--- In [EMAIL PROTECTED], "Foryanto J. Wiguna" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Memanfaatkan komputer tua dengan Sistem operasi Linux
Oleh : Adi Nugroho ([EMAIL PROTECTED])

Di kantor-kantor kecil yang mempunyai hanya sedikit
dana untuk sistem komputer, seringkali dihadapkan
dengan dilema untuk meng-upgrade komputer yang ada.
Jika kantor tersebut mempunyai 5 - 10 buah komputer
tipe 486, maka dibutuhkan biaya 20 hingga 50 juta
rupiah untuk membeli komputer yang up to date, seperti
Pentium II

Mungkin terpikir oleh kita, bagaimana cara mengupgrade
sistem komputer tersebut dengan biaya yang lebih
murah.
Hal tersebut menjadi jauh lebih mudah dengan
memanfaatkan sistem operasi Linux. Dengan sistem
operasi Linux, sebuah komputer bisa saja memanfaatkan
resources dari komputer lain yang ada dalam suatu
jaringan komputer. Hal ini berbeda dengan networking
yang menggunakan Novel Netware ataupun Windows NT.
Pada sistem tersebut, walau kita dapat menggunakan
harddisk dan printer jaringan, namun kita tetap
membutuhkan processor yang cepat dan memory yang besar
untuk dapat menjalankan aplikasi-aplikasi modern. Pada
jaringan komputer yang menggunakan sistem operasi
Linux, sebuah komputer tua sekelas 486 dengan memory 8
MB bisa saja "seakan-akan" menjalankan sebuah aplikasi
dengan kecepatan yang menyamai Pentium II. Bagaimana
caranya? Dengan menjalankan aplikasi itu pada server.

Pada contoh diatas, Kita cukup mengupgrade satu
komputer saja, dan semua komputer lain akan kita set
agar menggunakan resources dari server tersebut.
Timbul pertanyaan, "apakah server tersebut tidak
menjadi 'overloaded' dengan menjalankan aplikasi yang
diminta oleh user?" Jawabannya tergantung pada
aplikasi yang digunakan. Pada umumnya, jika kita
melihat pemakaian resources pada komputer kita, CPU
kita hanya terpakai kurang dari sepuluh persen saja.
Hal ini berarti, resources yang 90 persen tadi
sebenarnya masih dapat kita gunakan untuk keperluan
lain, misalnya untuk menjalankan aplikasi untuk
workstation lainnya.
Untuk menguji sistem ini, penulis menggunakan sebuah
komputer pentium !!!/450 MHz dengan memory 128 MB yang
akan dioperasikan sebagai server, dan lima buah
komputer 486 dengan memory 8-16 MB yang akan
dioperasikan sebagai workstation. Keduanya berisi
sistem operasi Linux dan netscape 4.7.

Pada percobaan ini digunakan SuSE Linux, namun tidak
berarti distribusi linux lainnya tidak bisa digunakan
untuk keperluan ini. Kami menggunakannya hanya karena
masalah kebiasaan. Bahasa genitnya, "Aku tak bisa
hidup tanpa YaST".

Pertama tama, dicoba untuk menjalankan netscape 4.7
pada workstation tersebut. Workstation tersebut
berjalan dengan sangat lambat. Diperlukan waktu lebih
dari lima menit untuk membuka layar netscape.
Kemudian, dicoba untuk telnet ke server, dan
menjalankan aplikasi yang sama, netscape 4.7.
Ternyata, hanya dibutuhkan beberapa detik saja untuk
menjalankannya.

Mari mengembangkannya.
Menjalankan X, dan menjalankan telnet mungkin mudah,
namun sangat membosankan. Alangkah indahnya hidup ini
jika semua serba otomatis. Kita coba menjalankan xdm
dari server di workstation, dengan mengetik "X -query
server", dimana "server" adalah nama server. Blang...
login screen dari server muncul di workstation, kita
tinggal login seperti biasa, seakan-akan mengetik
/etc/rc.d/xdm start di lokal.

Tinggal satu hal lagi yang tertinggal. lebih indah
lagi jika semua berjalan otomatis sejak boot up.
Karenanya, kami membuat sebuah script singkat di
/etc/rc.d/init.d yang berisi satu baris saja,
"/usr/X11R6/bin/X -query server", dan menyimpannya
dengan nama "terminal". Setelah file itu dibuat
executable dengan perintah "chmod 755 terminal",
dicoba untuk menjalankannya.

Jalan? Beres.

Tidak jalan?
Hmmm.... Beberapa distribusi tidak mengijinkan akses
XDM dari remote. Terpaksa diakalin lagi.... Cari file
"xaccess". Kaloq di SuSE, file ini ada di
/usr/X11R6/lib/X11/xdm". Untuk distribusi lain,
silakan cari sendiri :-)
Nah, file ini berisi nama-nama host yang boleh
mengakses xdm secara remote. Kaloq mau semua host bisa
mengakses xdm, isi saja *. Gampang khan....


Sekarang tinggal dimasukkan ke init script. Contohnya,
jika ingin dimasukkan ke runlevel 2, kita tinggal
membuat simbolic link dari script tadi ke /etc/rc2.d.
Caranya, ketik "ln -s /etc/rc.d/init.d/terminal
/etc/rc2.d/S99terminal".

Kami memboot komputer untuk memastikan bahwa semua
berjalan lancar dengan perintah "reboot", dan sistem
berjalan lancar.

Selesailah sudah. Kami kemudian membuat hal yang sama
pada keempat komputer yang lain. Satu hal yang
menarik, biasanya kita memerlukan proxy server atau
router (ip forwarding/masquerading/NAT) untuk membagi
akses modem ke komputer lain. Namun karena kelima
komputer ini hanya merupakan layar dari server, maka
tanpa konfigurasi apapun, semua komputer bisa
menjalankan internet browser seperti Netscape.


-o0o-

* Mohon kritikan dari tulisan ini dikirim ke penulis
* Tulisan ini hanya merupakan pengalaman penulis, jika
anda mencobanya, resiko ada di tangan anda!

Semoga bermanfaat!

Salam



=====
==Foryanto J. Wiguna�==
COMTECH (COMMUNITY OF TECHNOLOGY)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Listen to your Yahoo! Mail messages from any phone.
http://phone.yahoo.com
--- End forwarded message ---


_______________________________________________
Milis Komunitas Sekolah2000 (A.K.A [EMAIL PROTECTED])
Untuk posting kirim email ke : [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengubah mode langganan anda, berhenti langganan kunjungi:
http://milis.sekolah2000.org/mailman/listinfo/komunitas

Kirim email ke