Diskusi Bulanan JIL “Pendidikan Agama Liberal”
Narasumber: Ahmad Baidhawi (Pengamat pendidikan) & Ulil Abshar-Abdalla (JIL). Moderator: Abd Moqsith Ghazali. Selasa, 25 Mei 2010, Pukul19.00-21.30 WIB di Teater Utan Kayu Jakarta Muatan mata pelajaran agama di sekolah-sekolah di Indonesia menggelisahkan banyak orang. Ditemukan fakta, banyak sekolah mengajarkan teologi kebencian. Konsep kafir dan murtad dalam Islam kerap dipakai untuk mendiskriminasi dan mengeks-komunikasi orang lain. Jihad fi sabilillah dipersempit maknanya hanya berupa peperangan fisik. Melalui sejumlah organisasi intra-sekolah, para siswa dijejali tafsir keagamaan yang tak mendukung tegaknya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama. Dalam konteks keindonesiaan, otak mereka dicuci bahwa Indonesia adalah negara kafir; pancasila dan UUD 1945 harus ditolak, tak perlu ada penghormatan terhadap “bendera merah-putih”. Bayangkanlah, bagaimana masa depan Indonesia dengan mental para siswa sekolah yang demikian! Kengerian ini tak boleh terjadi. Perlu ada langkah-langkah sistematis agar Indonesia tak jatuh ke tangan kelompok-kelompok yang membenarkan jalan kekerasan untuk mencapai tujuan. Indonesia tak boleh tersandera ke tangan segelintir orang yang hendak menghancurkan eksistensi negara Indonesia. [Non-text portions of this message have been removed]
