Kutipan: "Muhammadiyah, kata Din, tentu mengambil hikmah dan pelajaran dari 
ormas lain yang telah menggelar forum permusyawaratan terlebih dulu."

Insya Allah yang dimakasud dengan "ormas lain" ini adalah NU.

http://hidayatullah.com/berita/lokal/11490-muhammadiyah-jangan-jadi-subordinat-kekuasaan

Muhammadiyah Jangan Jadi Subordinat Kekuasaan
Friday, 23 April 2010 10:23 Nasional

Muhammadiyah tetap memegang komitmen moral sehingga tidak akan mudah 
terpengaruh


Hidayatullah.com--Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta, Juli mendatang, 
secara rasional mungkin saja akan diintervensi oleh kepentingan luar, 
terutama politi kekuasaan.

Demikian dikemukakan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din 
Syamsuddin usai pertemuan dengan KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Rabu.


"Ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah adalah sesuatu yang sangat berharga 
sehingga wajar ada pihak lain yang berkepentingan, terutama yang di ranah 
politik kekuasaan," katanya.


Namun demikian, ia yakin pengurus Muhammadiyah tetap memegang komitmen moral 
sehingga tidak akan mudah terpengaruh, apalagi jika intervensi itu mengarah 
pada upaya adu domba.


Muhammadiyah, kata Din, tentu mengambil hikmah dan pelajaran dari ormas lain 
yang telah menggelar forum permusyawaratan terlebih dulu.


"Kalau sampai intervensi berhasil, organisasi kita jadi subordinat 
kekuasaan, ini musibah besar bagi organisasi Islam," katanya.


Din menambahkan, organisasi seperti NU dan Muhammadiyah yang berusia lebih 
tua dari negara Indonesia idealnya dijadikan sebagai mitra, bukan 
dikooptasi.


Ia sendiri memosisikan Muhammadiyah sebagai mitra strategis bagi pemerintah. 
Artinya, mendukung jika kebijakannya benar dan mengkritik jika melenceng 
dari kebenaran dan keadilan.


"Prinsipnya amar ma`ruf nahi munkar, itu tetap kita lakukan sejak saya 
terpilih sebagai ketua umum," katanya.


Siap lengser Din juga menyatakan kesiapannya jika tidak terpilih kembali 
sebagai ketua umum PP Muhammadiyah. "Saya legowo jika tidak terpilih dan 
digantikan. Itu risiko karena jabatan itu amanat," katanya.


Ia pun akan tetap mengabdi di Muhammadiyah meski tidak menyandang jabatan 
apa pun. "Kita masih punya lahan di Muhammadiyah untuk mengabdi," katanya.
Terkait pertemuan dengan Hasyim, menurut Din, hanya silaturahmi. Selain 
sesama alumni Pesantren Gontor, keduanya juga presiden di Konferensi Dunia 
Agama-agama untuk Perdamaian (WCRP).


Ia pun mengundang Hasyim Muzadi hadir sekaligus menjadi pembicara dalam 
muktamar Muhammadiyah nanti. Menurutnya, warga Muhammadiyah sangat 
mengapresiasi upaya Hasyim merekatkan hubungan NU-Muhammadiyah selama 
menjabat ketua umum PBNU.


Di tempat terpisah, pengamat sosial keagamaan dari Universitas Islam Negeri 
Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Abdul Munir Mulkhan mengatakan, pucuk 
pimpinan Muhammadiyah perlu menguasai dan menyadari politik kebangsaan, 
tetapi menjauhkan diri dari permainan politik kekuasaan, katanya.


"Dengan demikian, Muhammadiyah bisa didengar semua pihak karena dipercaya 
tidak memiliki agenda politik praktis," katanya pada diskusi Muhammadiyah 
dan Budaya Politik Kekuasaan di Yogyakarta, Kamis.


Menurut dia, politik kebangsaan adalah tindakan Muhammadiyah berupa gagasan 
atau aksi konkret dalam mempengaruhi pengambil kebijakan dan kekuatan 
politik bagi peningkatan kesejahteraan hidup manusia sebagai warga bangsa 
atau warga dunia tanpa memandang agama dan etnis.


"Hak asasi manusia (HAM), hak politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hak adat 
lain merupakan persoalan strategis bagi pengembangan politik kebangsaan 
Muhammadiyah," katanya. [pel/hidayatullah.com] 



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke