Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Date: Tue, 1 Jun 2010 10:49:10 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: KEGAGALAN AGAMA (1)
”GONG” SANG KHALIFAH Mayjend TNI (Purn) Saurip Kadi Al Qur'an mengajarkan bahwa kedudukan manusia adalah sebagai khalifah (Wakil Tuhan di muka bumi). Hubungan Ini menunjukkan kedekatan manusia dengan Tuhan. Artinya tidak ada pihak lain diantara keduanya. Juga tidak ada pihak yang lebih tinggi dari manusia, karena diatasnya ”wakil” ya Tuhan itu sendiri.. Untuk itulah dalam proses penciptaan, manusia telah disemmpurnakan oleh Tuhan Sang Pencipta. Kesempurnaan manusia itu sendiri karena dalam jasadnya bersemayam Nur Muhammad atau Rohhul Qudus atau Roh Kudus, Manungso Sejat atau apapun sebutannya. Nur Muhhamad inilah yang menjalankan peran sebagai utusan Tuhan bagi setiap individu manusia. Kata Muhammad disini adalah perilaku terpuji. Unsur ini pula yang yg menjamin apapun yang hak hanya karena Alllah. (La iilla ha I'lllallah). Kebenaran adanya unsur ini bisa dibuktikan dg sederhana ketika kita melihat perilaku mahluk lain yg dalam dirinya tdk ditiupkan. Nur Muhammad. Mereka tdk bisa berbuat sesuatu yang belum diketahuinya, karenya mustahil mereka bisa memerankan sebagai kholifah Allah. Bahkan malaikat sendiri tdk bisa mengetahui nama2 benda kecuali yg telah diajarkan Nya (QS.. 2 Ayat 31, 32 dan 33.). Lihat saja binatang, jangankan mencipta, sekedar disuruh berpakaian saja tidak akan bisa. Karena keberadaan unsur ini (Nur Muhammad) ada dalam diri manusia maka hubungan antar manusia dengan Tuhan begitu dekatnya, karena begitu dekatnya secara phisik keberadaan Tuhan diperumpamakan lebih dekat dari pada urat leher. Dalam agama Kristen-Katholik, kedekatan ini diistilahkan dengan sebutan ”Anak Tuhan”. Hubungan antara anak dan Bapak tak terpisahkan oleh pihak manapun. Dalam paham Jawa disebut “Manunggaling Kawulo Gusti” (yang merupakan sintesis dari paham Hindu, Budha dan Islam walau sering disebut aliran Kejawen). Karena peran manusia sebahgai Wakil Tuhan di muka bumi, maka wajar saja kalau keberadaan manusia juga sebagai penampakan Tuhan itu sendir. iDewasa ini, pemahaman agama yang berkembang, lebih menitikberatkan arti agama sebagai kelompok dan atau simbol, bukanlah agama dalam artian ajaran (DIN) atau “way of life”. Apalagi kalau dalam membaca ayat-ayat lebih sebagai tekstual dan jauh dari kontekstual. Lebih parah lagi ketika pendalaman ayat-ayat yang bersifat perumpamaan (Jawa: sanepo), petunjuk tersamar, atau isyarah, kemudian dibaca secara literal. Padahal dalam akidah, ayat-ayat yang diwahyukan justru dalam bentuk isyarah-isyarah atau “sanepan” (petunjuk yang disamarkan) untuk tujuan keabadian ajaran tersebut. Ketika ayat-ayat dibaca secara harfiah, agama jadi kehilangan ”api”-nya, kehilangan semangatnya. Maka dalam realita kekinian agama tidak bisa menjawab tuntutan dan tantangan jaman. Agama seperti ayat-ayat mati, hafalan dan syair-syair semata, yang tidak mampu menyelesaiakan persoalan manusia, persoalan masyarakat apalagi peradaban dunia.. Bahkan sering, yang muncul malah sebaliknya pertikaian oleh sebab beda pemahaman agama. Manusia yang fitrahnya khalifah harus bisa secara global memimpin dunia. Siapapun orangnya, kalau dia sadar bahwa dirinya adalah khalifah Allah. Mereka dijamin mampu memimpin dunia. Manusia seharusnya tidak memperkerdil diri dengan pengakuan sebagai sebuah bangsa. Detik detik kita mengaku sebagai bangsa Indonesia, maka saat itu pula kita tidak ada kepedulian untuk memimpin dunia. Pengakuan ini akan memperkerdil cara pikir, memperkerdil budaya maupun kebudayaan. Sehingga amat sulit untuk mengetahui dan memahami kebudayaan bangsa bangsa lain. Lebih parah lagi ketika memposisikan diri sebagai hamba, jangankan memahami bangsa lain, suku-suku lain pun tidak mampu dipahami. Pengakuan ini tidak hanya menyesatkan, tapi mengingkari kekuasaan Tuhan yg telah menciptakan manusia sebagai mahluk yg telah disempurnakan. Jadi kekerdilan jiwa atas pengakuannya sendiri inilah awal pengingkaran takdir dirinya sebagai kholifah.. Siapapun yang mengaku khalifah harus mempunyai sifat-sifat globalisasi. Jadi kalau orang belum apa apa sudah merasa tidak mampu menerapkan sifat-sifat Allah yang Maha Global, Maha Majemuk, maka sesungguhnya dia terjerumus dalam kekerdilan itu sendiri. Khalifah harus belajar firman, bukan belajar syair-syair. Ahlli firman, pasti akan menindak-lanjuti pengertian-pengertian itu sebagaimana Allah bekerja walau tidak nampak.. Penampakan Alllah berupa perwujudan sifat-sifat Tuhan pada perilaku manusia. Bukan pada kata-kata dengan bersyair. Kalau sebagai penampakan Allah, bekerja itu tidak perlu dipertontonkan kepada siapapun dan juga tidak berhitung upah. Kekayaan Allah akan dibagikan kepada pelaku-pelaku firman. Lha kita mau bergerak sedikit saja, nomor satu yang sangat diharapkan adalah pahala, upah, setidaknya sanjung puji, pengakuan diri, yang ujungnya kesombongan. Padahal kesombongan. Adaah upah yang amat amat gawat. Darisanalah kebanyakan orang terjerumus kedalam sifat iblis. Sifat Iblis itu enggan lagi takabur. Akhirnya seorang pemimpin enggan untuk berbuat, bisanya hanya merintah,. Iblis juga takabur merasa dirinya sudah dipilih oleh rakyat., bukan bagaimana melayani rakyat, malah menjadi penguasa terhadap rakyat, sewenang- wenang kepada rakyat yang memberikan kepercayaan untuk mengurus negara. Mereka itu bukan pemimpin. Kalau pemimpin itu tercetus dari jiwa nuraninya sendiri, otomatis sudah biisa mempimpin dirinya. Upahnya melihat kebahagiaan siapapun dan apapun yang dipimpinnya, itulah kodrat yang sesungguhnya sebagai khalifah Allah. Sebagaimana tertulis dalam Injil 1-Yohanes-2 ayat 15-17 yang mengatakan bahwa “Janganlah engkau mengasihi dunia dan apa yang ada didalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih Bapa tidak ada didalam orang itu. Sebab semua yang ada didalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Atau di Al-Quran Surat 16 An-Nahl ayat 96 yang berbunyi: Apa-apa yang yang ada pada kamu akan lenyap dan apa-apa yang di sisi Allah adalah kekal. Dan sungguh Kami memberi balasan terhadap orang-orang yang sabar akan pahala yang lebih daripada apa yang telah mereka kerjakan. Kesempunaan manusia juga karena dilengkapi dengan RASA. Rasa ini sangat-sangat murni. Rasa tidak tergantung oleh warna kulit. Kalau kita melihat buah maja yang begitu halus dan indah, nanum rasanya tetap pahit. Kalau rasa ini dipergunakan untuk landasan dalam memimpin jagat secara global, pasti berhasil, dan pasti akan menjadi panutan alam semesta. Energi alam semesta berpadu mesra dengan energi kehidupan manusia sebagai khalifah Allah. Bukan bertubrukan dengan energi negatif dan mendorong kemunculan kemarahan alam. Sebagaimana sudah disampaikan dalam Al Quran Surat 8 Al Anfaal 7-21 yang intinya manusia sebagai khalifah Allah bisa minta apa saja, bahkan bisa mendapat kekuatan seribu malaikat bila dikehendaki, tetapi semua dengan tanggung-jawab sesuai dengan derajat yang dimintanya. Semakin tinggi derajat yang diminta maka tanggung-jawab dan kewajiban untuk melaksanakan juga makin tinggi sesuai dengan derajatnya tadi merupakan suatu keharusan. Apabila tanggung-jawab tersebut tidak dilakukan dengan baik, maka akan bertentangan dengan rumus-rumus alam semesta, maka akan terjadi benturan- benturan antara energi positif dan negatif, dan terjadilah berbagai macam kejadian alam yang mengejutkan. Kalau dalam paham agama Hindu ada Dewa Syiwa yang bertugas menghancurkan karena cinta semata, dengan landasan cinta kasih untuk menyelamatkan dari keterjerumusan yang lebih dalam lagi, maka perlu peringatan berupa bencana alam dan musibah kemanusiaan lainnya. Bersambung ...... Powered by Telkomsel BlackBerry® ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
