Ya, sudah saya coba kirim. Moga-2 bisa diterima lengkap. Insya Allah



________________________________
From: enhidayat <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, March 25, 2010 3:18:24 PM
Subject: Re: [kmnu2000] (OOT) Begini Cara Penjahat Mengintip Kartu ATM: Tolong 
kirim ke Japri

  
Saya juga mau info ini, lengkap dengan gambarnya. trims 

-------Original Message----- --

From: Mujiarto Karuk
Date: 03/24/10 09:04:03
To: sofwan nadi
Cc: kmnu2...@yahoogroup s.com
Subject: Re: [kmnu2000] (OOT) Begini Cara Penjahat Mengintip Kartu ATM:
Tolong kirim ke Japri


Waalaikumussalam Warohmatullohi Wabarokatuh
Terimakasih Pak Sofwan Nadi (Maaf bila salah) atas informasinya, bagi
saudara ku yang ingin mendapatkan dan melihat lampiran foto foto cara kerja
kejahatan yang Alhamdulillah sudah banyak yang tertangkap dan diproses
sesuai hukum yang berlaku, namun demikian kita tetap harus waspada, saya
siap mengirim ulang pada alamat email saudara.

Salam

Mujiarto Karuk

--- On Tue, 3/23/10, sofwan nadi <de_a...@yahoo. com> wrote:

From: sofwan nadi <de_a...@yahoo. com>
Subject: Re: [kmnu2000] (OOT) Begini Cara Penjahat Mengintip Kartu ATM:
Tolong kirim ke Japri
To: "Mujiarto Karuk" <mka...@yahoo. com>
Date: Tuesday, March 23, 2010, 5:37 PM

Ass wr wb.
Pak Muji, tolong kirimkan lagi email Bapak ke japri saya: de_a...@yahoo. com

Soalnya di kmnu2000 gambar atau attachment dihapus.

Terima kasih.

Salam hormat.

From: Mujiarto Karuk <mka...@yahoo. com>
To: alamisl...@yahoogro ups.com; arab-i...@yahoogrou ps.com;
assun...@yahoogroup s.com
Cc:
tahajjud_call@ yahoogroups. com; rumahi...@yahoogrou ps.com
Sent: Tue, March 23, 2010 5:14:15 PM
Subject: [kmnu2000] (OOT) Begini Cara Penjahat Mengintip Kartu ATM Saudara
Waspada Penipuan Lainya



Karena maraknya peristiwa hilangnya saldo di tabungan beberapa nasabah di 

beberapa Bank akhir-akhir ini. Rasanya sudah saatnya bagi kita untuk
mengetahui 

bagaiaman cara penjahat (skimmer) melakukan hal tersebut. Sebagai bahan 

pertimbangan bagi kita untuk lebih waspada. 

Saudara pasti sudah tahu ini 

adalah ATM (Anjungan Tunai Mandiri atau Automated Teller Machine) 

alias mesin tempat kita mengambil uang.

Kalau gambar dibawah ini coba perhatikan baik-baik (Bagian atas layar 

monitor mesin ATM) :

Coba kita lihat lebih dekat lagi :

Hanya terlihat seperti titik hitam biasa??

Ternyata itu adalah sebuah kamera yang dipasang untuk merekam Anda 

saat memasukkan PIN ATM.

Bagaimana dengan yang satu ini:

Terlihat seperti slot biasa untuk 

memasukkan kartu ATM Saudara ?

Coba lihat lebih dekat lagi

Alat apakah ini?

Ternyata sebuah alat untuk proses Skimming, merekam data yang ada pada 

kartu Saudara

Alat perekam itu biasanya ditempelkan pada slot asli untuk memasukkan 

kartu. Dibeberapa kasus menggunakan keypad palsu yang ditempelkan diatas 

keypad angka asli pada ATM tersebut untuk merekam PIN yang Saudara masukkan.

Keypad palsu (untuk merekam tekanan tombol PIN ATM Saudara) dilihat dari 

atas-beserta alat untuk mengcopy data dari kartu Saudara.

Keypad palsu (untuk merekam tekanan tombol PIN ATM Anda) dilihat dari 

bawah-beserta alat untuk mengcopy data dari kartu Saudara.

Posisi lain kamera dan alat untuk proses Skimming 

:

Lihat baik-baik, ada yang aneh diatas layar monitor ATM? Sekilas 

tidak terlihat kan karena posisi kita biasanya lebih tinggi dari layar
monitor 

ATM.

Setelah dicek ternyata atasnya ada alat untuk rekam Saudara saat memasukkan 

PIN.



Berikut ini contoh yang lain:

1. Memasang alat untuk membaca data pada kartu ATM Saudara (biasanya
ditempel 

pada slot tempat memasukkan kartu ATM Saudara).

Dan hasilnya seperti gambar dibawah ini

(LIHAT baik-baik apakah Saudara sadar kalau pada slot memasukkan kartu ATM 

tersebut ada yang janggal..SULIT untuk terdeteksi bukan).



2. Memasang alat untuk merekam penekanan PIN kartu ATM Saudara.

Lihat gambar diatas : Sebuah kotak brosur biasa..??!!

