Desak Pipa Kodeco Dipindah dari APBS
Komunitas Kepelabuhanan Tanjung Perak Ancam Gugat Pemerintahsuarasurabaya.net|
Komunitas kepelabuhanan di Tanjung Perak ancam menggugat pemerintah
yang tetap mempertahankan pipa Kodeco di Alur Perairan Barat Surabaya
(APBS). Komunitas yang diantaranya terdiri dari INSA, KADIN, GPEI,
GINSI, dan masih banyak lainnya minta pipa Kodeco tidak hanya
diperdalam menjadi 19 LWS (low water sprink) tapi dipindahkan dari posisinya
sekarang yang memotong APBS di 3 titik.
DEDI SUHAJADI Wakil Ketua Kadin Jawa Timur, Kamis (19/08) mengatakan
karena pipa Kodeco yang kini tertanam hanya 8,5 LWS, praktis hanya
kapal-kapal berbobot mati kurang dari 12 gross ton yang bisa lewat di
celah sempit kurang dari 100 meter di APBS. Kapal-kapal dengan bobot
mati lebih dari 12 gross ton harus berhati-hati masuk ke Tanjung Perak
lewat APBS. Tidak mungkin masuk jika tanpa kapal pandu.
Hal ini menimbulkan dampak yang sangat merugikan komunitas
kepelabuhanan Tanjung Perak. Bahkan asuransi internasional enggan
menjamin kapal-kapal yang masuk APBS dengan polis asuransi normal.
Biaya lebih asuransi, kata dia, jadi beban tersendiri buat pengusaha
selain beban inefisiensi luar biasa dalam aktivitas kepelabuhanan di
Tanjung Perak.
Selama ini komunitas kepelabuhanan Tanjung Perak menilai pemerintah
pusat belum serius menangani masalah ini. Saat kunjungan 5 menteri,
Sabtu (14/08) lalu di Tanjung Perak, bukannya dorongan agar pipa Kodeco
dipindahkan, malah HATTA RAJASA Menko Perekonomian berkomentar
pemindahan pipa Kodeco bisa dilakukan dalam kurun 10 tahun ke depan.
Lebih lanjut, Menteri BUMN hanya mengamini pendalaman pipa tuntas 10
Nopember 2010. Ini dinilai komunitas kepelabuhanan sebagai sinyalemen
semakin berlarutnya krisis pipa Kodeco di APBS.
PRIJANTO Ketua Pokja Pengamanan dan Penyelamatan APBS Kadin Jatim
menambahkan, pipa Kodeco yang mengalirkan gas dari eksploitasi lepas
pantai perairan Barat Madura ke Gresik itu sangat membahayakan
pelayaran. Setiap saat, kata dia, bisa terjadi ledakan pipa gas kalau
terbentur dasar kapal.
Komunitas kepelabuhanan Tanjung Perak mendesak pipa Kodeco dipindah
paling lambat akhir 2011 karena awal 2012, akan dilakukan pelebaran
APBS dari 100 meter menjadi 200 meter. Ini untuk menyongsong era
perdagangan bebas Amerika, China, dan Asia Pasifik pada tahun 2014.
Jika tidak, DEDI SUHAJADI menegaskan, pihaknya akan siapkan langkah
hukum untuk menggugat pihak-pihak yang bertanggungjawab atas
pembangunan pipa bawah laut itu.(edy)
[Non-text portions of this message have been removed]