Bukannya koruptor kakap itu  semacam edy tamzil, Anggodo dan sebangsanya, yg 
sipit2 itu. Biasanya koruptor itu sembunyinya di Singapura, kasihan negaraku 
Indonesia dihuni orang2 yg melecehkan bangsanya sendiri dan cinta singapura, 
amerika dll. hehe knp gak pergi kesana, apa gak punya duit??



 

--- On Thu, 4/29/10, Kartono Mohamad <[email protected]> wrote:

From: Kartono Mohamad <[email protected]>
Subject: Re: [kmnu2000] (Ani Yudhoyono menantang!!) Istana larang Jilbab Untuk 
Reporter AntaraTV
To: [email protected]
Date: Thursday, April 29, 2010, 2:19 AM







 



  


    
      
      
      Itulah kenyataan yang menyedihkan. singapura penduduk muslimnya sedikit,

demikian juga Swedia, Norwegia, Swiss. Korupsinya juga sedikit. Korelasi

atau ada sesuatu yang salah di kalangan umat Islam? Jangan selalu salahkan

kaum kapitalis atau yahudi, dsb. 


KM 


 


 


 


 


-------Original Message----- --


 


From: alai nadjib


Date: 29/04/2010 8:57:58


To: kmnu2...@yahoogroup s.com


Subject: Re: [kmnu2000] (Ani Yudhoyono menantang!!) Istana larang Jilbab

Untuk Reporter AntaraTV


 


  


Pak Ton,


 


kalau penduduk muslimnya sedikit, mungkin korupsinya juga sedikit he2....


 


 


 


Ala'i


 


 


 


 





--- On Thu, 4/29/10, Kartono Mohamad <kmj...@indosat. net.id> wrote:





From: Kartono Mohamad <kmj...@indosat. net.id>


Subject: Re: [kmnu2000] (Ani Yudhoyono menantang!!) Istana larang Jilbab

Untuk Reporter AntaraTV


To: kmnu2...@yahoogroup s.com


Date: Thursday, April 29, 2010, 3:16 AM





Bagian yang tidak enak di posting ini adalah kalimat "Indonesia dengan


penduduk muslim terbesar di dunia". Selain membosankan untuk


didengung-dengungka n, juga ternyata tidak klop jika diingat "Indonesia


sebagai negara terkorup di dunia". Jumlah yang besar tanpa diikuti mutu yang


baik, ya seperti buih di atas ombak saja.


KM 





-------Original Message----- --





From: Abdul Ghofur


Date: 29/04/2010 0:27:50


To: K-M-N-U


Subject: [kmnu2000] (Ani Yudhoyono menantang!!) Istana larang Jilbab Untuk


Reporter AntaraTV





http://polhukam. kompasiana


com/2010/04/ 28/istana- larang-jilbab- untuk-reporter- antaratv/





Istana larang Jilbab Untuk Reporter AntaraTV





(KompasianaBaru- Jakarta) Istana kepresidenan bertingkah lagi, kali ini


mereka mengharuskan wartawan wanita salah seorang reporter AntaraTV untuk


melepaskan jilbabnya saat wawancara dengan Ibu Presiden Ani Yudhoyono.


Jilbab merupakan salah satu penutup kepala untuk seorang wanita muslim, aneh


kalangan protokoler berbuat begitu, kita perhatikan biasanya kalangan wanita


yang bertugas di Istana mereka mengenakan jilbab mereka, apakah karena ini


wawancara dengan Ibu Ani jadi harus dibuka jilbabnya?





Ini terjadi pekan-pekan kemarin, dari salah satu sahabat yang menyaksikan


siaran AntaraTV tersebut mengatakan,”Dengan bu Ani jilbab harus dibuka toh…?


hehehe…selamat dg pengalaman pertamax, pada hari Rabu, 21 April jam 14:57,”


Reporter AntaraTV yang menjadi “Korban” tersebut yaitu Zulek Zulaikha


mengaku stess dengan aturan protokoler tersebut, “Jelek ya, aku sadar kok


“ngga” banget dah stress dengan aturan protokoler, pada hari Rabu, 21 April


jam 16:00, “





Bagaimana bisa ini terjadi di negara Indonesia yang penduduk muslimnya


terbesar di dunia? Sedangkan di negara Eropa yang masyarakat muslimnya


minoritas mati-matian mempertahankan jilbabnya, tetapi di indonesia malah


disuruh buka. Apalagi aksi-aksi pelajar yang baru lulus dari sekolah, mereka


juga seenaknya melepaskan jilbab karena sudah lulus dari sekolah. Aksi Buka


Jilbab Warnai Konvoi Kelulusan Siswa, Aksi membuka jilbab mewarnai konvoi


kelulusan siswa/siwi SMA/MA dan SMK di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pekan


yang lalu. Siswi yang biasanya diharuskan menggunakan jilbab, saat konvoi


tidak lagi menggunakan jilbab. Bahkan jilbab para siswi ini dijadikan


bendera sambil berboncengan dengan teman laki-laki mereka.





Para siswi ini juga merayakan kelulusan dengan menggunting rok. “Pakaian ini


sudah tidak akan saya pakai lagi, karena sudah lulus,” kata salah seorang


siswi SMA di Jalan Pintu Gerbang, dengan wajah ceria. Aksi lepas jilbab dan


gunting rok para siswa SMA di Pamekasan ini merupakan salah satu aksi yang


dilakukan para siswa dalam merayakan kelulusan ujian nasional (UN) di


Kabupaten Pamekasan. Selanjutnya para siswa ini bergabung dengan rombongan


konvoi lain yang terpusat di jalan Kabupaten depan kantor rumah Dinas Bupati


Pamekasan. Dari lokasi ini, para peserta konvoi kemudia bergarak menuju


Jalan Trunojo Pamekasan. “Kami akan merayakan kelulusan di pantai Camplong


Sampang,” kata salah seorang peserta konvoi Ainur.





Remaja dengan rambut dicat warna merah mengaku, di pantai Camplong para


siswa akan melakukan balapan bersama para siswa dari Kabupaten Sampang.


Sementara para siswi yang sudah melakukan aksi lepas jilbab dan gunting rok


juga terlihat bersama rombongan peserta konvoi. Bahkan ada yang berboncengan


dengan cara berdiri.





Kita perlu baca pemikiran-pemikiran segar agar mampu menjelaskan fenomena


‘aksi buka jilbab’ ini. Dunia Indonesia di masa depan adalah milik mereka.


Jika mereka melakukannya sekarang bapak-bapak dan ibu guru serta senior


memang jelas akan membuat mereka tidak berkutik. Mereka memang tidak


berkutik, tetapi pasti masih akan hidup dan menjadi besar seperti


bapak-bapak dan ibu-ibu.  Namun ketika  kemudian mereka sudah saatnya


menjalankan era kepemerintahan mereka, maka mereka akan muncul dengan dunia


baru yang mereka kehendaki.





“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan


istri-istri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh


tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,


karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha


Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).





Akhir-akhir ini terdapat fenomena islamophobia di negara-negara Eropa marak,


mulai dari kartun pelecehan Nabi saw. di Denmark hingga larangan membangun


menara masjid di Swiss.  Termasuk di antara ekspresi Islamophobia adalah


adanya larangan jilbab seperti yang terjadi di Perancis dan pembunuhan


seorang wanita muslimah Mesir di tengah persidangan pengadilan di Jerman


lantaran membela kehormatan dirinya sebagai wanita berjilbab.





Dari Eropa dilaporkan bahwa Presiden Prancis Nicolas Sarkozy akan mengajukan


Rancangan Undang-Undang mengenai larangan memakai burqa ke parlemen Mei


mendatang. Juru bicara Luc Chatel, Rabu 21 April 2010, mengatakan,” Sarkozy


akhirnya memutuskan terus maju untuk mengesahkan larangan pemakaian jilbab


dan semacamnya di tempat umum.”





Ini merupakan langkah politis pertama yang diambil Sarkozy mengenai larangan


tersebut meski berulang kali dia menegaskan bahwa pakaian seperti burka dan


niqab mengekang perempuan dan tidak bisa diterima di Prancis, negara dengan


pemerintahan sekuler. Sarkozy menekankan bahwa segala sesuatu harus


dilakukan tanpa membuat seseorang merasa terstigma. Menurut Sarkozy, pakaian


tertutup perempuan muslim tidak menimbulkan persoalan agama, tetapi


mengancam martabat perempuan.





Prancis merupakan kediaman populasi muslim terbesar di Eropa barat. Hanya


sedikit sekali perempuan Prancis muslim yang mengenakan kerudung yang


menutupi seluruh wajah, tetapi isu pencekalan ini diperdebatkan karena


terkait dengan identitas nasional, hak umat beragama di masyarakat sekuler


Prancis, dan integrasi penduduk imigran Prancis.  ”Denmark adalah masyarakat


demokratis dan terbuka di mana kita melihat muka orang yang berbicara dengan


kita, entah itu di ruang kelas atau di tempat kerja,” lanjutnya. “Itulah


kenapa kami tidak ingin melihat garmen itu dalam masyarakat Denmark,”


ujarnya.





Rasmussen mengatakan,”Pemerintahannya yang berhaluan tengah-kanan sedang


mencari cara untuk membatasi pemakaian burka dan niqab tanpa melanggar


konstitusi negara Skandinavia tersebut.” Pernyataan Rasmussen dikeluarkan


satu hari setelah sebuah laporan dari University of Copenhagen mengenai


jumlah pemakai burka di Denmark dipublikasikan. Jumlah perempuan pemakai


burka disebutkan sangat jarang. Sedangkan perempuan muslim pemakai niqab ada


sekitar 100 hingga 200 orang.





Sekitar 100.000 perempuan muslim tinggal di Denmark. Jumlah itu mewakili


sekitar 1,9 persen populasi keseluruhan Denmark yang berjumlah 5,5 juta


jiwa. Sekitar 0,15 persen perempuan muslim mengenakan niqab. Denmark pernah


memiliki hubungan buruk dengan negara-negara muslim akibat diterbitkannya


kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad pada 2005. Sejumlah negara di Eropa


seakan berlomba. Secara simultan, mereka mengusung pelarangan cadar dan


jilbab. Belgia, misalnya, telah mengusung larangan pemakaian cadar dan


pakaian Islam lainnya yang sepenuhnya membalut tubuh perempuan Muslim.





Sebelumnya, Prancis juga mendorong larangan yang sama. Demikian pula, dengan


Belanda. ”Sebagian besar partai mendukung larangan ini,” kata Leen Dierick,


seorang anggota parlemen Belgia dari kubu konservatif. Ia mengatakan, usulan


pelarangan cadar telah mendapatkan dukungan mayoritas anggota parlemen.


Diharapkan, kata Dierick, pada Juli mendatang usulan rancangan itu akan


menjadi undang-undang. Jika telah berlaku efektif, pelarangan bagi perempuan


Muslim mengenakan pakaian yang sepenuhnya menutup tubuh dan wajahnya berlaku


di tempat-tempat publik, termasuk di jalan.





Selama ini sejumlah pemerintah kota di Belgia memberlakukan larangan pada


pakaian semacam itu. Namun pemerintah lokal belum sepenuhnya menerapkan


kebijakan tersebut. ”Intinya adalah keamanan publik, bukan karena


pertimbangan kebebasan agama,” kata Dierick. Namun, ada beragam alasan dalam


upaya pelarangan itu. Munculnya simbol-simbol Islam, seperti jilbab termasuk


cadar, dikhawatirkan menggerus identitas sebuah negara. Alasan ini berbaur


dengan keluhan bahwa imigran, yang sebagian besar Muslim, telah mengurangi


kesempatan kerja warga asli negara Eropa.





Anggota parlemen Belgia, Filip Dewinter mengatakan ,”kebanyakan politisi


mendukung pelarangan cadar dan pakaian semacamnya karena khawatir kehilangan


dukungan.” Bahkan kubunya merupakan pihak yang pertama kali mengajukan


usulan itu. Persoalan dukungan politik juga menjadi alasan Freedom Party


yang dipimpin oleh Geert Wilders melakukan sikap anti-Islam, termasuk


mendorong pelarangan pemakaian jilbab. Partai tersebut berharap akan


mendulang semakin banyak dukungan, terutama untuk mendapatkan kursi di


parlemen.





Wilders dan para pendukungnya menyatakan, Muslim mengancam nilai-nilai Eropa


dengan mengenakan jilbab dan cadar. Di sisi lain, Wakil Presiden Belgian


Muslim Executive, Isabelle Praile, mengatakan, larangan cadar sebenarnya tak


perlu. Sebab, hanya sedikit perempuan Muslim yang mengenakan cadar. Langkah


ini justru hanya menunjukkan adanya rasa Islamofobia. ”Bagi Muslim di Eropa,


sebenarnya persoalan ekonomi, biaya hidup, dan perumahan yang layak menjadi


isu yang lebih penting daripada mengkhawatirkan larangan cadar,” kata


Praile.





Umar Mirza, seorang editor sebuah situs Muslim Belanda,  We’re Staying Here


, mengatakan, “Masih terjadinya perdebatan mengenai jilbab menunjukkan


komunitas Muslim belum sepenuhnya diterima.” Padahal di Inggris, mereka


membuat seragam khusus bagi perempuan berjilbab. Menurut dia, ini


menunjukkan kemauan baik dari pemerintah dan meningkatkan partisipasi Muslim


di dalam masyarakat. Solidaritas pun datang dari para perempuan Afghanistan.


Seorang aktivis perempuan, Shinkai Karokhail, mengatakan, ada standar ganda


yang dilakukan negara-negara Eropa dalam pelarangan jilbab dan cadar. Mereka


mengaku negara demokratis, tetapi menetapkan batasan pada perempuan


Muslim. ”Negara-negara demokratis mestinya tak melakukan kediktatoran, dan


perempuan Muslim seharusnya juga tak dihalangi untuk berkesempatan


mengenakan pakaian yang diyakininya. Semua sepatutnya didasarkan pada


keputusan para perempuan itu sendiri,” kata Karokhail.





Gejala Islamophobia ini tidak hanya terjadi di negara-negara Eropa dimana


umat Islam minoritas di sana, namun juga terjadi di Indonesia, negara


berpenduduk muslim terbesar di dunia.  Gejala pelarang jilbab ini sudah


marak pada tahun 1980an, dan kini mulai muncul kembali.  Terutama hal ini


terjadi di berbagai perusahan swasta yang dimiliki oleh orang-orang non


muslim.  Sebut saja kasus di Probolinggo, kasus Rumah Sakit Mitra Keluarga


Bekasi serta Rumah Sakit Mitra Internasional (RSMI) Jatinegara Jakarta.





Dahulu RSMI melarang sama sekali pegawainya mengenakan kerudung dan jilbab.


Namun berkat perjuangan dari para karyawati berjilbab, pihak manajemen RSMI


akhirnya membuat seragam yang mengakomodasi jilbab, bahkan pihak RSMI


meminta sertifikat syariah kepada MUI untuk jilbab yang mereka disain untuk


pakaian seragam muslimah karyawati mereka.  Hanya saja dalam SOP pakaian


seragam karyawati mulimah tersebut ditetapkan bahwa para karyawati muslimah


berjilbab wajib memasukkan kerudung (dalam bahasa Arab kata kerudung disebut


khimar, bentuk jamaknya khumur) mereka  ke dalam  baju mereka.  Inilah yang


menjadi pangkal persoalan dari tindakan skorsing dan akan dilanjutkan dengan


pemecatan oleh RSMI kepada tiga orang karyawati mereka yang menolak


memasukkan kerudung mereka ke dalam baju mereka.





Masalah pemecatan ketiga karyawati RSMI yang telah dikenakan skorsing akibat


menolak memasukkan kerudung ke dalam baju mereka telah menjadi sengketa


ketenaga kerjaan dan DIsnaker Jakarta Timur menyatakan bahwa tindakan


pemecatan ketiga karyawati tersebut dengan alas an tersebut dianggap


melanggar UU Ketenagakerjaan karena masalah memasukkan kerudung dalam baju


yang terdapat dalam SOP belum dimasukkan dalam Perjanjian Kerja Bersama


(PKB) sehingga Disnaker menganjurkan agar tidak terjadi pemecatan  Dan


ketika masalah ini telah mendapatkan liputan media massa serta telah


mendapatkan reaksi keras masyarakat, khususnya para aktivis ormas-ormas


Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI), pihak RSMI menyampaikan


bahwa mereka akan memenuhi ajuran Disnaker Jakarta Timur, yakni akan


mempekerjakan kembali ketiga karyawatinya dengan memenuhi PKB baru antara


RSMI dengan serikat pekerja RSMI.





Tentu sikap yang kelihatan “melunak” dari RSMI perlu diwaspadai mengingat


dalam PKB yang baru tentunya SOP yang mewajibkan karyawati muslimah


berjilbab memasukkan kerudungnya ke dalam baju seragam mereka.  Artinya,


ketiga karyawati yang kena masalah tersebut toh akhirnya akan dipecat dan


pihak RSMI dinyatakan tidak melanggar UU Ketenagakerjaan.





Semoga aturan protokoler Istana yang salah harus diubah, tidak bisa mereka


bertindak sewenang-wenang begitu saja melarang wartawan wanita AntaraTV,


Zulek Zulaikha untuk membuka jilbabnya.





------------ --------- --------- ------





____________ _________ _________ _________ _________ _________ _


http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan


KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.


~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~


Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda


harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:


kmnu2000-unsubscrib e...@yahoogroups. com


Yahoo! Groups Links





____________ _________ _________ _________ _________ _________ _





Internal Virus Database is out of date.


Checked by AVG - www.avg.com


Version: 8.5.435 / Virus Database: 271.1.1/2727 - Release Date: 03/06/10


19:34:00





[Non-text portions of this message have been removed]





------------ --------- --------- ------





____________ _________ _________ _________ _________ _________ _


http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan

KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.


~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~


Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda

harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 


kmnu2000-unsubscrib e...@yahoogroups. com 


Yahoo! Groups Links





[Non-text portions of this message have been removed]











 



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke