IBU YANG MELAHIRKAN

Saya berlindung kepada Allah dari tipudaya setan yang terkutuk.
I seek the refuge in God, from satan the rejected.
Atas Nama Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Saya tahu bahwa saya dilahirkan oleh ibu saya setelah  saya duduk di sekolah 
dasar kelas 4 atau 5. Saya melihat seorang ibu tetangga melahirkan bayi.  Saya 
bertanya pada diri saya, bahwa saya tentu dilahirkan oleh ibu saya. Tapi 
sesungguhnya saya tidak pernah tahu dan merasakan bahwa saya dilahirkan oleh 
ibu saya.

Setiap orang yang ada di bumi ini sudah dipastikan dilahirkan oleh seorang ibu. 
Tidak mungkin seorang anak dilahirkan oleh seorang laki-laki. Prosesnya sampai 
melahirkan bayi memakan waktu yang cukup lama dan merasakan letih dan berat. 

Semakin berganti hari semakin berat kandungan, semakin payah dan letih. Waktu 
melahirkan bukan main sakitnya, darah bertamburan keluar. Kalau kita lihat 
wajah ibu-ibu waktu melahirkan kita-kita ini,  bukan main sakit dan payahnya. 
Bahkan ada pula yang harus dibedah, karena susahnya keluar si bayi dari perut 
ibunya. Maha Besar dan Maha Bijaksana Allah. 
Setelah saya mempelajari sendiri kitab Al Qur'an, saya menemukan wahyu-wahyu 
Allah, di antaranya: 

"Tidak ada wanita yang mengandung dan melahirkan, tanpa setahu Allah." (QS 35: 
11). 
"Allah membentuk rupa manusia diciptakannya seindah-indahnya." (QS 64: 3).
"Allah mengetahui apa yang ada dalam rahim." (QS 31: 33).
"Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu tanpa mengetahui sesuatu apapun, 
kemudian diberinya kamu pendengaran, penglihatan, hati supaya kamu 
bersyukur."(QS 16: 78).
"Allah membentuk rupa manusia, lalu di ciptakannya se indah indahnya." (QS 63: 
3).
"Sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dalam  bentuk sebaik baiknya."(QS 
95: 4).
"Allah memberikan dua mata, satu lidah dan dua bibir."(QS 90: 8).
"Allah menjadikan manusia berkeinginan: wanita-wanita, anak-anak, harta banyak, 
sawah ladang."  (QS 3: 14).
"Allah menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian menjadikan kamu kuat, 
setelah kuat dijadikan kamu lemah kembali dan beruban (tua)." (QS 30: 54).

Setelah melahirkan kamu, belumlah selesai tugas berat ibumu, selama 2 tahun ibu 
menyusui, merawat, dan untuk itu memerlukan pengorbanan tenaga yang sangat 
berat. Siang dan malam hari. Terkadang ibu  tidak bisa tidur nyenyak, karena  
si bayi menangis di tengah malam.  

Dari wahyu-wahyu Allah di atas jelas sekali bagi kita, bahwa untuk melahirkan, 
membesarkan kita sampai kita mejadi seorang yang sekarang ini tidaklah mudah. 
Oleh karena itu Allah memberi peringatan kepada anak-anak sebagai berikut:

"Supaya berbuat baik kepada kedua orangtuamu. Ibunya telah mengandungnya dalam 
keadaan letih dan makin payah sampai masa penyapihan sang bayinya karena itu 
bersyukurlah kepada Allah dan kepada orangtuamu." (QS 31: 14).

 Lukman berpesan:  "Hai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan baik 
maupun buruk sekalipun seberat "biji sawi" yang tersembunyi dalam batu karang, 
atau di manapun saja, kelak akan diperhitungkan juga oleh Allah swt." (QS 31: 
16).

Seorang ibu sangatlah akan sedih sekali sekiranya anak-anaknya tidak patuh 
kepada nya, tidak menyayanginya, tidak mau membantu ibunya, malah melecehkan 
ibunya, kalau sudah dewasa lupa akan ibunya yang melahirkannya (sibuk dengan 
bermacam aktivitasnya) bahkan ada pula anak-anak yang mengeluarkan kata-kata 
yang keras kepada ibunya. Na'uzhubillah. Bagi anak-anak yang seperti ini Allah 
sudah memberi peringatan:  

"Hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, jika salah 
seorang di antara keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka 
sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepadanya perkataan "uf'(atau suara yang 
keras, membentakan kaki, atau dengan muka yang marah dan masam) dan janganlah 
kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (dengan 
lemah lembut), dan rendahkanlah dirimua terhadap mereka berdua dengan kasih 
sayang dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku kasihinilah mereka berdua sebagai mana 
mereka berdua telah mendidik, menyayangi, membesarkanku waktu kecil." (QS 17: 
23–24).

Demikianlah peringatan-peringatan  Allah kepada orang yang beriman yang suka 
melawan dan tidak patuh kepada ibunya yang melahirkan. 

Demikian pula indahnya hidup berkeluarga di mana  anak-anaknya banyak berbuat 
baik kepada ibu-bapaknya. Kalau kita berbuat baik, kita akan mendapat tempat 
yang mulia di dunia dan akhirat.
Yaa Allah yaa tuhan kami jadikanlah anak anak kami cucu2 kami dan istri kami 
penghibur hati kami dan jadikalah pula kami imam dari orang orang bertaqwa.
Semoga artikel ini ada manfaatnya, terimakasih atasperhatiannya. Kalau ada yang 
benar datang dari Allah dan kalau ada yang salah datang dari kami yang lemah. 
Mohon dimaafkan dan ditegur.

Wassalamu'alaikum wr wb



Kirim email ke