----- Forwarded Message ----
From: mohamad hayin <[email protected]>
To: Daarut- tauhiid <[email protected]>
Sent: Thu, May 20, 2010 12:07:46 PM
Subject: [daarut-tauhiid] Ternyata Israel Menempati Kepulauan Arab Saudi; 
Sedang Apa?

  
Ternyata Israel Menempati Kepulauan Arab Saudi ; Sedang Apa?
Kamis, 20/05/2010 

Ini adalah rahasia yang sudah cukup lama tersimpan. Ternyata Israel telah 
menduduki pulau-pulau bagian Arab Saudi sejak tahun 1967. Tiran dan Sanafir, 
dua pulau gabungan dengan luas 113 kilometer persegi.
Posisi kedua pulau ini berada di lokasi yang sangat strategis di mulut Teluk 
Aqaba, di mana lalu lintas laut ke pelabuhan selatan Israel Eilat harus 
melewati perjalanan ke dan dari Laut Merah.
Meskipun pemerintah Arab Saudi mungkin mengatakan bahwa itu adalah pulau-pulau 
kecil, dan hanya mempunyai kekayaan terumbu karang yang tak begitu penting, 
tapi siapa pun yang menguasai Teluk Aqaba, maka sama saja dengan menguasai lalu 
lintas perairan di daerah itu.
Juga ada sebuah kenyataan yang bertentangan, selama ini Arab Saudi berjuang 
mati-matian untuk pulau-pulau yang sama di sekitar itu, namun khusus Tiran dan 
Sanafir tampaknya mereka enggan untuk menentang Israel.
Pulau-pulau tersebut diduduki Israel setelah Raja Faisal memberi kekuasaan atas 
kedua pulau itu kepada Mesir untuk mencegah kapal-kapal Israel mencapai Eilat 
selama Perang Enam Hari. Setelah gencatan senjata, Arab Saudi dan Mesir 
masing-masing mengklaim bahwa pulau-pulau yang lain adalah milik mereka, namun 
membiarkan kedua pulau itu bebas untuk pendudukan Israel.
Ketika Mesir berdamai dengan Israel pada tahun 1978, Presiden Anwar Sadat 
menolak untuk memasukkan kedua pulau itu dalam perjanjian damai, dengan alasan 
bahwa mereka milik Arab Saudi. Bahkan dalam Google map pun kedua pulau itu 
terlihat jelas sebagai milik Arab Saudi. Jadi mengapa ada keengganan untuk 
menentang orang Israel, dan mengapa ada penggelapan media?
Jawabannya mungkin cukup sederhana: Israel butuh sebuah outlet ke Laut Merah 
untuk pengiriman negara mereka. Kehadiran Israel di pulau-pulau itu untuk 
memastikan bahwa jalur pelayaran masuk dalam lalu lintas untuk impor dan 
ekspor, termasuk perangkat keras militer untuk memerangi negara-negara Arab. 
Dengan perjanjian internasional, pasukan PBB multinasional juga ditempatkan di 
pulau-pulau ini untuk "memantau kepatuhan semua pihak" dalam perjanjian ini.
Pada kenyataannya, ini berarti bahwa pasukan Amerika dan Mesir membantu 
melindungi jalur pengiriman Israel melalui Selat Tiran, wilayah yang diduduki 
oleh Arab Saudi. Rakyat Saudi sendiri disinyalir tidak mengetahui hal ini. Jika 
mereka mengetahui, apa yang akan mereka katakan? (sa/qmh)

[Non-text portions of this message have been removed]





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke