Assalamualaikum Wr Wb

Bissmillahirrohmaanirrohiim

“Dan janganlah kamu berjalan di
muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat
menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung”. 
QS.Al-Isra (17) : 37.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh, Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. QS. Luqman (31) : 18.

Sombong penyakit yang menghinggapi kita tanpa kita sadari, Allah SWT 
menciptakan kita
sebenarnya terdiri dari dua sisi, yaitu ego dan kesadaran, akan tetapi 
perjalanan hidup
kita, kita lebih cenderung menggiring diri kita sendiri menuju ego, dan ego
inilah yang memperkenalkan kita kepada keserakahan dan kebencian, kedua sipat
buruk inilah akar dari timbulnya kesombongan, sebagaimana firman Allah dalam
QS. Abasa (80) ayat 5. yang artinya
“Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup”, maksudnya seseorang
yang merasa dirinya serba berkecukupan, kita merasa berkecukupan dibidang
materi, kita
merasa lebih kaya, kita merasa lebih cantik, kita merasa lebih terhormat, dan
pada Al-Qur’an Surat Al-Hujurat (49) ayat 17 Allah SWT mengatakan yang artinya 
“Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan
keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat
kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat
kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang
yang benar".

Dengan ayat ini Allah SWT hendak mengingatkan kepada kita
agar kita tidak merasa lebih pintar, lebih pandai dan merasa lebih dominan,
merasa lebih berpengalaman, merasa lebih berwenang, merasa lebih berwawasan,
dan lain sebagainya dan juga kita menganggap
diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, lebih ikhlas dan lebih
tulus dibandingkan dengan orang lain, dengan demikian kita sudah
menggiring diri kita sendiri dalam murkanya Allah sebagaimana firman Allah
dalam QS. An-Nisa (4) ayat 36. yang artinya “ ………Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang sombong dan membangga - banggakan diri”. 

Kita mustinya sadar bahwa ketika kita dilahirkan di dunia
ini, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya serta tidak tau apa apa, sesuai
firman Allah dalam QS. Al-Mu’min (40) ayat 67.yang artinya “Dia-lah yang
menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes, air mani, sesudah itu dari
segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian
(kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa),….”, QS. 
Al-Insaan (76)
: 2. yang artnya “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari
setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan
larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat”.  

Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk
berbagai keinginan, cita cita dan lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam
hidup ini, kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak dan lebih
banyak lagi, sebagai mana yang ditegaskan oleh Allah SWT dalam QS. Al-Imran
(3)
ayat 14. yang artinya “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan
kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang
banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah
ladang. Itulah  kesenangan hidup di
dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Ego kita menggiring diri kita dalam
bentuk harga diri dan percayaan diri, akan tetapi begitu kedua hal ini berubah
menjadi kebanggaan, kita sudah berada sangat dekat dengan kesombongan,
ketahuilah wahai saudaraku bahwa batas antara bangga dan sombong tidaklah
terlalu jelas, semakin tinggi tingkat kesombongan kita, semakin sulit pula kita
mendeteksinya, sombong karena materi sangat mudah
terlihat, namun sombong karena pengetahuan dan ilmu, apalagi sombong karena
kebaikan, sulit terdeteksi
karena seringkali hanya berbentuk benih -
benih halus di dalam batin kita. 

Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati, 
untuk bisa melawan kesombongan
dengan segala bentuknya, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita
dilahirkan dimuka bumi ini, untuk menyembah Allah dan juga agar kita melakukan
Amar makruf nahi mungkar QS. At-Taubah (9) ayat 71. yang artinya “Dan orang
- orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi
penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf,
mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka
taat kepada Allah dan Rasul Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah;
sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Dan kita juga harus menyadari bahwa apa pun perbuatan yang
kita lakukan, akan kembali kepada kita sendiri, juga demi diri kita sendiri,
bila kita berbuat baik kepada orang lain hakekatnya sama dengan kita telah
berbuat baik pada diri kita sendiri, demikian sebaliknya, dan kebaikan yang
telah kita lakukan kepada orang lain, pasti akan kembali kepada kita dalam
bentuk persahabatan, cinta dan kasih sayang, QS. Al-Isra (17) ayat 7.
yang artinya “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu 
sendiri
dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri…….”.

Semoga Allah SWT, memberi kekuatan
agar kita selalu berbuat baik,  sekaligus meninggalkan sifat sombong, karena 
sesungguhnya sombong dan kesombongan hanya milik dan untuk Allah sang maha 
pencipta dan maha pemilik bumi dan langit serta isinya, dan semoga kita semua 
diberi kekuatan agar menganjurkan untuk
tetap berbuat baik, serta mencegah perbuatan yang mungkar, Aamiin Yarobbal
Alamiin.

Semoga bermanfaat khususnya buat
saya dan keluarga, dan umumnya pada kita semua, terimakasih, mohon maaf bila
kurang berkenan.

Salam

 

 

Mujiarto Karuk




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke