WANITA KARIR.
Saya berlindung kepada Allah dari tipudaya setan yang terkutuk.
I seek the refuge in God, from satan the rejected.
Atas Nama Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Allah Maha Tahu apa yang diciptakannya. Allah menyuruh malaikat untuk
menjaganya. Nabi Muhammad saw adalah sebaik-baik teladan bagi umat manusia. Al
Qur'an merupakan buku pedoman hidup manusia yang benar.
Dunia itu adalah perhiasan, dan perhiasan yang paling baik adalah wanita
salehah. Surga dibawah telapak kaki kaum ibu. Sekiranya kaum ibu baik, maka
baiklah negaranya, tapi sekiranya kaum ibu rusak, rusaklah negaranya.
Kedudukan wanita dalam Islam atau dalam pandangan Allah yang menciptakannya
adalah sama dengan laki-laki. Ini bisa dilihat pada ayat berikut, seperti
firmannya:
"Allah menciptakan surga kepada orang orang mukmin, baik laki-laki maupun untuk
wanita."
Tapi walaupun kedudukannya sama, fungsinyanya berbeda. Allah menciptakan
sesuatu ada fungsi dan kegunaannya. Laki laki diciptakan oleh Tuhan dengan otot
yang kasar, kuat, dan mempunyai alat kelamin yang berbeda.
Berfungsi untuk bekerja keras mencari nafkah, dan sebagai pelindung keluarga
dari ancaman-ancaman luar. Wanita diciptakan oleh Tuhan dengan badan yang halus
dan lembut, dan badannya berfungsi untuk melahirkan bayi dan memberikan susu
untuk si bayi. Wanita juga berfungsi untuk mendidik si anak dengan kasih sayang
dan budi pekerti yang mulia lagi terpuji. Ibu-ibu lebih banyak berada dengan
anaknya di rumah dibandingkan dengan laki-laki yang mencari nafkah di luar.
Siapa yang bertanggung jawab akan pendidikan anak? Sebahagian wanita
berpendapat bahwa tanggung jawab akan pendidikan anak adalah tanggung jawab
berdua. Ada pula yang berpendapat ibu lebih besar.
Pendapat manusia selalu ada yang pro dan kontra, sampai akhir zaman. Makanya
Tuhan menurunkan buku pedoman hidup manusia untuk menyelesaikan perdebatan
antara manusia di dunia ini. Buku itu adalah Taurat, Injil dan Al Qur'an yang
terakhir dan terlengkap. Tuhan Maha Tahu akan ciptaanNya.
Allah berfirman:
"Maka hadapkanlah wajah mu kepada agama fitrah Allah yang telah menciptakan
manusia sesuai fitrahnya." (Fitrah wanita adalah melahirkan, menyusui dan
mendidik anaknya, sedangkan laki laki fitrahnya sebagai bapak, pelindung dan
mencari nafkah untuk keluarganya.)." (QS 30: 30 ).
"Tuhanlah Yang Maha tinggi yang menciptakan dan menyempurnakan dan menentukan
kadar (fungsi) masing-masing dan memberi petunjuk " (QS 79: 1-3).
Kemudian Nabi menjelaskan lebih rinci firman Allah di atas: "Manusia yang
paling besar tanggung jawabnya atas wanita adalah laki-laki (suaminya), dan
tanggung jawab yang besar kepada anaknya adalah ibunya(wanita).
Jadi jelas sekali bagi kita umat islam yang berpedoman kepada buku petunjuk
dari Tuhan, bahwa ibu-ibulah yang bertanggung jawab akan pendidikan
anak-anaknya, tapi bukanlah berarti bapak tidak boleh mendidik anaknya.
Dalam Al Qur'an dan Hadits tidak ada larangan wanita bekerja di kantor dan di
pabrik dan tidak berdosa kalau dikerjakan. Boleh-boleh saja. Hanya, kalau
ibu-ibu tidak mendidik anak-anaknya waktu kecil dengan kasih sayang dan budi
pekerti yang mulia, diragukan sekali anak-anak akan berakhlak mulia dan malah
anak2 akan menjadi musuh dan melawan kepada orang tuanya. Celakalah kalau sudah
begini.
Karena kedua orang tua berada di luar rumah lebih panjang waktunya dari waktu
bersama dengan anak-anaknya. Memang ada juga yang berhasil di antara wanita
karier tapi pada umumnya orang yang melanggar aturan-aturan Tuhan di atas akan
menemukan kesusahan di kemudian hari. Mungkin anak-anak menjadi nakal karena
kurang mendapat contoh kasih sayang dari orangtuanya waktu kecil. Kurang peduli
kepada orang tua setelah anak-anak dewasa dan ketika kita telah menua, tidak
kuat lagi bekerja.
Wanita-wanita yang telah menikah dan berhenti bekerja di kantor-kantor
kemudian mencurahkan waktu dan tenaganya kepada suami dan anak-anaknyanya di
rumah. Laki-laki atau suami bekerja keras mencari nafkah untuk istri dan
anak-anaknya serta melindungi keluarganya. Kehidupan yang harmonis seperti di
atas, di mana fungsi dan tanggun jawab yang berbeda tapi sama mulianya.
Ternyata masyarakat Jepang telah melaksanakan hidup yang harmonis seperti
dianjurkan Tuhan dan Nabi Muhammad saw, dan dapat membawa negaranya makmur
sejahtera, tiada lagi kemiskinan, tiada lagi orang yang minta-minta.
Wanita wanita Jepang pada umumnya kalau sudah menikah, mereka berhenti bekerja
dari kantor, dan mencurahkan perhatian dan waktunya untuk keluarga, dan kalau
anak-anaknya sudah besar, tamat SMP atau SMU, kebanyakan ibu-ibu kembali
bekerja di luar rumah untuk melanjutkan kariernya dan agar ilmu serta tenaganya
dapat bermanfaat untuk orang banyak. Ibu-ibu Jepang ada yang menduduki jabatan
tinggi sebagai menteri.
Ada pertanyan dari pembaca budiman, kenapa saya selalu mengambil contoh dari
negeri Sakura, bukan negara-negara Arab lainya yang beragama Islam.
Jawaban saya: pertama, karena saya pernah tinggal disana, jadi saya mengerti
dan memahami.masyarakat Jepang, dan mereka sudah sukses menghilangkan
kemiskinan, dan kehidupan masyarakatnya harmonis.
Kedua, karena ada Hadits Nabi; "tuntutlah ilmu sampai ke negeri dari
(China), yang ini bisa ditafsirkan agar kita juga belajar kepada masyarakat
Jepang.
Ketiga, karena Allah berfirman; "Aku jadikan manusia berbangsa bangsa dan
bersuku-suku, agar kamu satu sama lain saling mengenal."(QS 49: 13).
Benarlah apa yang di sabdakan oleh Rasulullah dan firman Allah swt. Surga
anak-anak terletak pada pendidikan ibu dengan kasih sayangnya, sehingga
kehidupan anak menjadi generasi berguna produktif dalam memakmurkan sebuah
negara. Alangkah indah peraturan-peraturan yang diturunkan oleh Allah swt
kepada manusia.
Anak-anak adalah hadiah dari Tuhan yang sangat berharga dibandingkan dengan
pekerjaan di kantor, organisasi, rumah, mobil mewah. Anak-anaklah yang akan
membantu orangtuanya di kala sudah menua dan anak adalah yang akan dapat
mendoakan orang tuanya di kala orang tua sudah meninggal dunia, agar bisa masuk
surga di akherat. Bagaimana kalau wanita-wanita tidak mengikuti aturan-aturan
Allah?
Sudah tentu kebanyakan ibu-ibu tidak dapat mendidik anaknya lebih sempurna dari
pada ibu-ibu yang tinggal bersama anaknya seharian di rumah. Tentu di antara
wanita karier ada yang sukses berhasil mendidik anaknya juga. Tentu ada
perkecualian. Allah dan agama Islam memberi kebebasan untuk memilih jalan
hidupnya, tiada paksaan dalam beragama.
Allah hanya memberi peringatan-peringatan agar manusia dapat hidup sejahtera,
bahagia, damai dan hormonis. Kalaupun dilanggar peraturan Allah, Tuhan pun
tidak rugi setitikpun, hanya manusialah yang akan rugi besar. Setiap melangar
perturan Tuhan, itu adalah tipu daya setan. Setan selalu mengajak manusia untuk
melanggar peraturan Tuhan. Sangatlah merugi manusia yang dapat ditipu oleh
setan karena akan membawa hidup manusia yang tidak bahagia, tidak tenteram dan
harmonis.
Beberapa firman Allah swt memperlihatkan bahwa:
1. Telah dijadikan pada manusia ketertarikan kepada wanita, anak-anak,
harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang
piaraaan dan sawah ladang. (QS 3: 14 ).
2. Manusia benar benar mempertanggungjawabkan pekerjaannya selama di
dunia.(QS 101: 6).
3. Allah membentuk rupa manusia, lalu diciptakannya seindah-indahnya.
(QS.64:3).
4. Sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan baik maupun buruk sekalipun
seberat biji sawi yang tersembunyi dalam batu karang, atau di manapun saja
kelak akan diperhitungkan juga oleh Allah. (QS 31: 16).
5. Agar kita berbuat baik orangtua kita. Ibunya telah mengandungnya dalam
keadaan letih dan makin payah sampai masa penyapihan sang bayinya karena itu
kita harus bersyukur kepada Allah dan kepada orangtua. (QS 31: 14).
6. Sesungguhnya cinta terhadap istri (suami) anak-anak dan harta kekayan
adalah ujian belaka untuk manusia.(QS64:15).
Demikianlah peringatan2 dan kabar kabar gembira dari Allah dan disampaikan oleh
Rasulullah saw dan tertulis dalam Al Quran. Betapa pentingnya peranan wanita
atau ibu2 dalam masarakat Islam. Allah mengatur semuanya agar semua nya bisa
hidup harmonis dan bahagia dan bisa sama sama masuk syurga.
Terimakasih atasperhatiannya semoga ada manfaatnya bagi wanita2 dan ibu2 yang
disayangi Allah swt. Kalau ada yang benar itu datng dari Allah swt dan kalau
ada yang salah datang dari kami yang lemah. Mohon dimaafkan dan ditegur.
Wassalamu'alaikum wr wb.