wah wah, Dasar pengusaha no plus plus

--- On Tue, 10/27/09, Al Faqir Ilmi <[email protected]> wrote:

From: Al Faqir Ilmi <[email protected]>
Subject: [kmnu2000] Proyek Panas Bumi Rp 2,5 T Bermasalah Digarap Bakrie Group, 
Diprotes Warga
To: 
Date: Tuesday, October 27, 2009, 3:44 AM






 




    
                  



Proyek Panas Bumi Rp 2,5 T Bermasalah 



Digarap Bakrie Group, Diprotes 

Warga



SURABAYA – Pemprov Jawa Timur diam-diam bakal membangun proyek 

panas bumi dengan nilai yang ditaksir Rp 2,5 triliun di telaga Ngebel Ponorogo 

dan Kawasan Ijen Bondowoso. Proyek prestisius yang menggunakan dana APBN itu 

diprotes warga setempat.



Kemarin sejumlah warga yang dipimpin Husni 

Ismail dari Ponorogo melaporkan masalah ini ke DPRD Jawa Timur. Mereka kuatir 

akan terjadi kegagalan pengeboran seperti pengeboran di Porong Sidoarjo. 
Apalagi 

mereka mendengar proses lelang proyek itu selesai hari ini (Senin, 26/10). 

“Selama ini kami tidak pernah disosialisasikan akan ada pengeboran tenaga panas 

bumi di tempat kami,” kata Husni, kemarin (25/10).



Husni yang rumahnya 

berjarak 1,5 kilometer dari lokasi pengeboran tahu ada proyek tersebut setelah 

melihat sejumlah petugas melakukan survey lokasi akhir-akhir ini. “Kami juga 

mendengar yang mengerjakan proyek ini adalah dari Bakrie Group, yang pernah 

gagal di Sidoarjo,” resahnya.



Proyek pengeboran panas bumi atau 

geothermal itu rencananya digunakan untuk pembangkit listrik di Jawa Timur yang 

terbagi di dua wilayah kerja pertambangan (WKP). Yakni daerah Telaga Ngebel 

(Ponorogo dan Madiun) dengan luas 31.880 hektare dan Blawan – Ijen yang 

melingkupi kawasan Bondowoso, Banyuwangi dan Situbondo seluas 62.620 hektare. 

Proyek itu sendiri dikelola langsung oleh Kementerian ESDM sedangkan di Pemprov 

jatim telah ditunjuk panitia tender yang terdiri dari Dinas ESDM Jatim dan 

Asisten II bidang Perekonomian Chairul Djaelani.



Sementara itu, anggota 

DPRD Jawa Timur dari dapil Ponorogo, Sugiri Sancaka cukup kaget mendengar 

laporan warga tersebut. Setelah dicek ke pemprov Jatim, rupanya 



rencana 

pengeboran panas bumi sudah hampir selesai. “Proyek ini tanpa koordinasi dengan 

DPRD Jatim, kita akan tindak lanjuti laporan ini,” kata Sugiri yang juga 
anggota 

komisi C DPRD Jatim itu. Anehnya lagi yang mau nggarap itu kok Grup Bakrie yang 

pernah gagal. “Jawa Timur ini kan punya PT PJU (Petrogas Jatim Utama), yang 

nantinya bisa menambah PAD Jatim,” tandas politisi Demokrat ini.



Selain 

itu, tersiar kabar bahwa panitia tender Panas Bumi itu melakukan kongkalikong 

dengan calon pemenang tender. Salah satu caranya adalah membuat persyaratan 

menyertakan laporan rugi/laba minimal USD 50 juta. “Nilai itu jelas tidak bisa 

dipenuhi perusahaan sekelas BUMD, ini kan sudah tidak benar,” 

sahutnya.



Hal senada juga dikatakan Agus Maimun dari Fraksi PAN. Laporan 

warga ini akan dilanjutkan dengan memanggil Dinas ESDM dan Chairul Djaelani 
yang 

juga ketua panitia lelang. “Besok (hari ini, red) akan kita surati mereka,” 

jelas anggota komisi D ini.



Sayang, hingga berita ini diturunkan, Chairul 

Djaelani Ketua Panitia Lelang kawasan Panas Bumi di Ngebel dan Ijen belum bisa 

dihubungi. Begitu juga Masruri, Kepala Dinas ESDM Jatim.



Sementara itu, 

Ketua Panitia Lelang kawasan Panas Bumi di Ngebel dan Ijen, Chaerul Jaelani 

mengatakan sosialisasi ke warga bukan kewenangan Pemprov. Melainkan Pemda di 

masing-masing daerah yang masuk kawasan pengeboran. Ia juga membantah sudah 

menyiapkan perusahaan dari Grup Bakrie sebagai pemenang. “Belum ada 

pemenangnya,” kata Chaerul. Peserta lelang untuk proyek di Ngebel diikuti 

sembilan calon investor dan di Ijen ada tujuh investor. “Sekarang ini masih pra 

kualifikasi dari investor dan masih menyaring para peserta lelang, masih lama 

kok,” tandasnya. 



Tentang syarat pernyertaan laporan laba/rugi 50juta USD 

pertahun Chaerul membenarkan. Agar investornya memiliki modal yang 

sungguh-sungguh. Jangan sampai proyek gagal seperti proyek Umbulan dan 

sejenisnya. “Ini kan tender investasi besar. Calon investor harus punya duit 

yang memadai,” pungkasnya. rko



http://www.surabaya pagi.com/ index.php? p=detilberita& id=37782



[Non-text portions of this message have been removed]




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke