Assalamualaikum Wr Wb
Bissmillahirrohmaanirrohiim
Disetiap terjadi bencana yang menimbulkan banyak korban, dan berbagai kerusakan
selalu kita mengatakan “SABAR YA…. INI KEHENDAK ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA”,
yang seolah olah semua kejadian selalu Allah lah pangkal penyebabnya, dan
seolah olah Allah telah bertindak sewenang wenang dan telah berbuat sekehendak
Nya sendiri, sehingga kita berkata demikian, karena memang kita sebagai manusia
ciptaan Allah yang sangat lemah, sudah seharusnya dan sepantasnya berkata
demikian, tapi benarkah, kerusakan dan kehancuran yang kita alami, kita hadapi
dan kita rasakan, benar benar hanya Allah sumber penyebabnya, mari kita sedikit
merenung dengan firman Allah SWT, dalam QS. Ar-Rum (30) ayat 41 yang artinya :
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan -
tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat)
perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
Dari ayat Qur’an surat Ar-Rum tersebut diatas, dijelaskan bahwa kerusakan baik
didarat maupun di laut itu, bukan semata mata dari Allah SWT, melainkan akibat
ulah tangan manusia sendiri, kerusakan yang dimaksud dalam ayat ini mencakup
semua jenis kerusakan yang ada di daratan maupun di lautan, berbagai kerusakan
diantaranya semua kerusakan di bidang politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan,
kerusakan moral dan prilakau, pergaulan, kerusakan alam dan semua cakupan
berbagai kata kata “KERUSAKAN”, mental, tidak disiplin, tidak jujur, tidak mau
menyembah dan meng Esa kan sang Maha Pencipta, sang pemilik langit dan bumi
beserta isinya, serta kerusakan kerusakan lainnya, itu disebabkan kerena
perbuatan dan kitalah pelakunya, dan kitalah penyebabnya, bukan dari Allah SWT.
Pendek kata, semua pangkal pokok terjadinya berbagai kerusakan, yang
mengakibatkan murkanya Allah SWT, sang Pemilik bumi dan langit beserta isinya
adalah kita manusia lah penyebabnya, kita sudah tidak mau lagi menyembah Sang
Maha Pencipta, justru malah manusia lebih banyak menyembah makhluk yang
diciptakan oleh Sang Maha Pencipta, kita manusia lebih tunduk dan lebih taat
kepada makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT, dan bukan taat, takut, patuh dan
tunduk kepada Sang Maha Pencipta, yang memiliki bumi, langit beserta isinya.
Dari informasi yang telah Allah SWT informasikan tersebut diatas yang telah
diberikan kepada kita, mari kita sadar dan menyadari bahwa berbagai kerusakan
dan kehancuran yang kita lihat, kita rasakan dan kita alami, itu semata mata
karena kesalahan kita sendiri, bukan Allah hendak menyusahkan, atau menyiksa
kita manusia, mari kita sadari juga semua kerusakan yang kita hadapi, kita
rasakan dan kita alami saat ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan
pangkal penyebabnya, sesuai yang disebutkan dalam firman Allah SWT dalam QS.
Ar-Rum tersebut diatas, menurut pengertian dan pembelaan ayat Al-Qur’an, ini
karena disebabkan oleh perbuatan tangan tangan manusia itu sendiri.
Jadi jelaslah bahwa kerusakan yang terjadi selama ini, yang kita saksikan yang
kita dengar dan yang kita rasakan, bukan dari Sang Maha Kuasa pemilik langit
dan bumi, melainkan akibat keburukan, kejahatan, kemaksiatan dan dosa dosa
manusia selama ini, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS asy-Syura [42] : 30.
yang artinya :
“Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan
tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu)”.
Ayat ini memastikan bahwa pangkal penyebab terjadinya seluruh kerusakan di muka
bumi, baik didarat maupun dilautan adalah akibat pelanggaran dan penyimpangan
manusia terhadap ketentuan syariah yang telah ditetapkan sang pemilik alam
beserta isinya, yakni Allah SWT, kemudian akibat berbagai pelanggaran dan
ketidak disiplinan kita, ketidak jujuran kita, dan pelanggaran pelanggaran lain
maka Allah SWT menimpakan kepada kita berbagai hukuman sebagai persekot azab,
agar kita sadar dan kita kembali, bertaubat dan agar kita diselamatkan serta
diampuni oleh Allah dari berbagai hukuman dan siksaan di akhirat nanti.
Allah SWT, mengingatkan kepada kita dengan berbagai musibah agar kita sadar dan
hanya menempatkan Allah SWT sebagai, Pemilik, Pemimpin, dan Maha Raja yang
tidak ada bandingan dan tidak sebanding dengan apapun serta kita dianjurkan
mengikuti petunjuk dan langkah Rasul Rasul utusan Allah serta menjauhi dan
menempatkan setan Laknatulloh sebagai musuh, agar kita diakhirat nanti tidak
merasakan azab Nya Allah yang sangat pedih, sebagai mana firman Allah dalam QS.
An-Nahl (16) ayat 63. yang artinya “Demi Allah, sesungguhnya Kami telah
mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan
menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka
setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat
pedih”.
Mari kita taubat yang sebenar benarnya taubat serta kembali pada dua tuntunan
dan warisan Nabi Muhammad SAW, yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits, agar dan semoga
kita selamat dunia sampai akhirat, Aamiin yarobbal Alamiin.
Terimakasih dan mohon maaf
Wassalam
Mujiarto Karuk
[Non-text portions of this message have been removed]