Salam.
Aku lagi merenungi apa misteri Gus Dur ingin buka hubungan dagang dengan bangsa
Yahudi.
Setelah kejadian kapal kemanusiaan ke Ghaza, kemudian menghubungkan dengan
khayalan kalau aku seorang Gus Dur sang presiden RI, lalu apa yang akan aku
lakukan.... aku menemukan ide: intensifkan kapal-kapal dagang ke seluruh
wilayah Palestina melalui jalur-jalur laut. Tentu saja, untuk keperluan ini,
perlu juga mengintensifkan kapal-kapal dagang ke Israel juga. Karena
bagaimanapun dalam lobby dan strategi semuanya perlu dimanfaatkan kedalam satu
kepentingan, yaitu meramaikan wilayah itu menjadi tujuan perdagangan dari semua
kawasan di dunia. Karena selama kawasan itu sepi, maka sebagaimana dalam hadits
Nabi saw bahwa orang yang terpisah dari jamaah terancam oleh serigala...aw
kamaa qoola. Nah, bagaimanapun kondisi Palestina sejak dulu... bagaikan orang
yang terasing dari jamaah. Karena itu, bukan si Palestina yg harus gabung
dengan jamaah, dalam persoalan ini, melainkan kita sendiri yang harus pro-aktif
meramaikan Palestina. Cara awal yang diteroboskan
Gus Dur adalah buka hubungan dagang RI dengan Israel... karena bagaimanapun
kalau dengan yang lain dah oke. Setelah itu... intensifkan armada-armada dagang
RI mengunjungi semua pantai di kawasan itu... dengan RI melakukan inisiatif...
semua akan ikut... dan kawasan itu akan menjadi teramaikan....
Ini menjadi obsesi saya ke depan... Insya Allah: meramaikan kawasan
pantai-pantai sejak Iskandariyah sampai dengan Turki dan Yunani, khususnya
Ghaza dan Hebron, dengan armada-armada dagang RI.
Hanya Allah azza wajalla yang akan mewujudkan ini semua.
[Non-text portions of this message have been removed]