Yang berbahaya dari asap tembakau bukan hanya merkuri tetapi juga 
arsen, sianida, karbon monoksida, dan banyak lagi (ada sekitar 4000 zat 
kimia berbahaya dalam asap rokok). Selain itu sifat nikotin yang 
adiktif menyebabkan kecanduan dan merusak sel-sel otak. Di sisi lain 
nikotin dan endapan asap rokok bersifat mutagenik (mengubah gen menjadi 
cacat) yang juga karsinogenik (gen yang berubah akan memicu sel menjadi 
kanker, atau ganas).
Perlu pula dicatat bahwa Indonesia bukan pengekspor rokok atau 
tembakau nonor dua di dunia. Dalam perdagangan tembakau, kita justru 
lebih banyak mengimpor daripada mengekspor (lihat data ekspor/impor 
dari BPS). Kerugian kita dari sektor tembakau akibat impor lebih banyak 
dapat mencapai 90 juta dolar setahun.
Yang perlu juga anda ketahui, industri rokok terbesar di Indonesia 
(Sampurna dan Bentul) sudah 90% dimiliki oleh modal asing (Philip 
Morris dan BAT). Sementara mereka menjual rokoknya di Indonesia karena 
negara lain sangat ketat membatasi impor rokok. Dengan kata lain, 
keuntungan mereka jualan rokok di Indonesia, mengalir ke negara asal 
pemodal, sementara dampak buruk termasuk penyakit akibat rokok menjadi 
tanggungan rakyat dan negara Indonesia.
KM

----Original Message----
From: [email protected]
Date: 25/12/2009 10:21 
To: <[email protected]>, <[email protected]>
Subj: [kmnu2000] Fw: [padhang-mbulan] ROKOK = SEHAT -&gt; Good News 
for Smoker

Mohon artikel ini dicernati kebenarannya

 

-------Original Message-------

 

From: Iwan

Date: 25/12/2009 1:59:50

To: [email protected]

Subject: [padhang-mbulan] ROKOK = SEHAT -> Good News for Smoker

 

  





http://www.cosmiclink
info/cosmiclink/2009/05/21/gretha-zahar-%E2%80%98penyihir%E2%80%99-
yang-mengh
bungkan-masa-lalu-dan-masa-depan/



http://divinecigarette.com



Kami telah menemukan bahwa penyebab utama racun dalam rokok adalah 
mercury.
Sifat Merkuri yang membuat senyawa kelilingnya menjadi radikal bebas
(sensitizer) sulit dideteksi karena sensitif terhadap cahaya, dan alat-
alat
ukur selalu berbasis sinar. Di samping itu, merkuri dwelling kuat 
dalam
golongan alkaloid nicotine yang bermetal (e.g calcium ,lead,nickel ,
chrom)
dalam daun tembakau.



Mercuri merupakan polutan udara di atmosfer karena Hg tersebut dibuang
sebagai uap oleh pabrik mining, gas alam, sebagai cair dan menguap 
disuhu
kamar, bereaksi dng metal membentuk amalgam. Karena sangat kuat 
terperangkap
dalam daun tembakau, maka mendeteksinya setelah dijadikan asap yaitu
menggunakan metoda indirek (UVAL). Mercury (Hg) bila kena cahaya UV 
akan
menyerapnya dan menjadi gas mercuro ion radikal /gas Hg yang 
tercapture
dalam aliminium sehingga bisa dianalisis secara kuantitatif. Sebagai
penyerap cahaya yang sangat baik dapat berubah wujud menjadi gelombang 
(13
macam) atau menjadi radikal mercuro, maka sulit dibuktikan secara 
akurat
dengan alat yang menggunakan sinar. Hal positifnya, penemuan Hg dalam 
asap
rokok ini justru sangat memudahkan pengubahan racun-racun lainnya 
(CO2, NOx)
menjadi asap dengan ukuran partikel sangat kecil (smart particle) yang
positif. Kami telah mendapatkan rokok menjadi sahabat manusia yang 
sanggup
mengubah lingkungan , menjadi obat, menanggulangi krisis pangan, dsb,
dinamakan DIVINE CIGARETTE.



Racun Hg dalam asap rokok ini memang lebih bersifat merusak 
lingkungannya,
tetapi bukan penyebab kanker karena hanya bersifat komplemen. Penyebab 
utama
adalah gigi amalgam, crown (l854), thimerosal (l930) (pengawet ber Hg 
tinggi
.dalam vaksin).



"Grams of mercury (second toxic in the world) are put in the mouth of
individuals with several amalgam fillings."



Mercury vapour and particles escapes from amalgam fillings more than 
10
years to different areas in the body.



