Tidak masuk akal rakyat Arab Saudi tidak mengetahui. 
Setidaknya rajaraja mereka dan media massa mereka tentu 
mengetahui. Kalau mereka mengetahui tapi diam saja ya 
berarti mengikhlaskan, entah atas alasan apa atau konsesi 
apa. Kalau sudah begitu, bukan hak kita untuk ikut mencak-
menca.
KM

----Original Message----
From: [email protected]
Date: 23/05/2010 20:37 
To: <[email protected]>
Subj: [kmnu2000] Fw: [daarut-tauhiid] Ternyata Israel 
Menempati Kepulauan Arab Saudi; Sedang Apa?





----- Forwarded Message ----
From: mohamad hayin <[email protected]>
To: Daarut- tauhiid <[email protected]>
Sent: Thu, May 20, 2010 12:07:46 PM
Subject: [daarut-tauhiid] Ternyata Israel Menempati 
Kepulauan Arab Saudi; Sedang Apa?

  
Ternyata Israel Menempati Kepulauan Arab Saudi ; Sedang 
Apa?
Kamis, 20/05/2010 

Ini adalah rahasia yang sudah cukup lama tersimpan. 
Ternyata Israel telah menduduki pulau-pulau bagian Arab 
Saudi sejak tahun 1967. Tiran dan Sanafir, dua pulau 
gabungan dengan luas 113 kilometer persegi.
Posisi kedua pulau ini berada di lokasi yang sangat 
strategis di mulut Teluk Aqaba, di mana lalu lintas laut ke 
pelabuhan selatan Israel Eilat harus melewati perjalanan ke 
dan dari Laut Merah.
Meskipun pemerintah Arab Saudi mungkin mengatakan bahwa 
itu adalah pulau-pulau kecil, dan hanya mempunyai kekayaan 
terumbu karang yang tak begitu penting, tapi siapa pun yang 
menguasai Teluk Aqaba, maka sama saja dengan menguasai lalu 
lintas perairan di daerah itu.
Juga ada sebuah kenyataan yang bertentangan, selama ini 
Arab Saudi berjuang mati-matian untuk pulau-pulau yang sama 
di sekitar itu, namun khusus Tiran dan Sanafir tampaknya 
mereka enggan untuk menentang Israel.
Pulau-pulau tersebut diduduki Israel setelah Raja Faisal 
memberi kekuasaan atas kedua pulau itu kepada Mesir untuk 
mencegah kapal-kapal Israel mencapai Eilat selama Perang 
Enam Hari. Setelah gencatan senjata, Arab Saudi dan Mesir 
masing-masing mengklaim bahwa pulau-pulau yang lain adalah 
milik mereka, namun membiarkan kedua pulau itu bebas untuk 
pendudukan Israel.
Ketika Mesir berdamai dengan Israel pada tahun 1978, 
Presiden Anwar Sadat menolak untuk memasukkan kedua pulau 
itu dalam perjanjian damai, dengan alasan bahwa mereka 
milik Arab Saudi. Bahkan dalam Google map pun kedua pulau 
itu terlihat jelas sebagai milik Arab Saudi. Jadi mengapa 
ada keengganan untuk menentang orang Israel, dan mengapa 
ada penggelapan media?
Jawabannya mungkin cukup sederhana: Israel butuh sebuah 
outlet ke Laut Merah untuk pengiriman negara mereka. 
Kehadiran Israel di pulau-pulau itu untuk memastikan bahwa 
jalur pelayaran masuk dalam lalu lintas untuk impor dan 
ekspor, termasuk perangkat keras militer untuk memerangi 
negara-negara Arab. Dengan perjanjian internasional, 
pasukan PBB multinasional juga ditempatkan di pulau-pulau 
ini untuk "memantau kepatuhan semua pihak" dalam perjanjian 
ini.
Pada kenyataannya, ini berarti bahwa pasukan Amerika dan 
Mesir membantu melindungi jalur pengiriman Israel melalui 
Selat Tiran, wilayah yang diduduki oleh Arab Saudi. Rakyat 
Saudi sendiri disinyalir tidak mengetahui hal ini. Jika 
mereka mengetahui, apa yang akan mereka katakan? (sa/qmh)

[Non-text portions of this message have been removed]





      

[Non-text portions of this message have been removed]




Kirim email ke