Lama-lama kok gerah juga melihat argument sarkastik Pak Abdul.
Mbok ya lebih teliti memilih sampel peristiwa.
Pada peristiwa Koja Rabu (14/04/2010) Habib Rizieq sempat datang
ke lokasi,
naik ke atas mobil satpol pp, meminta kerusuhan dihentikan.
Meski akhirnya bentrok kembali pecah karena ribuan satpol pp
meringsek lagi ke makam.
Apakah ketidaksamaan persepsi
akan membuat anda melakukan generalisir dan stigma tertentu?
Coba baca link berikut ini:
http://inilah.com/news/read/politik/2010/04/14/461541/habib-rizieq-bantu-massa-mbah-priok-polisi-mundur/
http://www.warta-ummat.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1030:hasyim-sengketa-makam-mbah-priok-harus-diselesaikan-dengan-jalan-tariqoh&catid=108:umum&Itemid=419
Saya kira Ulil Abshar pun lebih beretika dan berbobot dalam
beropini.
Salam.
[Non-text portions of this message have been removed]