Penelitian kami dalam penanganan mendetoksi logam terhadap anak2 
special
needs children seperti Autism, cerebrial palsy, ADHD, dll yang telah
dilaporkan penyebabnya adalah mercury dalam pengawet vacin thimerosal
terbukti benar. Penyandang gigi tambalan amalgam dancrown juga 
penyebab
utama anak2 SN



Tingkatan urutan pembawa mercury penyebab penyakit khronis dan anak2 
cacat
adalah : Orang tuanya mempunyai



1. Gigi tambalan amalgam, crown karena dweling dalam giginya / 
mulutnya 24
jam / seumur hidup



2. Perokok



Bayi 1 hari -2 tahun mengkonsumsi thimerosal yang digunakan sebagai 
pengawet
vaksin (total masuk ke anak 232 ug Hg dalam vaksin untuk 2 tahun



Penelitian terhadap anak2 SN tersebut terbukti bahwa tingkatan 
beratnya
masalah anak2 ditentukan oleh banyaknya kandungan gigi amalgam dalam 
kedua
ortu



1. Ibu bapa bergigi amalgam dan crown + satu perokok + 2 tahun vaksin 
+++++

2. ibu/dan bapa bergigi amalgam + seorang perokok + 2 tahun vaksin 
+++++

3. Bapa dan ibu bergigi amalgam + 2 tahun vaksin Vaksin ++++



- bapa perokok dan ibu beramalgam + 2 tahun vaksin +++



- bapa perokok + 2 tahun vaksin ++



- ibu bapa bebas amalgam dan bebas rokok + 2 tahun vaksin bisa -/+



- bapak perokok tanpa vaksin -(negatip)



kecuali hidup di dekat pabrik gas, tradional gold collect



Konklusi dari data kami dan keluarga pasien, gigi amalgam atau crown 
yang
dikandung ortu waktu hamil adalah faktor utama, dan thimerosal sebagai
factor kedua. Sedangkan rokok, dengan kandungan Hg-nya yang tinggi,
mempercepat atau memperberat proses terjadinya penyakit kronis, 
autism,
kanker dsb .



Penelitian dengan bukti-bukti di dunia selalu berfokus pada AKIBAT 
bukan
SEBAB. Misalnya, dalam global warming yang ditelusuri adalah 
akibatnya: suhu
dunia naik, CO2 naik luar biasa, dsb.



Dunia medis mengobati symptom bukan akar penyebabnya.



Rokok merupakan penghasilan besar bagi bangsa Indonesia. Sejak zaman 
dulu
nenek moyang kita semuanya perokok. Sebab itu Indonesia menjadi 
pengekspor
tembakau kedua di dunia. Sekitar 80% lelaki Indonesia, sejak SMP sudah
merokok tetapi hampir tak ada yang sakit khronis di desa karena mereka 
tak
pernah ditambal giginya dengan amalgam hanya dicabut (tradisi). 
Golongan
menengah ke atas-lah yang punya anak autism, Down Syndrom, penyakit 
khronis,
kanker, stroke dsb, karena mereka bergigi amalgam dan anak-anaknya 
selalu
divaksin selama 2 tahun. Anehnya, sidang di Amerika mengenai gigi 
amalgam
dan Thimerosal telah dilakukan sejak tahun 1930 hingga sekarang tetapi 
oleh
WHO penggunaannya tetap di izinkan. Malahan, vaksin berthimerosal, 
yang
sudah dilarang oleh undang-undang di California thn 2003, yaitu vaksin 
polio
diperbolehkan penggunaannya bagi negara berkembang bahkan diberikan 
secara
gratis di Indonesia akhir-akhir ini.



Rokok diperketat masuk ke negara maju, disosialisasikan racunnya dng 
iklan2
yang luar biasa menakutkan. Tak satupun iklan yang menyebutkan 
tambalan gigi
amalgam adalah penyebab penyakit, juga Thimerosal dalam vaksin yang 
membuat
anak Special Needs (NS).



WHO : Juri

Seyogianya WHO menjadi juri untuk penyelesaian masalah pro-kontra ini.



Kami sarankan : Pendataan perokok di pesantren Indonesia ,baik ulama, 
santri
dan murid2nya yang 80% perokok tapi tidak bergigi amalgam, atau 
perokok yang
divaksinasi. Mereka hanya sakit karena kurang gizi.



Bagi penulis jurnal anti rokok :



- Data ulang kembali dng ditambahkan apakah penyandang Kanker yang 
dikaitkan
dng rokok juga mempunyai gigi amalgam atau crown, atau dulunya 
divaksinasi
Thimerosal selama 2 tahun. Tulisan2 yang dilaporkan rokok sebagai 
penyebab
harus ditambah ada tidaknya gigi amalgam dan/atau thimerosal.



Sekiranya WHO memang badan dunia untuk kebenaran tentunya penelitian 
kami
ini bisa ditanggapi secara adil.



Perlakukan penduduk Negara berkembang sebagai manusia!







 

[Non-text portions of this message have been removed]




Kirim email ke