Terimakasih Mas Rizky nasehat yang sangat baik dan sangat bagus.... sebagaimana 
yang telah di contohkan oleh Nabi Kita Nabi Muhammad SAW, Semoga kita semua 
seluruh kaum Muslimin selamat dunia sampai akhirat, Aamiin Yarobbal Alamiin
Wassalam

Mujiarto Karuk
--- On Thu, 2/11/10, Rizky Hardyhatmoko <[email protected]> wrote:

From: Rizky Hardyhatmoko <[email protected]>
Subject: Re: [kmnu2000] Menghindari Hutang Dan Menyegerakan Membayarnya
To: [email protected]
Date: Thursday, February 11, 2010, 10:21 PM















 
 



  


    
      
      
      Ya memang kita ini tidak sadar bahwa kita ini tidak tahu sedikitpun akan 
umur kita. Kalaupun kita menangkap Isyarah itu masih berstatus mumkinat.


Tetapi malah banyak yang sok tahu bahwa kita ini masih memiliki umur yang 
panjang. Dan menganggap enteng tanggungan kita yang akan menjadi tanggungan 
ahli waris kita.


Pendek kata, akankah kita memberikan warisan minus kepada ahli waris kita? 


Begitu juga yang berhaji dengan berhutang. Semoga Allah memaafkan kekhilafan 
mereka. Sepertinya mereka sudah tahu kalau umurnya masih panjang.


Betapa kita ini sudah mempersiapkan warisan minus kepada ahli waris kita.


Sebagai solusi marilah kita hidup apa adanya, tidak panik duniawi, tidak 
memandang rumput di halaman tetangga lebih hijau dari rumput di halaman kita 
sendiri.


Marilah kita memohon agar tidak salah dalam cara mensyukuri nikmat Allah.


Marilah kita memohon kekuatan dalam menerima Rahmat Allah.


Alhamdulillaahirrah maanirrahiim


Alhamdulillaahissam ii'ul'aliim


Alhamdulillaahirabb il'aalamiin





Rizky,


Malang


Sent from my BlackBerry®


powered by Allah swt





-----Original Message-----


From: Mujiarto Karuk <mka...@yahoo. com>


Date: Thu, 11 Feb 2010 04:08:59 


To: <syiar-islam@ yahoogroups. com>


Cc: <mualafindonesia@ yahoogroups. com>


Subject: [kmnu2000] Menghindari Hutang Dan Menyegerakan Membayarnya





Assalamualaikum


Warohmatullohi Wabarokatuh


Bismillahirrohmaani rrohiim





Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan


keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;


penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai


Allah terhadap apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan


apa yang diperintahkan. QS. At-Tahrim (66) : 6.





Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada


Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta


orang-orang yang sabar. QS. Al-Baqarah (2) : 153.





Berhutang merupakan kenyataan yang melanda hampir setiap


rumah tangga muslim, Apalagi ketika menjelang hari raya, Agar kita terhindar 
dari


jerat hutang dan tidak menyesal karenanya, mari kita praktikkan nasihat-nasihat


di bawah ini:





Mari kita Renungkan selalu hadits-hadits tentang akibat hutang





Nabi


shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi seorang laki-laki (yang meninggal


dunia) untuk dishalatkan, maka beliau bersabda, artinya:





"Shalatkanlah teman kalian, karena sesungguhnya dia


memiliki hutang." Dalam riwayat lain disebutkan: "Apakah teman kalian


ini memiliki hutang? Mereka menjawab, 'Ya, dua dinar'. Maka Nabi shallallahu


'alaihi wasallam mundur seraya bersabda, 'Shalatkanlah teman kalian!' Lalu Abu


Qatadah berkata, 'Hutang-nya menjadi tanggunganku' . Maka Rasulullah shallallahu


'alaihi wasallam bersabda, 'Penuhilah (janjimu)!, lalu beliau


men-shalatkannya. " HR.


At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih.





Dari


Abu Hurairah radhiallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi


wasallam bersabda:





"Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung karena


hutangnya, sampai ia dibayarkan." HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih.





Dari


Abdullah bin Amr, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:





"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni, kecuali


hutang." HR. Muslim.





"Demi jiwaku yang ada di TanganNya, seandainya ada


seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian ia dihidupkan lagi, lalu


terbunuh lagi, kemudian dihidupkan lagi dan terbunuh lagi, sedang ia memiliki


hutang, sungguh ia tidak akan masuk Surga sampai hutangnya dibayarkan." HR.


An-Nasa'i, hasan.





Jangan berhutang kecuali karena terpaksa





Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun


sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan


melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. QS. An-Nisa


(4) : 40.





Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan


dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat


dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu


merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang


menganiaya diri mereka sendiri. QS. Al-Imran (3) : 117.





Pada


kenyataannya, banyak diantara kita yang berhutang untuk bisa merayakan lebaran,


menyenangkan orang tua dan keluarga, dan lain sebagainya, termasuk agar bisa


menyelenggarakan pesta pernikahan putra putrinya dengan mewah, dan memaksakan


diri, agar dapat memiliki gaya hidup modern, misalnya dengan kredit mobil,


kredit rumah mewah, kredit perabotan-perabotam mahal dsb, Lebih ironi lagi, ada


diantara kita yang berhutang untuk selamatan keluarganya yang meninggal dunia,


karena malu kepada para tetangga jika tidak mengadakan selamatan tersebut, atau


dalam selamatan tersebut makanannya terlalu sederhana.





“Aisyah berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam


membeli makanan dari seorang Yahudi dengan tempo dan beliau memberi jaminan


baju besi kepadanya." HR.


Al-Bukhari.





Ibnul Munir berkata, 'Artinya, seandainya beliau shallallahu


'alaihi wasallam ketika itu memiliki uang kontan, tentu beliau tidak


mengakhirkan pembayarannya. 


(Lihat, Fathul Bari, 5/53).





Bertaqwalah kepada Allah sebelum


dan ketika berhutang.





" …….Dan barang


siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan


dalam urusannya." QS. Ath-Thalaq (65) 4.





Nabi


shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, artinya:





"Barangsiapa mengambil harta orang (berhutang) dan ia


ingin membayarnya, niscaya Allah akan menunaikannya dan barangsiapa berhutang


dengan niat menghilangkannya (tidak membayar), niscaya Allah membuatnya binasa.


" HR. Al-Bukhari.





"Siapa yang meminjam dan sengaja untuk tidak


membayarnya, niscaya ia menemui Allah dalam keadaan sebagai pencuri." (Shahih 
Ibnu Majah, no. 1954, 2/52).





Hutang adalah kesedihan di malam hari dan kehinaan di


siang hari





Mengapa Allah


akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha


Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. QS. An-Nisa (4) : 147.





Banyak


orang yang menyembunyikan diri dari pandangan manusia karena takut bertemu


dengan orang yang menghutanginya, maka dari itu dianjurkan bagi yang


menghutangi untuk meringankan piutangnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi


wasallam bersabda:





"Barangsiapa meringankan hutang orang yang dihutanginya


atau membebaskannya maka ia berada di bawah naungan 'Arasy pada hari


Kiamat." HR. Muslim.





Jangan tertipu oleh promosi dan iklan bank





Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah


dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang


beriman. QS. Al-Baqarah (2)


: 278.





Bank-bank selalu mengiklankan agar orang melakukan


transaksi keuangannya dengan jasa bank, juga mempromosikan mendapatkan kredit


secara mudah dan lain sebagainya, Hal itu karena hasil bank-bank ribawi adalah


dari prosentasi bunga uang yang dipinjamkannya. Semakin lama masa pinjaman


seseorang semakin besar pula keuntungan yang diraup bank, itulah yang


dikehendaki bank. Dan itulah hakikat riba, Allah berfirman, artinya:





"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan


berlipat ganda dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat


keberuntungan. " QS.


Al-Imran (3) : 130.





Nabi


shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:





"Satu dirham uang riba yang dimakan seseorang dan dia


mengetahuinya lebih berat (dosanya) dari-pada 36 kali berzina." (HR. Ahmad, di- 
shahih-kan oleh Al-Albani).





"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sungguh telah


melaknat pemakan riba, pemberi riba, penulis dan kedua saksi atasnya. Beliau


bersabda, 'Mereka itu sama saja'." (HR. Muslim).





Dalam


mu'amalah ribawi, bank selalu mengeruk keuntungan, sedangkan peminjam bisa saja


sewaktu-waktu merugi. Adapun banyaknya bank ribawi yang bangkrut, padahal


secara matematis selalu untung maka hal itu adalah bukti kebenaran firman


Allah:





"Allah


memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang


yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa”. QS. Al-Baqarah (2) : 276.





Berhati hati dengan Pemakaian kartu kredit





Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada


apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari


jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.


Itulah  kesenangan hidup di dunia dan di


sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). QS. Al-Imran (3) : 14.





Di


zaman supra modern ini banyak bertebaran kartu kredit. Pemiliknya bisa membeli


apa saja, karena perusahaan yang mengeluarkan kartu kredit itu menjamin


membayarnya, Secara lahiriah, pelayanan tersebut adalah rahmat, praktis dan


sangat memanjakan. Tetapi ingat, jika mengakhirkan pembayaran untuk beberapa


lama maka hutangnya akan menumpuk ditambah bunganya. Belum lagi pemilik kartu


kredit akan selalu ketagihan untuk berbelanja hingga barang-barang yang tidak


perlu sekalipun. Lalu, jika ia tidak segera membayarnya, maka ia akan


terperosok ke dalam riba.





Hindari membeli secara kredit





Kini


membeli barang-barang secara kredit seperti sudah menjadi simbol zaman ini.


Padahal ia adalah fenomena yang salah. Orang yang telah membeli secara kredit


apalagi dengan nilai nominal yang tinggi- kelak akan menyesal. Sebab misalnya,


orang yang membeli mobil secara kredit, dia akan membayar kira-kira dua kali 
lipat


dari harga biasanya. Dan semakin lama masa kreditnya semakin berlipat pula yang


harus ia bayar.





Jangan termakan oleh paham yang menyesatkan





Sebagian


orang ada yang berpendapat, orang yang tidak memiliki hutang adalah orang yang


diragukan kejantanannya. Bahkan mereka mengolok-olok kawannya yang memiliki


hutang sedikit





Syaikh


Muhammad Al-Utsaimin, berkata: "Tidak diragukan lagi, ini adalah keliru.


Bahkan hina tidaknya seseorang tergantung pada hutangnya. Siapa yang tidak


memiliki hutang maka dia adalah orang mulia dan siapa yang memiliki hutang maka


dialah orang yang hina. Karena sewaktu-waktu orang yang menghutanginya bisa


menuntut dan memenjarakannya. Ia adalah orang yang sakit dan menginginkan semua


orang sakit seperti dirinya. Karena itu, orang yang berakal tidak perlu


mem-pedulikannya. "





Berlindung kepada Allah dari tidak bisa mem-bayar hutang





Rasululah


shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak do'a:





"Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kegelisahan dan


kesedihan, dari kelemahan dan kemalas-an, dari sifat pengecut dan bakhil serta


dari tidak mampu membayar hutang dan dari penguasaan orang lain." (HR. 
Al-Bukhari).





Dari


Aisyah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalatnya berdo'a:





"Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari dosa dan


hutang." 





Maka seseorang bertanya, 'Wahai Rasulullah, betapa sering


engkau berlindung dari hutang? Maka beliau menjawab, 'Sesungguhnya bila


seseorang itu berhutang akan berdusta dan berjanji tetapi ia pungkiri.' (Fathul 
Bari, 5/61).





Muliakanlah tamu tanpa berlebihan





Sebagian orang begitu sangat memuliakan tamunya. Mereka


berusaha untuk membeli berbagai makanan untuk menjamu tamunya tersebut, meski


terkadang dengan menghutang. Syari'at Islam mengajarkan agar kita memuliakan


tamu, tetapi juga menekankan untuk tidak boros. Allah berfirman, artinya:





"………Dan janganlah kalian berlebih-lebihan (boros), sesungguhnya


Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. " QS. Al-An'am (6) : 
141.





Jangan membebani diri melebihi kemampuan





Sebagian


orang ada yang memaksakan diri, misalnya pergi haji dengan menjual rumah atau


sawah tempat penghasilannya sehari-hari, sehingga sekembali dari haji ia


menjadi orang yang terlunta-lunta dan sengsara. Padahal Allah berfirman,


artinya:





"……….Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan


kemampuannya. " QS.


Al-Baqarah (2) : 286.





Bahkan dalam masalah haji, secara khusus Allah berfirman,


artinya: 





"……..Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah,


yaitu atas orang-orang yang mampu melakukan perjalanan ke Baitullah." QS. Ali 
Imran (3) : 97.





Mempertimbangkan untung-rugi sebelum berusaha





Sebagian


orang begitu melihat kawannya sukses dengan usaha tertentu serta merta ia


terjun di bidang yang sama. Tidak diragukan lagi bahwa semua ada dalam taqdir 
Allah,


tetapi membuka usaha tanpa pertimbangan matang adalah salah satu sebab kerugian


dan terjerat hutang.





Program membayar pinjaman





Di


antara hal yang membantu menyelesaikan hutang adalah membayarnya secara


berkala. Bayarlah pinjaman itu berangsur dan jangan menganggap remeh karena


sedikit yang dibayarkan. Hal ini insya Allah akan membantu menyelesaikan hutang


secepatnya. (ain).





Disadur


dari kitab hatta la taghriq fid duyun, Adil Muhammad Alu Abdil Ali.





 





Sumber


http://www.alsofwah .or.id/index. php?pilih= lihatannur& id=119





Ditambah


dan disempurnakan sesuai Al-Qur’anulkarim





 





Wassalamualaikum


Wr Wb





 





http://www.4shared. com/dir/27529881 /e13c4f1d/ Mujiarto_ Karuk.html





Bagi saudara saudaraku yang


menginginkan kumpulan Khutbah Jum’at setahun, sebagai bahan baik bacaan bagi


yang ingin belajar khutbah jum’at, dipersilahkan dan semoga berkenan berkunjung


pada alamat url tersebut diatas kami juga sangat berterimakasih bila saudara 
berkenan


mendownload file yang kami sediakan dan membagikan kembali kepada saudara kita


yang membutuhkan, semoga bermanfaat, dan semoga menambah sebagai amal jariah


bagi kita semua. Aamiin Yarobbal Alamiin.








      





[Non-text portions of this message have been removed]










[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  











      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke