Arland, Bismilahirahmanirarhiim.Hati hati dgn kitab2 Sejarah, rekayasa 
penulis2...yang bisa menyesatkan para pembaca danb pengamat.

Banyak sekali kitab2 sejarah di cetak oleh para ilmu2an di Arab.
Ada versi yang mengatakna bahwa Khalifah Umar itu adalah sosok seorang pimimpin 
yang ==tegas dan keras== terhadapt orang2 yang non Islam dan orang2 islam yg 
tidak sepaham dgn mereka.

Ada versi Khlaifah sebagai seorang pemimpin yang telah lembut setelah masuk 
agama islam dan mengikuti akhlaqnya Rasul ; yang toleransi, sabar, dan santu.

Saya amati ,golongan2 Islam Fundamentalis bayak mengikuti kitab Sejarah Versi 
PERTAMA; yaitu seorang yang keras, tegas dan setiap perbuatan2 yang tdk sejalan 
dgn islam di hukum dgn kejam agar umat menjadi takut...

Strategy ini banyak di gunakan oleh ulama2 Fundametalis terutama FPI, Taliban, 
HAMAS yang menakut nakuti lawan2 dgn membunuh, menindas dan melemparkan Roket 
ke Israel dll

Tujuan mereka bukan untuk menang...tapi sekedar menakut nakuti saja.

Akibatnya mereka sendiri yang mendapat pemabalasan yang lebih dahsyat dari 
Israel dan Amerika..

Harapan saya kpd pemuda2 islam Indonesia, kalau ingin membaca kitab2 Sejarah 
nabi, sahabat2, hendaklah DI FILTER dgn al Quran, jangan di telan apa yg 
tertulis di kitab2 itu, karena kitab2 itu adalah ==REKAYASA PENULIS== tidak ada 
kridibilitasnya lagi..


salam


--- In [email protected], "Arland" <hmd...@...> wrote:
>
> Assalamu'alaikum,
> 
> Saydina Umar bin Khattab ketika memeluk islam, selama sekian tahun selalu 
> didampingi oleh Rasulullah SAW, jadi bilamana beliau melakukan kekeliruan 
> dapat segera langsung ditegur oleh Nabi. sehingga akhlaknya dapat dijamin 
> sudah berubah 180 derajat dari sebelum beliau memeluk islam.
> 
> Calon pemimpin sekarang siapa yang harus menegurnya ?
> DPR saja ga mampu, bgtu juga KPK.
> 1 juta  orang berdemopun, telinganya disumbat.
> 
> Jadi, track record moral masih merupakan acuan yang cukup penting.
> 
> wassalam,
> arland-Jkt.
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], sofwan nadi <de_abah@> wrote:
> >
> > Saya tidak sepakat dengan Ki Didin dan setiap orang yang mensyaratkan bahwa 
> > pemimpin harus memiliki track record yang baik.
> > 
> > Saya hanya meminta calon pemimpin untuk memiliki tekad untuk melakukan yang 
> > baik selama kepemimpinannya. yaitu menaati ketentuan perundang-undangan dan 
> > memenuhi amanat rakyat yang ditentukan.
> > 
> > Tidak ada manusia itu seperti malaikat. Karena itu tidak perlu meminta 
> > manusia syarat yang tidak dimampui.
> > Bagi saya Umar bin Khattab bukanlah orang yang memiliki track record yang 
> > baik, apalagi ketika masa masih kafir. Tetapi saya melihat beliau sebagai 
> > orang yang punya komitmen untuk melakukan yang terbaik pada saat memegang 
> > amanah.
> > 
> > Sejarah selalu menunjukkan bahwa kekuasaan yang sukses hanya diraih oleh 
> > pribadi-pribadi yang baja. Sejarah juga sering menunjukkan bahwa 
> > pribadi-pribadi "orang baik-baik" sangat lemah ketika menjadi pemimpin.
> > 
> > Awal chaos dalam sejarah khilafah adalah bermula pada masa Utsman ra. 
> > Karena beliau adalah "orang baik-baik", apalagi karakternya yang pemalu. Ya 
> > serba "tidak enak" menolak permintaan rekan-rekan dan karib-kerabatnya 
> > ketika meminta jabatan.
> > 
> > Saya memilih orang berhati baja, yang memiliki kemauan melakukan hal-hal 
> > mulia dalam perbuatan menjalankan tugas jabatan. Saya menolak "orang 
> > baik-baik" yang biasanya berhati lemah. Saya tak memerlukan malaikat. 
> > Bahkan, kalau ada malaikat mau jadi raja, akan saya singkirkan dari 
> > singgasana. Tentu saja dengan izin Tuhan. Insya Allah.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ________________________________
> > From: Arland <hmd098@>
> > To: [email protected]
> > Sent: Sat, May 1, 2010 4:18:11 PM
> > Subject: [kmnu2000] Ciri Pemimpin Cacat Moral
> > 
> >   
> > Ciri Pemimpin Cacat Moral
> > 
> > Oleh KH Didin Hafidhuddin
> > 
> > Terlepas dari adanya perbedaan pendapat tentang perlu tidaknya kata-kata 
> > 'terbebas dari cacat moral' ditulis secara eksplisit dalam Peraturan 
> > Pemerintah tentang Persyaratan Calon Kepala Daerah seperti gubernur, bupati 
> > atau wali kota, namun sesungguhnya kita semua pasti sepakat dalam hal 
> > substansinya. Calon kepala daerah harus memiliki track record perilaku yang 
> > baik dan bisa dipertanggungjawabk an, serta tidak melakukan hal-hal 
> > tercela, baik dalam pandangan masyarakat maupun pandangan ajaran agama.
> > 
> > Calon kepala daerah yang dikenal sebelumnya sebagai penyanyi, penari erotis 
> > yang terbiasa memamerkan aurat tubuhnya, pernah diketahui masyarakat 
> > melakukan perzinahan, perselingkuhan, pernah melakukan pembunuhan, ataupun 
> > tindakan kriminalitas lainnya, rasanya sulit untuk dijadikan figur utama 
> > dalam memimpin daerahnya. Kondisi semacam ini juga berlaku di Amerika 
> > Serikat dan Eropa yang sebagian besar masyarakatnya memiliki pandangan 
> > hidup yang sekuler. Di negara-negara tersebut banyak calon pemimpin yang 
> > mengundurkan diri, dan tidak terpilih karena alasan cacat moral. Bahkan, 
> > banyak juga yang jatuh kekuasaannya karena hal perilaku yang buruk.
> > 
> > Masalah moral adalah persoalan universal yang berlaku bagi siapa saja, 
> > kapan dan di manapun. Artinya, setiap hati nurani orang, pasti ingin 
> > mendapatkan pemimpin yang baik moralnya. Sebab, fitrah manusia ingin 
> > mendapatkan ketenangan dalam hidupnya. Kebaikan adalah sesuatu yang 
> > menyebabkan ketenangan. Sedangkan dosa atau keburukan adalah sesuatu yang 
> > meragukan dalam hati dan akan terasa malu jika diketahui orang lain.
> > 
> > Pemimpin masyarakat ataupun kepala daerah memiliki peran utama untuk 
> > menggerakkan masyarakatnya melakukan kegiatan yang bermanfaat dalam segala 
> > aspek kehidupan. Mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, budaya, dan juga 
> > akhlak serta moralnya.
> > 
> > Pemimpin itu yang dipercaya masyarakat karena ia layak dijadikan panutan 
> > dan teladan, akan mampu menjalankan tugasnya itu dengan baik. Karena itu, 
> > keteladanan menjadi faktor utama dalam memimpin. Sebab, memimpin itu bukan 
> > hanya dengan kata-kata dan instruksi, tetapi juga dengan cinta, kasih 
> > sayang, musyawarah, dan contoh yang baik.
> > 
> > Sejarah telah membuktikan bahwa pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang 
> > mampu menjadikan dirinya sebagai suri teladan bagi masyarakatnya. Itu pula 
> > yang terjadi pada masyarakat Muslim di abad-abad pertama, seperti Umar bin 
> > Abdul Aziz dan Umar bin Khathab maupun sahabat dan tabiin lainnya.
> > 
> > Dan itu pula yang ditonjolkan oleh kepemimpinan Rasulullah SAW. 
> > ''Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik 
> > bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) 
> > hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.'' (QS Al-Ahzab [33]: 21). Wa 
> > Allahu a'lam.
> > 
> > 
> >  
> > 
> > 
> >       
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>


Kirim email ke