Sebuah kamera 

pengintai (dalam berbagai bentuk tempat agar tidak ketahuan, ada yang sepeti


batang besi,speaker, dll)

Rapi sekali bukan, Kita mungkin sulit untuk menyadarinya. 

Sekarang bisa kita lihat bagaimana mudahnya 

alat-alat tersebut di pasang. Minimal sebelumnya hanya butuh ditambahkan
selotip 

2 sisi yang kuat (3M), tidak perlu obeng dan perkakas-perkakas lainnya itu 

sebabnya kemungkinan besar bisa luput dari perhatian kamera pengawas. Tapi 

kemungkinan terjadinya lebih kecil bila ATM-ATM tersebut berada di area
cakupan 

Bank.

Berikut ini beberapa tips yang mungkin 

dapat menambah kewaspadaan Saudara :

Perhatikan kondisi ATM yang akan dipakai, para penjahat ini jarang beraksi
di 

ATM-ATM yang berada dicakupan Bank karena biasanya ada satpam maupun kamera
yang 

siap untuk merekam setiap gerak-gerik di lokasi tersebut.

Bila memang 

dalam kondisi ramai, lihat-lihat juga ke arah sekeliling Saudara, pastikan
tidak 

ada hal yang mencurigakan, baik itu benda maupun manusia. Itulah juga maksud


dibuatnya kaca cembung kecil untuk melihat ke arah belakang yang di taruh
pada 

mesin-mesin ATM.

Saat akan menekan PIN, pastikan jari Saudara terlindungi 

dari sisi-sisi yang diperkirakan bisa terlihat. Satu tangan menekan tombol
dan 

tangan lain untuk menutupi. Beberapa Bank sudah membuat penutup pada bagian 

tombol PIN ATM untuk mencegah konsumennya lupa melakukan hal tersebut.
Beberapa 

Bank juga telah membuat alat khusus pada slot masukan kartu ATM Anda
sehingga 

mungkin mempersulit alat untuk skimming pada ATM-ATM yang sudah diprotect 

tersebut.

Saudara bisa memasukkan password yang salah, sebelum memasukkan 

password benar untuk mengecoh bila dikuatirkan ada Keypad palsu yang
digunakan 

untuk merekam dan juga dapat mengecoh kamera pengintai.

Bila terjadi 

masalah seperti kartu Saudara "tertelan" di mesin ATM, JANGAN PANIK. Bila
ada orang 

asing yang menganjurkan Saudara untuk memasukkan password JANGAN DILAKUKAN,
cobalah 

untuk menekan tombol cancel / batal dan bila kartu masih belum keluar
datangi 

lokasi terdekat Bank Saudara & selalu siap dengan menyimpan nomer 

operator / call center dari Bank Saudara pada notes ataupun 

handphone.

Karena dibeberapa kasus ada yang sengaja menempelkan nomer 

palsu pada badan ATM yang ternyata adalah nomer telpon palsu (sindikat dari 

penjahat tersebut). Harap untuk rutin mengganti PIN ATM Saudara. Periksa 

saldo tabungan Saudara setiap saat.

Jadi mulai sekarang tidak usah terlalu 

kiatir sekali untuk bertransaksi melalui mesin ATM, yang penting tetap
teliti 

dan waspada dengan kejanggalan- kejanggalan yang ada.

Sumber :

www.kaskus.us

Dan Juga Kepada seluruh warga masyarakat, bahwa saat ini sering terjadi
penipuan kupon undian berhadiah, yang mengatasnamakan Kapolda Metro Jaya,
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Kepala Bidang Humas Polda Metro
Jaya yang bekerjasama dengan produk perusahaan sabun, sampo, dan lain-lain.
Modus penipuan tersebut, Pelaku memasukkan Kupon / Surat Pemberitahuan
Sebagai Pemenang Undian berhadiah di dalam bungkus produk Sabun, Shampo,
Wafer Tanggo, Coklat Silverquin dan lain-lain, seolah-olah korban mendapat
hadiah kendaraan dan diminta mengirimkan sejumlah uang sebagai biaya
administrasi kendaraan. Untuk meyakinkan korban, di kupon tersebut tertera
nama, foto berikut nomor telpon / hp Kapolda Metro Jaya dan atau Direktur
Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan atau Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya
yang semuanya palsu Untuk itu diberitahukan bahwa Pihak Kepolisian atau
Polda Metro Jaya, tidak pernah mengadakan kerja sama dengan perusahaan
manapun untuk

mengadakan undian berhadiah dan diminta masyarakat untuk lebih waspada dan
berhati-hati serta dihimbau bila mendapatkan serta menemui hal tersebut
diatas agar menginformasikan terlebih dahulu ke Bidang Humas Polda Metro
Jaya dengan Nomor Telpon 021-5234017, 5234463, 5234192 atau Faximili
021-5709250. dan Dit Lantas Polda Metro Jaya dengan Nomor Telpon 021-5708013
5234009 atau Hp 08161600964. atau sms 1717 dan Admin http://www.metro.
polri.web. id/ (021) 5234173

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke