Title haji sebenarnya secara positif adalah sebagai koridor seorang haji dalam melakukan pelaksanaan syariat dan akhlak. Sehingga haji tersebut tidak akan menjadi sembrono dalam tindak tanduknya dan dapat menjadi panutan. Jika title tersebut tidak dipakai pun tidak apa-apa. Minimal title tersebut sudah menutup satu pintu setan dalam menggoda manusia (haji) tersebut. Sebenarnya yang lebih rawan adalah 'ujubnya dibanding riya' nya. Wong belum haji saja kalau sudah terbiasa komplit shalatnya dan apalagi istiqamah pergi kemesjid dan sudah diketahui banyak orang kealimannya akan gampang terkena penyakit 'ujub. Seorang pembaca milis saja bisa terkena penyakit 'ujub walaupun secara dzahir tidak tampak. Apalagi sudah kebanyakan nulis-nulis opini dengan kepentingan subjektif, belum riya' sudah pasti 'ujub dahulu. Nah sebetulnya 'ujub itu apa, riya' itu apa, apakah kita sendiri sudah faham?
NB: Riya' != RIA, riya' = pamer , RIA = gembira Rizky Malang Sent from my BlackBerry® powered by Allah swt -----Original Message----- From: Ainun Najib <[email protected]> Date: Wed, 10 Feb 2010 21:04:06 To: <[email protected]> Subject: Re: [kmnu2000] (18) Issue Kontemporer; Title--"Hajji"-- di Depan Nama Seorang Muslim Riya' itu tergantung isi hatinya mas. Dan seringkali terlepas dari tindakan dhohirnya. Kalau semata melihat tindakan dhohirnya, rajin mengirim email tentang agama ke milis-milis bisa disebut riya' juga. Karena itu terkesan pamer pengetahuan atau kepandaian kepada orang lain. Karenanya kita tidak bisa menjatuhkan vonis riya' itu sembarangan, hanya Allah yang tahu isi hati manusia. Apalagi dalam suatu hadits disebutkan bahwa riya' itu bagaikan semut hitam di atas batu hitam di malam hari yang pekat, sakit tidak bisa dilihat dengan nanarnya. Semoga bermanfaat. ainun najib qıɾɐu unuıɐ 2010/2/6 abdul <[email protected]> > > > Creative AlQuran Study. > Al Quran gives the true solution > Book Seri I. > Abdullatif. > > Assalamu'alaikum wrwb. > Semoga ALLAH melindungi saya dari tipu setan terkutuk dalam menjelaskan > ayat2ALLAH dibawah ini > > Bismilahirrahmanirrahiim, > Tahukah kamu [orang] yang mendustakan agama? (1) Itulah orang yang > menghardik anak yatim, (2) dan tidak menganjurkan memberi makan orang > miskin. (3) Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (4) [yaitu] > orang-orang yang lalai dari shalatnya, (5) orang-orang yang berbuat riya' > [2], (6) dan enggan [menolong dengan] barang berguna [3]. QS 107:(7) > > Kalau kita renungkan ayat atau peringatan ALLAH di atas itu, ternyata > perbuatan --"RIA"-- adalah salah satu perbuatan yang mendustkan agama > Islam---sama tingkatnya dengan orang2 yang tidak menganjurkan memberi makan > orang2 miskin ----atau menghardik anak2 yatim--kecelakaan bagi orang2 yang > shalat 5 kali sehari tidak diterima oleh ALLAH swt. > > Seringkan kita melihat orang2 muslim yang telah menunaikan rukum Islam > yaitu--naik hajji-- pulang dari Meccah mencantumkan huruf "H" didepan > namanya sendiri seperti H.Nur. KH.Muhammad Nur dll. > > Perbuatan seperti ini adalah perbuatan "Ria" agar teman2 atau masarakat > mengetahui dia telah menunaikan hajji ke Meccah.Perbuatan ria seperti ini > tidak di senangiu oleh ALLAH swt. > > Demikianlah,semoga ayat diatas itu dapat memperbaiki aqidah kita kepada > aqidah yang benar dan lurus,agar amal2 baik kita seperti naik hajji dan > shalat diterima oleh ALLAH swt. > > Wassalamu'alaikum wrwb. > BAGAIMANA MENENTUKAN SEORANG MUSLIM YANG SUKSES > http://latifabdul.multiply.com/journal/item/265 > > > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
