Orang kuliah bukan cari ilmu... tetapi cari gelar, syukur2 gelar doktor.

Emang benar kalau sekolah itu berwatak borjuis.

Ga heran banyak orang berbuat curang demi gelar doktor



--- On Tue, 26/1/10, sofwan nadi <[email protected]> wrote:

From: sofwan nadi <[email protected]>
Subject: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor
To: [email protected]
Date: Tuesday, 26 January, 2010, 12:13 PM







 



  


    
      
      
      Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor.



Ada baiknya materi Kongkow Bareng Gus Dur yang diasuh Mas Guntur di 68H 
(dikopi-paste langsung dari facebooknya) sebelum kepada teologi yang diajukan. 
Yaitu sbb:



Mengurus Tuhan



Friday, January 15, 2010 at 11:06am

Pada setiap kongkow biasanya awal acara selalu dibacakan

mutiara hikmah dari Kitab Al Hikam, yang biasa dibacakan oleh KH.Wahid Maryanto

(Pa Acun), ini adalah salah satunya :

"istirahatkan dirimu dari mengatur urusanmu karena segala yang telah

diurus untukmu oleh selain mu tak perlu engkau turut mengurusnya" .



Disini Gus Dur mengemukakan bahwa "kalau Tuhan sudah mengurus kamu mengapa

kamu mengurus dirimu sendiri,nah disini akan timbul pertannyaan, lalu kamu

(manusia) mengurus apa? jawabnya kamu mengurus Tuhan". (Petuah Pertama)



Maka Gus Durpun menerangkan keterkaitan dengan kalimat Al Hikam yang lain :

"kuburkan dirimu dalam bumi kekosongan,melakuka n sesuatu tanpa

pamrih/tanpa berharap apapun,terserah Tuhan saja". (Petuah Kedua)



Dari yang diterangkan Gus Dur diatas,kita bisa tahu kenapa Gus Dur selama ini

membela apa yang orang lain tidak mau membela,karena bepikir untung

rugi,sedangkan Gus Dur malah melakukan semua itu tanpa mengharapkan

apapun/tanpa pamrih,karena hanya berharap ridho Allah.



menguburkan diri dalam bumi kekosongan,ini sangat indah.mengubur diri dalam

kekosongan adalah tidak berbuat apapun sekalipun sudah berbuat apapun.Tidak

melakukan apapun sekalipun sudah melakukan apapun.Karena yang melakukan dan

berbuat sesungguhnya adalah Allah sendiri.Manusia hanya digerakan oleh yang

maha penggerak,di dalam kubur yang kosong sesungguhnya manusia memasuki kawasan

kebaqaan Allah,maka manusia menjadi majas.sehingga yang berbuat adalah Allah

itu sendiri.Allahuakbar .

maka sesungguhnya menguburkan diri didalam bumi kekosongan adalah manifestasi

men Taslimkan diri kita kepada Allah,menyerahkana semuannya kepada ketidak

terbatasan jangkauan milik Allah,

Mungkin disini pula maksud "mengurus Tuhan". ???????????? ? waslam.

Acun.& GN

 

Komentar Sofwan:



Saya sangat sangat tercerahkan. ..dan sangat tepat sekali bila petuah Gus Dur 
dijadikan Teologi Santri Mengukir Prestasi Doktor, begini.

Saya ingin berbagi

makna yang dicerna dari petuah Gus Dur yang pertama dari Alhikam tersebut.



Kita sekarang ini terjerat oleh budaya masyarakat: "Nak sekolah, nanti cari

kerja, lalu kawin" Jadi budayanya: Sekolah atau mondok-Cari kerja-lalu Kawin. 
(Disingkat dengan PKN: mPondok-Kerja- Nikah)

Kalau ambil hikmah dari pituah Gus Dur (yang pertama), seharusnya santri yang 
muda-muda dibekali teologi:

sekolah-sekolah- sekolah (tamat S3). (Disingkat 3S sampai S3)



Lho...dari mana biayanya?

Menurut petuah pertama: Itu urusan tuhan. Kita tak boleh ngurusi urusan

tuhan.

Logikanya begini:... dengan menggunakan analogi berperahu tradisional, sbb:



Kita dorong perahu ke tengah laut.  Kita buka layar perahu. Kalau

layar sudah terkembang, urusan angin biar urusan tuhan. Kerja kita buka layar

dorong perahu. Bukan membuat/ mencari angin. Tak tahu diri.



Begitu juga sekolah-sekolah- sekolah. 



Kita siapkan

diri dengan tekad belajar yang sungguh-sungguh. Lengkapi informasi. Kembangkan 
ikhtiyar mendapat peluang sampai S3.



Nanti kalau ada tawaran kerja, ya ambil, tapi tetap

menuju S3. Kalau ada tawaran nikah, ya ambil, tapi tetap menuju S3.



Dengan cara berfikir ini...insya Allah.. kaum

nahdliyin kelak banyak santri S3 nya. Lah, nanti gimana? Njubel rebutan di 
tanah air.. jadi makelar?



Ya kalau udah S3..cari pengalaman keliling

dunia...jadi volunteer di Afrika, Eropa, Amerika Latin, Asia... kalau pada

punya pengalaman kayak gitu kan NU jadi kebanggaan dunia. Bikin kreatifitas 
menyebarkan berkah ke-NU-an dimana-mana. Aamiin.



Takdir itu tergantung budaya. Budaya kita dahulu PKN... makanya kaum nahdliyin 
terpinggirkan. .. Gak bisa bantu Presiden Gus Dur. Itu terbukti.

Kita ubah budaya. Kita ubah teologi. Maka kita mendapat takdir yang unggul.



Manusia itu hidup dalam lingkaran dunia yang dibuatnya sendiri. 
Didefinisikannya sendiri.

Maka keluar lah darikungkungan lingkaran itu. Buat lingkaran definisi baru. 
Masuki, jangan ragu-ragu. Maka kita mengubah takdir.



Insya Allah. Petuah Gus Dur berkah. Aamiin.



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  






      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke