--- In [EMAIL PROTECTED], "heru nugroho" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Arief Rachman:
Orang TI Harus Tetap Patuhi Etika
Reporter: Donny B.U.

detikcom - Jakarta,Dalam proses alih teknologi informasi (TI),
transfer nilai dan transfer kompetensi sosial merupakan keharusan.
Jika kita hanya mengandalkan transfer keahlian dan transfer
pengetahuan belaka, maka niscaya sumber daya manusia yang dihasilkan
dari alih TI tidaklah sempurna. Demikian disampaikan oleh Arief
Rachman, pakar pendidikan dari Lab School Jakarta, Senin (1/10/2001).

Berbicara di depan diskusi panel Yayasan Sekolah 2000 yang
diselenggarakan di Depdiknas Jakarta, Arief menegaskan bahwa pelaku
TI meskipun tidak mempercayai lagi hal-hal struktural, tetap harus
berpedoman pada norma dan etika yang berlaku di masyarakat. "Jangan
lantaran kita banyak berkecimpung dengan TI, lalu kita tidak lagi
mempedulikan tata krama dan etika pergaulan sehari-hari," ujar Arief.

Berbicara mengenai Internet, Arief berpendapat bahwa Internet
bagaikan sebuah jarum suntik. "Tergantung kita mau isi apa jarum
suntik tersebut. Apakah akan kita isi obat atau racun," ujar Arief.
Ditegaskan pula bahwa saat ini bangsa kita pada umumnya dan dunia
pendidikan pada khususnya sudah tertinggal cukup jauh dalam bidang
TI. "Mempelajari dan menggunakan TI sudah merupakan keharusan saat
ini. Kita sudah tertinggal cukup jauh. Sekarang juga kita harus mulai
akrab dengan TI," tegas dia.

Acara diskusi panel tersebut menghadirkan pula pembicara antara lain
Syamsul Mu'arif (Meneg Kominfo), Malik Fadjar (Mendiknas), Gatot HP
(Direktur Dikmenjur), Roy Suryo (Praktisi Multimedia), Onno W. Purbo
(Praktisi Internet) dan Mas Wigrantoro (Country Advocate Global
Internet Policy Inisiative - GIPI). Acara tersebut dibuka oleh Heru
Nugroho (Dewan Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia �
APJII) dan dimoderatori oleh J. Bagiono (Wakil Direktur Dikmenjur).

Dalam acara yang pelaksanaanya mendapatkan bantuan dari Jaringan
Informasi Sekolah (www.jis.or.id) tersebut, berhasil disimpulkan
mengenai pentingnya TI bagi dunia pendidikan. Menurut J Bagiono dalam
menyimpulkan beberapa pendapat dari para panelis tersebut, TI memang
mau tidak mau sudah merupakan keharusan bagi dunia pendidikan saat
ini.

Ditambahkan pula bahwa TI merupakan hal yang mutlak. Sekarang tinggal
bagaimana caranya agar alih TI dapat merata dan tetap memperhatikan
etika dan norma umum. Selain itu masalah kesejahteraan guru, kesiapan
infrastruktur sekolah dan kurikulum pendidikan juga haruslah
disesuaikan dengan perkembangan jaman.

Acara diskusi panel tersebut dimulai pukul 13.30 WIB hingga 17.00
WIB. Seusai diskusi panel tersebut, langsung dilakukan penanda-
tanganan akte pendirian Yayasan Sekolah 2000 (www.sekolah2000.or.id)
sekaligus peluncuran program Dompet TI. Bertindak selaku Ketua
Yayasan Sekolah 2000 tersebut adalah Heru Nugroho, sedangkan selaku
Ketua Dewan Pembina adalah Gatot HP.

Yayasan Sekolah 2000 dengan program Dompet TI nya tersebut berniat
menggalang partisipasi swadaya masyarakat dalam bentuk bantuan
finansial, komputer baru ataupun bekas dan bantuan dalam bentuk
lainnya. Kemudian bantuan-bantuan dari masyarakat tersebut akan
langsung disalurkan kepada sekolah-sekolah seluruh Indonesia yang
memang membutuhkannya. Dengan demikian diharapkan alih TI dapat
merata dan dilakukan secara gotong-royong.(dbu)
--- End forwarded message ---


_______________________________________________
Milis Komunitas Sekolah2000 (A.K.A [EMAIL PROTECTED])
Untuk posting kirim email ke : [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengubah mode langganan anda, berhenti langganan kunjungi:
http://milis.sekolah2000.org/mailman/listinfo/komunitas

Kirim email ke