Bismilahirrahmanirrahiim. Hai orang-orang yang beriman, (1) taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan(2) ulil amri di antara kamu. QS 4:59.
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada (1) Rasul dan ( 2) Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).QS.4:83 Jelas sekali bahwa pemerintahan waktu Nabi diangkat adalah pemerintahan bukan Islam, tapi non Islam. Ulil amri (pemerintah) dan Rasul ( pimpinan agama islam) adalah 2 badan yang terpisah.sekarang dinamakan sistem Secular. Kita Umpamakan pemerintahan berpihak kpd suatu agama, misalnya Aceh dimana Syariat2 Islam akan sedang di tegakan tanpa memikirkan umat non Islam yg tinggal di Aceh... Sudah tentu mereka merasa RASAH,dan takut,kalau2 wanita2 mereka di wajibkan pula berjilbab, dlm menghormati agama Islam. Kalau Syariat Islam hanya diperlakukan kpd wanita2 islam saja, sudah tentu tidak akan membawa faedah banyak, sebahagian wanita2 non Islam masih berapakain amoral menurut Islam... Kedua umat non islam berpikir bahwa sebagai warga Aceh mereka tidak ada HAK untuk menjadi pemimpin negeri walau pun ilmunya qualified.. Masih banyak lagi hak2 umat non Islam sebagai rakayat aceh tidak bisa lagi sama dgn umat Islama.dan Merasa sebagai warga klas 2 di negerinya sendiri. Melihat kenyataan demikian, ajaran Islam tidak kelihatan lagi agama rahmatan lil'alamin, tapi sebaliknya, agama untuk satu golongan saja, yaitu golongan yangberkuasa. Bagaimana pendapat anda? wassalam
