|
From: [EMAIL PROTECTED] This e-mail address is being protected from spambots.
You need _javascript_ enabled to view it [mailto: [EMAIL PROTECTED] This e-mail address is being protected from spambots.
You need _javascript_ enabled to view it ] On Behalf Of Doddy
Himawan
Sent:
01 Desember 2008 10:14
To: [EMAIL PROTECTED] This e-mail address is being protected from spambots.
You need _javascript_ enabled to view it
Subject:
[honda-tiger] Pengalaman Menjengkelkan di Parkir La Piazza
Dear Temen-2
Selamat pagi,
Dengan email ini saya hendak minta maaf atas kelakuan saya yang mungkin tidak
pantas, sekaligus curhat atas kejadian yang saya alami berdua dengan istri di
parkiran La Piazza, GEDUNG PARKIR SENTRA SATU KELAPA GADING. Kronologisnya:
Saya bersama istri hendak refreshing nonton film hari Minggu kemaren, karena
tidak membawa junior-junior, kita memutuskan untuk bawa si tigy saja karena
pertimbangan macet dan susah cari parkir kalau bawa mobil. Saya sampai di La
Piazza sekitar jam 11:30, Saya bertanya pada satpam menanyakan lokasi
parkiran motor, padahal di samping gedung La piazza ada lahan parkir liar,
tapi saya berpikir untuk mendapatkan parkir yang aman buat tigy saya. Satpam
menunjukkan gedung Parkir Sentra Satu Kelapa Gading dan parkir motor terletak
di basement. Wah senang hati saya, motor pasti aman nieh.
Tapi kenyataan yang saya dapat ternyata jauh dari bayangan. Sampai di
parkiran motor di basement, ketika saya ambil karcis dari gardu, tiba-2 dua
orang wanita penjaga parkir dengan ketus menyuruh saya mematikan mesin motor.
Oh mungkin mereka terganggu oleh suara motor saya (knalpot standar). Saya
minta maaf pada mereka, tapi ketika saya menyalakan mesin motor saya lagi,
ternyata, mereka menyuruh saya menuntun motor saya sampai dapat lahan
parkir!. Ini sungguh peraturan yang konyol menurut saya. Saya bilang baik-2
pada mereka bahwa motor saya berat dan untuk mendorong dengan jarak sekitar
50-70 meter sampai dapat parkiran yang kosong sungguh menguras tenaga,
dikarenakan ban motor saya gambot dan dengan sidebox dan center box, mereka
tetap dengan ketus dan mulai membentak tetap tidak mau perduli bahkan dengan
kasar mereka bilang "kalo gak mau nuntun motor jangan parkir di
sini!!".
Saya masih sabar saat itu, tapi istri sudah panas dan berdebat dengan mereka,
saya lalu berkata pada mereka, "mbak , saya ijin yah, sampai di tempat
penitipan helm saja, nanti dari sana saya tuntun deh, karena parkiran
motornya yang kosong di daerah situ" Jarak dari gardu sampai ke tempat
penitipan helm sekitar 50-70 meteran, lumayan jauh kalo untuk dorong,
sementara, jalan yang dilalui juga agak sempit, karena sudah penuh oleh motor
yang parkir. Saya lalu menjalankan motor saya pelan-2, eh ternyata masalah
tidak berhenti sampai di situ saja, di tempat penitipan helm tiba-2 ada
seorang laki-2 penjaga parkir, berteriak kepada saya dengan kasar,
"woii!!!, matiin mesin motornya!!, tolol!!".
Wah di sini saya langsung tidak bisa menahan emosi. Saya pun berteriak
lantang kepadanya;"Hei mas, sopan sedikit, kalau kamu maksa saya nyuruh
ndorong motor saya, kamu aja sini saya bayar buat ndorong motor saya!"
(maaf jadi sombong).
Dia pun makin nyolot dan bertolak pinggang sambil menunjuk-2 muka saya
"Hei Pak!, kalo gak mau matiin gak usah parkir di sini!!" . Saya
sudah sangat emosi dan berkata "Baik, saya gak akan parkir di
sini!"
Lalu saya menggas motor saya sambil adegan stunt, tanpa saya sadari motor
berat itu bisa saya balikkan 180 derajat dengan ban berdecit, ppfftt.
Ternyata istri saya di sana sedang berjalan ke arah saya dengan memanggil saya,
"mas, gak usah parkir disini!". Mana istri saya sedang hamil lagi,
tapi kayaknya dia sudah emosi banget, terbukti dia jalan setengah belari :(,
duh takut aja istri saya kenapa-2.
Saya lalu berniat keluar dari parkiran itu, sampai di gardu saya masih ditagih
biaya parkir, saya tidak mau bayar, dan 2 gadis ketus itu berkata, "heh,
kalo loe gak mo bayar, gw gak akan buka palang pintunya!", saya
bilang,"saya bisa keluar cari dengan cara lain" karena saya liat
antara gardu masuk dan gardu keluar ada jarak dan cukup buat motor saya
keluar, tiba-2 datang satpam yang menghalangi saya, cuman suaranya lebih
ramah, dia bertanya
"ada apa pak?",
"saya mau keluar"
"tapi bapak mesti bayar dulu"
"saya gak akan bayar, karena saya gak parkir", kayaknya itu satpam
setuju dengan saya, terbukti dia langsung mempersilahkan saya keluar
parkiran, sampai saya masih mendengar 2 gadis itu berteriak dan bertingkah
dengan konyol "iya sono!, pergi aja loe!, biar mampus!", duh Gusti,
biar kata saya panas banged dengernya, saya masih berusaha untuk tetap
tenang, tapi istri saya ternyata berbalik karena tidak terima dan bertanya
kepada salah satu gadis untuk menanyakan namanya. Dia menjawab Sri Wahyuni.
Saya tanya pada satpam "Pak, manajemen parkir di mana pak?",
"Oh hari minggu tidak masuk pak, dengan Pak Michael, lagi libur",
Ya sudah lah, tadinya hendak saya perkarakan dengan manajemen parkir,
setidaknya saya mau bertanya alasan untuk menuntun motor dan minta mereka
untuk mendidik karyawannya biar lebih sopan.
Saya dan istri lalu berlalu dari tempat itu dengan perasaan dongkol banget,
akhirnya saya parkir si tigy di parkiran liar itu, walapun hati was2 tapi
saya minta satu orang untuk mengawasi motor saya sampai saya dateng, tentunya
saya kasih uang extra, tapi hati saya lebih puas, karena si Tigy khusus di
jaga satu orang dan saya minta ruang untuk memberi jarak di kanan kiri si
tigy. Terbukti sampai saya pulang, saya menemukan orang itu duduk dekat motor
saya dan samping kiri kanannya pun di beri jarak cukup. Kalo tau begini dari awal
aja saya parkir di sini :P
Sekali lagi saya mohon maaf atas kelakuan saya, karena stiker bernomor ID
yang ada di my Tigy. tapi saya sungguh tidak mengerti perlakuan diskriminasi
yang di terima pengendara motor, karena saya melihat sendiri mereka juga membentak
pengendara motor yang lain yang menyalakan mesinnya. Apa kalo bawa mobil juga
harus matikan mesin dari pertama kali masuk gardu dan dorong deh tuh mobil
sampe dapet lahan parkir??. :P. Mudah-2an aja ada orang manajemen parkir La
Piazza yang memantau milist ini.
Pak Moderator, maaf artikelnya kepanjangan.
Doddy H. TRIYASA
Documentation Department.
CMA CGM Indonesia
Phone: +6221-28546800 Ext.6931
Fax: +6221-28546900
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
This e-mail address is being protected from
spambots. You need _javascript_ enabled to view it
www.cma-cgm.com
---------------------
tambahan : ini juga terjadi di Blok M Mall.....
|