Mohon artikel ini dicernati kebenarannya
 
-------Original Message-------
 
From: Iwan
Date: 25/12/2009 1:59:50
To: [email protected]
Subject: [padhang-mbulan] ROKOK = SEHAT -> Good News for Smoker
 
  


http://www.cosmiclink
info/cosmiclink/2009/05/21/gretha-zahar-%E2%80%98penyihir%E2%80%99-yang-mengh
bungkan-masa-lalu-dan-masa-depan/

http://divinecigarette.com

Kami telah menemukan bahwa penyebab utama racun dalam rokok adalah mercury.
Sifat Merkuri yang membuat senyawa kelilingnya menjadi radikal bebas
(sensitizer) sulit dideteksi karena sensitif terhadap cahaya, dan alat-alat
ukur selalu berbasis sinar. Di samping itu, merkuri dwelling kuat dalam
golongan alkaloid nicotine yang bermetal (e.g calcium ,lead,nickel ,chrom)
dalam daun tembakau.

Mercuri merupakan polutan udara di atmosfer karena Hg tersebut dibuang
sebagai uap oleh pabrik mining, gas alam, sebagai cair dan menguap disuhu
kamar, bereaksi dng metal membentuk amalgam. Karena sangat kuat terperangkap
dalam daun tembakau, maka mendeteksinya setelah dijadikan asap yaitu
menggunakan metoda indirek (UVAL). Mercury (Hg) bila kena cahaya UV akan
menyerapnya dan menjadi gas mercuro ion radikal /gas Hg yang tercapture
dalam aliminium sehingga bisa dianalisis secara kuantitatif. Sebagai
penyerap cahaya yang sangat baik dapat berubah wujud menjadi gelombang (13
macam) atau menjadi radikal mercuro, maka sulit dibuktikan secara akurat
dengan alat yang menggunakan sinar. Hal positifnya, penemuan Hg dalam asap
rokok ini justru sangat memudahkan pengubahan racun-racun lainnya (CO2, NOx)
menjadi asap dengan ukuran partikel sangat kecil (smart particle) yang
positif. Kami telah mendapatkan rokok menjadi sahabat manusia yang sanggup
mengubah lingkungan , menjadi obat, menanggulangi krisis pangan, dsb,
dinamakan DIVINE CIGARETTE.

Racun Hg dalam asap rokok ini memang lebih bersifat merusak lingkungannya,
tetapi bukan penyebab kanker karena hanya bersifat komplemen. Penyebab utama
adalah gigi amalgam, crown (l854), thimerosal (l930) (pengawet ber Hg tinggi
.dalam vaksin).

"Grams of mercury (second toxic in the world) are put in the mouth of
individuals with several amalgam fillings."

Mercury vapour and particles escapes from amalgam fillings more than 10
years to different areas in the body.

Penelitian kami dalam penanganan mendetoksi logam terhadap anak2 special
needs children seperti Autism, cerebrial palsy, ADHD, dll yang telah
dilaporkan penyebabnya adalah mercury dalam pengawet vacin thimerosal
terbukti benar. Penyandang gigi tambalan amalgam dancrown juga penyebab
utama anak2 SN

Tingkatan urutan pembawa mercury penyebab penyakit khronis dan anak2 cacat
adalah : Orang tuanya mempunyai

1. Gigi tambalan amalgam, crown karena dweling dalam giginya / mulutnya 24
jam / seumur hidup

2. Perokok

Bayi 1 hari -2 tahun mengkonsumsi thimerosal yang digunakan sebagai pengawet
vaksin (total masuk ke anak 232 ug Hg dalam vaksin untuk 2 tahun

Penelitian terhadap anak2 SN tersebut terbukti bahwa tingkatan beratnya
masalah anak2 ditentukan oleh banyaknya kandungan gigi amalgam dalam kedua
ortu

1. Ibu bapa bergigi amalgam dan crown + satu perokok + 2 tahun vaksin +++++
2. ibu/dan bapa bergigi amalgam + seorang perokok + 2 tahun vaksin +++++
3. Bapa dan ibu bergigi amalgam + 2 tahun vaksin Vaksin ++++

- bapa perokok dan ibu beramalgam + 2 tahun vaksin +++

- bapa perokok + 2 tahun vaksin ++

- ibu bapa bebas amalgam dan bebas rokok + 2 tahun vaksin bisa -/+

- bapak perokok tanpa vaksin -(negatip)

kecuali hidup di dekat pabrik gas, tradional gold collect

Konklusi dari data kami dan keluarga pasien, gigi amalgam atau crown yang
dikandung ortu waktu hamil adalah faktor utama, dan thimerosal sebagai
factor kedua. Sedangkan rokok, dengan kandungan Hg-nya yang tinggi,
mempercepat atau memperberat proses terjadinya penyakit kronis, autism,
kanker dsb .

Penelitian dengan bukti-bukti di dunia selalu berfokus pada AKIBAT bukan
SEBAB. Misalnya, dalam global warming yang ditelusuri adalah akibatnya: suhu
dunia naik, CO2 naik luar biasa, dsb.

Dunia medis mengobati symptom bukan akar penyebabnya.

Rokok merupakan penghasilan besar bagi bangsa Indonesia. Sejak zaman dulu
nenek moyang kita semuanya perokok. Sebab itu Indonesia menjadi pengekspor
tembakau kedua di dunia. Sekitar 80% lelaki Indonesia, sejak SMP sudah
merokok tetapi hampir tak ada yang sakit khronis di desa karena mereka tak
pernah ditambal giginya dengan amalgam hanya dicabut (tradisi). Golongan
menengah ke atas-lah yang punya anak autism, Down Syndrom, penyakit khronis,
kanker, stroke dsb, karena mereka bergigi amalgam dan anak-anaknya selalu
divaksin selama 2 tahun. Anehnya, sidang di Amerika mengenai gigi amalgam
dan Thimerosal telah dilakukan sejak tahun 1930 hingga sekarang tetapi oleh
WHO penggunaannya tetap di izinkan. Malahan, vaksin berthimerosal, yang
sudah dilarang oleh undang-undang di California thn 2003, yaitu vaksin polio
diperbolehkan penggunaannya bagi negara berkembang bahkan diberikan secara
gratis di Indonesia akhir-akhir ini.

Rokok diperketat masuk ke negara maju, disosialisasikan racunnya dng iklan2
yang luar biasa menakutkan. Tak satupun iklan yang menyebutkan tambalan gigi
amalgam adalah penyebab penyakit, juga Thimerosal dalam vaksin yang membuat
anak Special Needs (NS).

WHO : Juri
Seyogianya WHO menjadi juri untuk penyelesaian masalah pro-kontra ini.

Kami sarankan : Pendataan perokok di pesantren Indonesia ,baik ulama, santri
dan murid2nya yang 80% perokok tapi tidak bergigi amalgam, atau perokok yang
divaksinasi. Mereka hanya sakit karena kurang gizi.

Bagi penulis jurnal anti rokok :

- Data ulang kembali dng ditambahkan apakah penyandang Kanker yang dikaitkan
dng rokok juga mempunyai gigi amalgam atau crown, atau dulunya divaksinasi
Thimerosal selama 2 tahun. Tulisan2 yang dilaporkan rokok sebagai penyebab
harus ditambah ada tidaknya gigi amalgam dan/atau thimerosal.

Sekiranya WHO memang badan dunia untuk kebenaran tentunya penelitian kami
ini bisa ditanggapi secara adil.

Perlakukan penduduk Negara berkembang sebagai manusia!



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke