan selain yang telah
disebutkan di atas. Walaupun demikian, semua contoh di atas pun sudah dapat
menunjukkan suatu kenyataan: Bumi yang kita huni ini diciptakan secara khusus
guna berlangsungnya kehidupan berbagai makhluk. Hal ini bukanlah hasil suatu
kebetulan, melainkan keteraturan yang disengaja. Kesempurnaan keteraturan yang
terdapat di alam semesta membawa kita pada satu kesimpulan: adanya satu
Pencipta yang memiliki kekuatan dan pengetahuan tak terbatas, yaitu Allah, yang
memiliki seluruh dunia, dan menciptakan alam semesta.
Keseimbangan
Di Atmosfer
Atmosfer
bumi terdiri atas empat gas utama, yaitu nitrogen (78%), oksigen (21%),argon
(kurang dari 1 persen), dan karbon dioksida (0,03%). Gas yang ada di atmosfer
dapat dibagi ke dalam dua kelompok : “gas yang reaktif” gas yang tidak
reaktif. Analisis terhadap gas-gas reaktif mengungkap bahwa reaksi yang
melibatkan
gas reaktif sangat penting bagi kehidupan, sedangkan gas-gas yang tidak reaktif
akan menghasilkan senyawa yang merusak jika bereaksi. misalnya, argon dan
nitrogen adalah gas tidak aktif, yang hanya dapat bereaksi secara terbatas.
Bila kedua gas tersebut mudah bereaksi seperti oksigen, lautan akan berubah
menjadi asam nitrat.
Sebaliknya,
oksigen bereaksi dengan atom-atom lain, senyawa organik, dan bahkan batuan.
Reaksi tersebut menghasilkan molekul-molekul dasar kehidupan seperti air dan
karbon dioksida. Selain tingkat reaktif gas, konsentrasi gas-gas tersebut saat
ini sangat penting bagi kehidupan. Misalnya, oksigen. Oksigen adalah gas
reaktif yang paling berlimpah di atmosfer. Konsentrasi oksigen yang tinggi di
atmosfer bumi adalah salah satu keistimewaan yang membedakan bumi dengan planet
lain di tata surya. Planet-planet tersebut tidak memiliki oksigen sedikit pun.
Andaikan
konsentrasi oksigen di atmosfer lebih tinggi, oksidasi akan terjadi lebih cepat
dan mengakibatkan batuan dan logam terkikis lebih cepat. Oleh karena itu, bumi
akan terkikis dan hancur, dan kehidupan di bumi akan menghadapi ancaman besar.
Andaikan konsentrasi oksigen lebih kecil, pernapasan akan menjadi sulit, dan
lebih sedikit ozon yang dihasilkan. Perubahan jumlah ozon akan berakibat fatal
bagi kehidupan. Berkurangnya ozon akan menyebabkan sinar ultraviolet mencapai
bumi dengan intensitas yang lebih tinggi, sehingga kehidupan di muka bumi akan
lenyap. Banyaknya ozon akan mencegah panas matahari mencapai bumi dan berakibat
fatal bagi kehidupan.
Karbon
dioksida juga berada dalam keseimbangan yang sama. Tumbuh-tumbuhan menyerap
radiasi sinar matahari melalui gas ini. Bila bercampur dengan air, gas ini
membentuk bikarbonat yang dapat melarutkan batuan dan meninggalkannya di
lautan. Reaksi tersebut menguraikan karbon dioksida dan melepaskan oksigen
kembali ke atmosfer. Oksigen, yang sangat penting bagi makhluk hidup,
dilepaskan ke atmosfer secara terus-menerus. Karbon dioksida juga ikut menjaga
“efek
rumah kaca”, untuk menjaga suhu bumi tetap konstan. Andaikan jumlah karbon
dioksida berkurang, jumlah tumbuhan hidup di darat dan laut akan berkurang,
sehingga makanan bagi hewan berkurang. Selain itu, jumlah bikarbonat di laut
akan berkurang dan membuat laut menjadi lebih asam.
Andaikan
jumlah karbon dioksida di atmosfer meningkat, erosi kimia tanah akan semakin
cepat dan membentuk residu alkali yang berbahaya di laut. Selain itu, “efek
rumah kaca” akan meningkat, menyebabkan naiknya suhu permukaan bumi dan
melenyapkan kehidupan yang ada di bumi. Seperti telah kita lihat, keberadaan
atmosfer sangat penting bagi kelangsungan hidup di bumi. Beberapa kondisi
astrofisika harus saling melengkapi agar atmosfer tetap terpelihara.
A)
Permukaan bumi harus tetap berada pada suhu sedang, dalam kisaran tertentu.
Untuk itu :
Bumi
harus berada pada jarak tertentu dari matahari. Jarak ini menentukan banyaknya
energi panas matahari yang mencapai bumi. Perubahan sedikit saja orbit bumi
mengitari matahari baik lebih dekat maupun lebih jauh akan mengakibatkan
perubahan besar dalam banyaknya energi panas matahari yang mencapai bumi.
Perhitungan menunjukkan bahwa berkurangnya panas yang mencapai bumi sebesar 13%
akan menyebabkan bumi diselimuti lapisan es setebal 1.000 meter. Sebaliknya,
sedikit saja panas bumi yang mencapai bumi meningkat akan menyebabkan seluruh
makhluk hidup hangus terpanggang.
Suhu
permukaan bumi harus homogen. Untuk ini, bumi harus melakukan rotasi pada
sumbunya dengan kecepatan tertentu (1.670 km/jam di khatulistiwa). Bila
kecepatan rotasi bumi melebihi batas tertentu, atmosfer akan menjadi sangat
hangat. Meningkatnya suhu atmosfer ini mengakibatkan bertambah cepatnya molekul
gas lepas dari bumi, sehingga atmosfer bumi akan lenyap ke angkasa. Andaikan
kecepatan rotasi bumi lebih lambat, kecepatan molekul gas lepas dari bumi akan
menurun. Molekul gas tersebut akan menghilang karena terserap oleh bumi akibat
efek gravitasi.
Sudut
kemiringan bumi sebesar 23o27' dari sumbunya mencegah adanya panas berlebih
antara kutub dan khatulistiwa. Panas berlebih ini dapat menghambat pembentukan
atmosfer. Bila tidak ada sudut miring, perbedaan suhu antara kutub dan
khatulistiwa akan meningkat hebat, dan tidak mungkin tercipta atmosfer yang
dapat menyokong kehidupan.
B)
Sebuah lapisan diperlukan untuk mencegah lepasnya panas yang telah dihasilkan :
Untuk
menjaga agar suhu permukaan bumi berada pada tingkat yang konstan, hilangnya
panas harus dicegah, terutama pada malam hari. Untuk itu, dibutuhkan senyawa
yang dapat mencegah hilangnya panas dari atmosfer. Kebutuhan ini terpenuhi
dengan adanya karbon dioksida di atmosfer. Karbon dioksida menutupi bumi
seperti selimut dan mencegah hilangnya panas ke angkasa.
C)
Di bumi terdapat struktur-struktur tertentu yang menjaga keseimbangan panas
antara kutub dan khatulistiwa:
Perbedaan
suhu antara daerah kutub dan khatulistiwa adalah sebesar 120C. Andaikan
perbedaan panas ini terjadi pada permukaan yang rata, akan terjadi pergerakan
mosfer yang hebat. Badai hebat dengan kecepatan 1.000 km/jam akan
menjungkirbalikkan dunia, menghancurkan keseimbangan atmosfer dan atmosfer akan
buyar.
Bumi
memiliki permukaan yang tidak rata, dan permukaan ini menghalangi timbulnya
arus udara kuat yang bisa terjadi akibat perbedaan panas. Ketidakrataan ini
dimulai dengan Pegunungan Himalaya antara Cina dan anak benua India,
dilanjutkan dengan Pegunungan Taurus di Anatolia, dan mencapai Pegunungan Alpen
di Eropa melalui rangkaian gunung menghubungkan laut Atlantik di barat dan laut
Pasifik di timur. Di lautan, kelebihan panas yang terbentuk di khatulistiwa
akan diteruskan ke utara dan selatan dengan memanfaatkan badan air ini,
sehingga perbedaan panas ini seimbang. Seperti terlihat, keberadaan udara,
salah satu unsur dasar kehidupan, menjadi mungkin dengan adanya ribuan
keseimbangan fisik dan ekologis.
Lebih
dari itu, adanya kondisi ini tidak cukup bagi kelangsungan hidup di bumi.
Andaikan bumi berada dalam kondisi seperti saat ini, dengan struktur geofisik
dan pergerakannya di angkasa, tetapi menempati posisi yang berbeda di galaksi,
keseimbangan tetap akan terganggu. Misalnya, bintang yang lebih kecil daripada
matahari akan menyebabkan bumi menjadi sangat dingin, dan bintang yang lebih
besar akan menghanguskan bumi.
Pengamatan
planet-planet mati di angkasa sudah cukup untuk memahami bahwa bumi bukanlah
hasil dari peristiwa kebetulan yang acak. Kondisi esensial bagi kehidupan
terlalu kompleks untuk terbentuk secara acak dengan sendirinya, dan, tentunya
dalam tata surya kita, bumi khusus diciptakan untuk berlangsungnya kehidupan.
Keseimbangan
Nitrogen dan Bakteri
Daur
nitrogen adalah bukti lain bahwa bumi secara khusus dirancang untuk kehidupan
manusia. Nitrogen adalah salah satu unsur dasar yang terdapat dalam jaringan
tubuh semua organisme hidup. Meskipun 78% dari atmosfer merupakan nitrogen,
manusia dan hewan tidak dapat menyerapnya secara langsung. Di sinilah bakteri
berfungsi dengan membantu kita memenuhi kebutuhan nitrogen. Daur nitrogen
dimulai dengan gas nitrogen (N2) yang ada di udara. Bakteri yang hidup di
beberapa tanaman mengubah nitrogen menjadi amonia (NH3). Sebaliknya, jenis
bakteri lain mengubah amonia menjadi nitrat (NO3). (Halilintar juga memainkan
peranan penting pada proses perubahan nitrogen di udara menjadi amonia).
Pada
tingkat selanjutnya, makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri,
seperti tumbuhan hijau, dapat menyerap nitrogen. Hewan dan manusia, yang tidak
dapat membuat makanannya sendiri, dapat memenuhi kebutuhan nitrogen hanya
dengan memakan tumbuh-tumbuhan tersebut. Nitrogen pada hewan dan manusia
kembali ke alam melalui kotoran dan bangkai yang diuraikan oleh bakteri.
Sementara menguraikan zat, bakteri tidak hanya melakukan tugas sebagai
pembersih, tetapi juga melepaskan amonia, sumber utama nitrogen.
Ada
bakteri yang mengubah sejumlah tertentu amonia menjadi nitrogen dan
mencampurnya dengan udara. Ada juga bakteri yang mengubah sisanya menjadi
nitrat. Tumbuhan menggunakan nitrat dan daur terus berlanjut. Tidak adanya
bakteri dalam daur ini akan mengakibatkan berakhirnya kehidupan. Tanpa bakteri,
tumbuhan tidak dapat memenuhi kebutuhan nitrogennya dan akan segera punah.
Kehidupan tak mungkin terjadi di tempat yang tak memiliki tumbuhan.
Atmosfer:
Atap Bumi yang Terpelihara
Meskipun
biasanya tidak pernah kita sadari, banyak meteorit jatuh ke bumi seperti pada
planet lain. Meteorit, yang membentuk kawah besar jika jatuh di planet lain,
tidak merusak bumi karena bumi memiliki atmosfer yang menghasilkan gesekan kuat
pada meteor yang jatuh. Meteor tidak dapat bertahan melawan gesekan ini terlalu
lama dan kehilangan sejumlah besar massanya akibat terbakar. Keberadaan
atmosfer mencegah kerusakan yang bisa disebabkan oleh meteorit. Di dalam Al
Quran, sifat dalam penciptaan atmosfer ini dijelaskan :
“Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang
mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat
padanya” (QS.Al-Anbiyaa’,21:32)
Salah
satu petunjuk terpenting bahwa langit adalah “atap yang terpelihara” adalah
medan magnet yang melingkupi bumi. Lapisan teratas atmosfer merupakan
daerah medan magnet yang disebut “Sabuk Van Allen”. Daerah ini dibentuk
oleh sifat-sifat inti bumi. Inti bumi mengandung unsur-unsur magnetik yang kuat
seperti besi dan nikel. Yang lebih penting, inti bumi terdiri atas dua struktur
yang berbeda. Inti dalam berbentuk padat sementara inti luar berbentuk cair.
Lapisan luar mengapung di atas lapisan dalam, menciptakan efek magnetik pada
logam-logam berat, yang membentuk medan magnet.
Sabuk
Van Allen adalah perpanjangan medan magnet ini, yang mencapai lapisan luar
atmosfer.
Medan magnet ini melindungi bumi dari kemungkinan bahaya dari angkasa. Salah
satu bahaya terbesar adalah “angin matahari”. Selain panas, cahaya, dan
radiasi, matahari mengirimi bumi angin yang tersusun dari proton dan elektron
yang bergerak dengan kecepatan 1,5 miliar kilometer perjam.
Angin
matahari tidak dapat menembus Sabuk Van Allen, yang menciptakan medan magnet
pada jarak 64.000 km dari bumi. Ketika angin matahari, dalam bentuk hujan
partikel, bertemu dengan medan magnet bumi, partikel-partikel tersebut akan
terurai dan mengalir mengitari medan magnet bumi. Atmosfer menyerap sebagian
besar sinar X dan sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Tanpa penyerapan
ini, di muka bumi tidak mungkin ada kehidupan.
Atmosfer
yang menyelimuti bumi hanya dapat dilalui oleh sinar-sinar yang tidak
berbahaya, gelombang radio, dan cahaya tampak. Andai saja atmosfer tidak
memiliki sifat impermeabilitas ini, kita tentu tidak dapat menggunakan
gelombang radio untuk berkomunikasi, tidak juga cahaya yang sangat penting bagi
kehidupan. Lapisan ozon yang menyelimuti bumi mencegah sinar ultraviolet
matahari, yang sangat berbahaya, mencapai bumi. Sinar ultraviolet ma-tahari
begitu tinggi kandungan energinya, sehingga dapat membunuh semua kehidupan yang
ada di bumi. Untuk alasan ini, untuk memung-kinkan terjadinya kehidupan di
bumi, lapisan ozon adalah bagian dari langit sebagai “atap yang terpelihara”
yang diciptakan secara khusus.
Ozon
dihasilkan dari oksigen. Oksigen (O2) dibentuk dari dua atom oksigen, sedangkan
ozon (O3) dibentuk oleh tiga atom oksigen. Sinar ultraviolet yang berasal dari
matahari menambah satu atom kepada molekul oksigen untuk membentuk molekul
ozon. Lapisan ozon, yang terbentuk dengan bantuan sinar ultraviolet, menahan
sinar ultraviolet yang berbahaya dan merupakan salah satu kondisi dasar yang
paling penting. Singkatnya, andai saja inti bumi tidak memiliki kemampuan untuk
membentuk medan magnet, dan atmosfer bumi tidak memiliki struktur dan kepadatan
untuk menyaring sinar-sinar yang berbahaya, di bumi tidak mungkin ada
kehidupan.
Sangat
jelas bahwa manusia maupun makhluk hidup yang lain tidak mungkin dapat mengatur
hal-hal tersebut. Ini adalah bukti bahwa Allah telah menciptakan suatu
pelindung yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dan Dia telah menciptakan
langit sebagai “atap yang terpelihara”. Tidak terdapatnya “atap yang
terpelihara” pada planet lain merupakan petunjuk lain bahwa bumi secara
khusus diciptakan untuk manusia.
Misalnya,
seluruh inti planet Mars adalah padat dan karenanya Mars tidak memiliki medan
magnet di sekelilingnya. Mars tidak memiliki tekanan yang cukup untuk membentuk
inti yang cair karena planetnya tidak sebesar bumi. Selain itu, berukuran tepat
tidaklah cukup untuk membentuk medan magnet di sekeliling sebuah planet.
Contohnya,
Venus memiliki diameter yang hampir sama dengan bumi. Massa planet Venus hanya
2% lebih kecil dari massa bumi, dan beratnya hampir sama dengan berat bumi.
Oleh karena itu, baik dalam hal tekanan maupun alasan lainnya, sudah sewajarnya
inti Venus pun memiliki bagian logam cair. Namun, Venus tidak diselimuti oleh
medan magnet, karena Venus memiliki kecepatan rotasi yang lebih rendah
dibandingkan dengan rotasi bumi. Bumi melakukan satu rotasi penuh dalam satu
hari, sedangkan Venus melakukannya dalam 243 hari.
Ukuran
bulan, planet-planet lain yang berdekatan dengan bumi, serta jarak mereka dari
bumi merupakan hal yang penting bagi keberadaan medan magnet bumi yang
merupakan “atap yang terpelihara”. Andaikan salah satu dari planet ini
berukuran lebih besar, planet tersebut memiliki kekuatan gravitasi yang lebih
besar pula. Planet yang berdekatan dengan bumi yang memiliki kekuatan gravitasi
besar akan mengubah kecepatan cairan dan bagian padat inti bumi serta mencegah
terbentuknya medan magnet seperti yang ada sekarang.
Singkatnya,
langit yang memiliki fungsi sebagai “atap yang terpelihara” membutuhkan
beberapa variabel seperti struktur inti bumi, kecepatan rotasi, jarak
antarplanet, dan kumpulan massa planet tersebut menghasilkan resultan yang
tepat.
sumber
: http://www.harunyahya.com
Semoga
bermanfaat
Wassalamualaikum
Wr Wb
Mujiarto
Karuk
[Non-text portions of this message have been removed]