Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Tue, 1 Jun 2010 10:52:48 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: KEGAGALAN AGAMA (2)

”GONG” SANG KHALIFAH
Mayjend TNI (Purn) Saurip Kadi
(2)

Keterpurukan kita sebagai bangsa  terutama karena syiar oleh sebagian kaum 
agamis, karena hanya mempelajari ayat-ayat semata, tidak menggunakan hati yang 
global yaitu cinta. Jalan keluar satu-satunya adalah ajaran-ajaran agama harus 
ditingkatkan sehingga menemukan mutiara-mutiara ajaran secara global. Apakah 
itu agama yang dianut oleh orang-orang terdahulu, aliran sobiin, siapaun aliran 
kepercayaan, aliran Yahudi,  Nasrani atau Muslim harus digali benar-benar agar 
menemukan "roh" dari ajaran, initisari ajaran. Bukan terjebak kepada 
simbol-simbol agama yang bertentangan satu sama lain sehingga mengarah kepada 
pertikaian. Allah memang menciptakan manusia yang berbeda-beda, bersuku-suku, 
berbangsa- bangsa, dengan tujuan agar manusia bisa saling belajar, saling 
mengasihi, dan mendapatkan esensi kehidupan. Bukan malah mempertajam perbedaan 
untuk egoisme masing-masing kelompok. Yang pasti ajaran Allah adalah untuk 
manusia, artinya siapapun ia, tak peduli identitas dan predikat apapun. Sebagai 
ajaran seharusnya materi yang tertuang dalam kitab-kitabnya bisa diterima oleh 
akal sehat siapapun ia. Bila dalam realitas kehidupan ada ayat yang tidak masuk 
akal maka dipastikan ada penyimpangan dalam memaknai atau menafsir ataupun 
dalam memahami ajaran tersebut. Disinilah pentingnnya kita memahami ayat secara 
konstektual.  Dengan cara itu kita akan jujur, adil dan menjunjung tinggi 
kebenaran. Dalam surat 5 Al-Maaidah ayat 8 berbunyi: Hai orang-orang yang 
beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang menegakkan (kebenaran) karena 
Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencian kamu 
terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, 
karena adil itu lebih dekat kepada taqwa.  Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, 
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 

Maka, seorang miskin ataupun kaya, kopral ataupun Jenderal harus berbangga 
bahwa dirinya sebagai pengejawantahannya Gusti. Otomatis Allah pun merasa 
tersanjung. Otomatis Allah akan memberikan kekuatan, daya pikir, daya rasa, 
daya tahan, dll kekuatan yang dibutuhkan. Maka hal yang mendasar dalam 
menjalani hidup ini adalah bagaimana. Utusan Tuhan yang bersemayam dalm diri 
kita bisa berperan optimal. Bukan sekedar peran untuk  membedakan antara 
manusia dengan mahluk lainnyaa. Ia akan berperan sesuai porsi yg berikan  oleh 
jasad wadag ini. Ketika segala sesuatunya diambil alih oleh sang Jasad, wajar 
saja ia memiilih  diam karena ia tidak serakah, ia tidak butuh pengakuan. 
Disanalah pentingnya kita memahami kehidupan sang ADAM ketika ia berada di 
Surga. Secara phisik tidaklah mungkin kita kembali menjadi bayi atau anak kecil 
(awal kehidupan manusia yang kemudian disebut dengan istilah Adam) yang 
hidupnya senantiasa terpenuhi kebutuhannya tanpa harus bekerja mencari nafkah.. 
 Namun manusia dewasai pun bisa  saja kembali menjadi Adam yaitu ketika dirinya 
bisa. melepas segala nafsu dan keinginan, seperti saat masih  Adam, sebelum 
mendekati pohon Kuldii.. Maka Kepala Ismail perlu disembelih, agar Ismail tidak 
mengedepankan kapasitas Kepala (Otak dengan logika dan pengetahuan yang 
dimiliki) agar sang Utusan Tuhan eksis dan kemudian berperan mendahului jasad 
bekerja.. Dengan menjadi ADAM, Tuhan menjamin kebutuhan, tercukupi sebagaimana 
gambaran hidup di surga. Maka janganlah berbisnis dengan Tuhan. Kok terus saja 
menghitung untung rugi. Sedikit sedikit pahala, dengan Tuhan kok berbisnis. 

Dengan pemahaman keillahian yang demikian itu, maka bicara globalisasi bukan 
cuma soal perdagangan, dan hal- hal yang bersifat duniawi semata. Sebaliknya, 
globalisasi dalam memhami keberadaan manusia sebagai kholifah justru lebih 
mendasar. Karena kalau dibatasi hal-hal keduniawian semata, sama saja dengan  
mengecilkan arti Allah.. Akibat  kita terilhami oleh globalisasi yang artinya 
bisnis, maka pemimpin pemimpin yang muncul selalu berhitung untung rugi. 
Pemimpin yang haus kekuasaan dan juga harta. Apakah Allah pakai hitung-hitungan 
untung rugii? Kalau manusia tidak sadar akan peran Gusti yang ada dalam wadag 
dirinya, maka itu namanya menghina Allah. Bagaimana tidak menghina Allah kalau 
perwujudan Gusti kok korupsi, perwujudan Gusti kok penakut dan was-was, tidak 
berani mengambil keputusan buat rakyat, perwujudan Gusti kok mengemis-ngemis, 
perwujudan Gusti kok serakah, perwujudan Gusti kok tidak peka terhadap 
penderitaan rakyat, perwujudan Tuhan kok ingah-ingih. 

Seorang pemimpin harus punya jiwa petani. Karena khalifah itu harus berkorban 
dulu, menanam dulu, baru panen. Memberi dulu baru nanti Allah akan memberikan 
rejeki nya masing-masing. Jangan belum menanam sudah berteriak-teriak terus 
dalam doa, bahkan merengek rengek  kepada Allah minta rejeki. Kan tidak 
demikian aturan mainnya. Bunda Theresa waktu diwawancara tahu 1974 dia bilang: 
“I see God in every Human being. When I wash the leper’s wounds, I fee like I 
am nursing God Thyself. Isn’t a very sweet experiences?” (Saya melihat Tuhan 
dalam diri setiap manusia. Ketika saya memandikan penderita lepra, saya merasa 
saya sedang merawat Tuhan itu sendiri. Bukankah itu pengalaman yang indah?)

Al-quran surat 2 ayat 41 sama dengan Yesaya 58 yang berbunyi: Mereka 
berterak-tereak mencari Tuhan tapi tidak mengenal Tuhan, jadi tidak pernah 
ketemu. Walau sampai pakai loudspeaker, sampai pakai lagu dan tangisan, dll. 
Ayat Al Mukminun 22 ayat 74 yang bunyinya ”Kenalilah Allah dengan sebenar benar 
kenal”. Surat 22 ayat 77 bunyinya ”Kalau sudah kenal, rukuk lah kamu, sujudlah 
kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan agar kamu mendapat 
kemenangan”.  Rukuk itu tingkatkan kepedulianmu. Cari orang-orang yang butuh 
digembirakan, disantuni, disayangi. Sujud itu artinya hayati betul-betul rasa 
cintamu jangan membeda-bedakan warna kulit, latar belakang sosial, apapun 
perbedaannya. Sujud mengandung arti diluar cinta kita harus berperilaku 
sebagaimana bumi berperilaku. Sujud kan menyentuh bumi. Bumi itu diinjak-injak, 
dikencingi, dipacul, dll. tetap menghasilkan yang bermakna untuk manusia. 
Menyembah itu hormat menghormati. Tidak akan bisa menyembah Allah kalau kita 
tidak bisa menyembah atau menghormati diri sendiri. Menghormati diri sendiri 
adalah melakukan hal-hal yang baik pada diri, bukan yang merusak diri, seperti 
korupsi, serakah, malas dan mengemis, was-was dan takut, sibuk memikirkan citra 
diri tapi lupa esens akhirnya yg utama JAIM alias Jaga Imaeji, dst. Kebajikan 
itu mencegah semua jenis perbuatan keji atau mungkar. Sementara sholat sudah 
terinspirasi oleh isme dagang, mengerjakan ritual dengan paradigma dagang, maka 
sholat menjadi gerakan badan yang ekspresinya hanya jengkang jengking, tapi 
makna sholat, hakekat sholat, mendirikan sholat itu seharusnya aktualisasi 
kebajikan itu. Jadi bukan sekedar sendratari gerakan sholatnya tapi lakunya, 
perbuatannya, perilakunya, implementasinya dalam kehidupan nyata.. 

Sebagaimana tertulis dalam Surat 16 An-Nahl ayat 93 yang berbunyi: ”Dan jika 
Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu umat yang satu, akan tetapi Dia 
menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan Dia tunjuki siapa yang Dia kehendaki. 
Dan sungguh kamu akan ditanya apa-apa yang kamu telah kerjakan”. Selanjutnya 
dalam Surat 29 Al-Ankabuut ayat 2 dikatakan: ”Apakah manusia mengira bahwa 
mereka akan dibiarkan berkata, ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak 
diuji?”  Maka, perbedaan suku, bangsa, etnis, perbedaan kaya miskin, perbedaan 
derajat dan pangkat, perbedaan cara pikir dan cara pandang, dll. Itu adalah 
sama saja. Itu merupakan kesatuan proses kehidupan yang merupakan ujian yang 
harus dijalani dengan arif bijaksana, dengan sabar, untuk menuju kesucian, 
sehingga layak berada di sisi Allah. .


Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke