jangan berburuk sangka dulu mas abdul, 
orang yang tidak memakai H bisa jadi tidak lebih baik 
dgn orang yang memakai H.
beberapa teman saya justru ndak mau memakai H, 
bukan karena menghindari riya tapi karena berat, 
takut terkucilkan dalam pergaulan ..karena mereka masih 
senang untuk nongkrong nongkrong tanpa terbebani,

bebarapa teman menyantumkan H, sebagai pengingat 
agar tak terjerumus ke kubangan dosa lagi. atau ada 
yang mencantumkan H untuk dakwah misalnya.

mungkin benar anda dakwah tulus tanpa riya.
tapi bukan mustahil ada orang yang dakwah disertai riya bukan?
bagaimana membedakan anda yang tulus dgn mreka yang riya berdakwah ??

Rosulullah pernah berkata, segala sesuatu dinilai dari Niatnya

Dalam Alquran Allah memberi contoh ketika Nabi Musa 
mengikuti perjalanan Nabi Khidir. tak henti hentinya Nabi Musa 
marah dan protes. karena tindakan Nabi Khidir menurut beliau salah besar. 
Nabi khidir telah membunuh anak kecil, menenggelamkan kapal nelayan yang miskin
dll dll.

dari sana bisa di liat, apa yang terlihat mata, apa yang dicerna logika 
apa yang tertulis dalam buku2 teks hukum bisa salah 
jika kita tidak memperhitungkan niat. 

Allah lah sang penentu kebenaran

semoga Allah mengampuni saya jika salah.


 

________________________________
From: abdul <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, February 11, 2010 6:44:04 AM
Subject: [kmnu2000] Re: (18) Issue Kontemporer; Title--"Hajji"-- di Depan Nama 
Seorang Muslim

  
Begini sdr Ainun Najib 

Bismilahirrahmanirr ahiim
Kalau kita bertanya kpd orang yang memakai nama "H" di depan namanya itu, untuk 
apa, dan manfaatnya apa?

Kalau mengajar, berdakwah, dan menyampaikan ayat2 ALLAH keseluruh plosok dunia 
adalah suatu kewajiban yg diperintahkan oleh ALLAH agar banyak orang mendapat 
manfaat dari ayat2 ALLAH swt.

Kalau kita lihat orang2 Japan di kartu namanya tidak ada tertulis; DR,dr, 
Ir,PHd dll.Saya tanyakan kenapa tidak di tulis, agar orang tahu siapa anda?

Orang2 tua kami bernasehat, yang menentukan baik dan buruk seseorang bukan 
karena namanya, tapi adalah perbuatan2nya yg bermanfaat untuk manusia banyak.

Pangkat2 seperti itu pada umumnya utk menipu orang lain saja..

Demikian pendapat mereka, benar juga sihhh

Salam

--- In kmnu2...@yahoogroup s.com, Ainun Najib <ainunnajib@ ...> wrote:
>
> Riya' itu tergantung isi hatinya mas. Dan seringkali terlepas dari tindakan
> dhohirnya.
> 
> Kalau semata melihat tindakan dhohirnya, rajin mengirim email tentang agama
> ke milis-milis bisa disebut riya' juga. Karena itu terkesan pamer
> pengetahuan atau kepandaian kepada orang lain.
> 
> Karenanya kita tidak bisa menjatuhkan vonis riya' itu sembarangan, hanya
> Allah yang tahu isi hati manusia.
> 
> Apalagi dalam suatu hadits disebutkan bahwa riya' itu bagaikan semut hitam
> di atas batu hitam di malam hari yang pekat, sakit tidak bisa dilihat dengan
> nanarnya.
> 
> 
> Semoga bermanfaat.
> 
> ainun najib
> qıɾɐu unuıɐ
> 
> 
> 2010/2/6 abdul <latifabdul777@ ...>
> 
> >
> >
> > Creative AlQuran Study.
> > Al Quran gives the true solution
> > Book Seri I.
> > Abdullatif.
> >
> > Assalamu'alaikum wrwb.
> > Semoga ALLAH melindungi saya dari tipu setan terkutuk dalam menjelaskan
> > ayat2ALLAH dibawah ini
> >
> > Bismilahirrahmanirr ahiim,
> > Tahukah kamu [orang] yang mendustakan agama? (1) Itulah orang yang
> > menghardik anak yatim, (2) dan tidak menganjurkan memberi makan orang
> > miskin. (3) Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (4) [yaitu]
> > orang-orang yang lalai dari shalatnya, (5) orang-orang yang berbuat riya'
> > [2], (6) dan enggan [menolong dengan] barang berguna [3]. QS 107:(7)
> >
> > Kalau kita renungkan ayat atau peringatan ALLAH di atas itu, ternyata
> > perbuatan --"RIA"-- adalah salah satu perbuatan yang mendustkan agama
> > Islam---sama tingkatnya dengan orang2 yang tidak menganjurkan memberi makan
> > orang2 miskin ----atau menghardik anak2 yatim--kecelakaan bagi orang2 yang
> > shalat 5 kali sehari tidak diterima oleh ALLAH swt.
> >
> > Seringkan kita melihat orang2 muslim yang telah menunaikan rukum Islam
> > yaitu--naik hajji-- pulang dari Meccah mencantumkan huruf "H" didepan
> > namanya sendiri seperti H.Nur. KH.Muhammad Nur dll.
> >
> > Perbuatan seperti ini adalah perbuatan "Ria" agar teman2 atau masarakat
> > mengetahui dia telah menunaikan hajji ke Meccah.Perbuatan ria seperti ini
> > tidak di senangiu oleh ALLAH swt.
> >
> > Demikianlah, semoga ayat diatas itu dapat memperbaiki aqidah kita kepada
> > aqidah yang benar dan lurus,agar amal2 baik kita seperti naik hajji dan
> > shalat diterima oleh ALLAH swt.
> >
> > Wassalamu'alaikum wrwb.
> > BAGAIMANA MENENTUKAN SEORANG MUSLIM YANG SUKSES
> > http://latifabdul. multiply. com/journal/ item/265
> >
> > 
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke