Turut prihatin atas insiden 22 November 1998...
Saya menghimbau kepada segenap umat beragama agar tidak terpancing
melakukan hal-hal yang sama dan juga agar membedakan apa yang disebut
Islam dan umat Islam.
Islam (dinul Islam) adalah agama yang mengatur hubungan manusia dengan
Allah dan juga hubungan manusia dengan sesamanya (termasuk juga hubungan
antar umat yang berbeda agama). Dan ajaran Islam samasekali tidak
mengajarkan untuk melakukan perbuatan-perbuatan zalim dan menyebarkan
permusuhan, malah Nabi Muhammad SAW tidak pernah merampas harta atau
membunuh musuh-musuhnya dalam perang, kecuali untuk mempertahankan diri
/ terpaksa.
Dalam Al-Quran ada kisah begini:
Nabi Muhammad sedang beristirahat di bawah pohon dan terlelap tidur,
tiba-tiba datang musuh menghunuskan pedang diatas kepala Nabi; lalu
orang itu berkata "Siapa yang bisa menyelamatkanmu ya...Muhammad?", Nabi
kemudian menjawab bahwa yang bisa menyelamatkannya adalah Allah SWT.
Lalu tiba-tiba tangan si musuh itu bergetar dan pedangnya kemudian
terlepas...Nabi dengan cepat mengambil pedangnya itu dan menghunuskan
kembali ke kepala musuhnya; lalu ia berkata: "Siapa yang bisa
menyelamatkanmu?", si musuh itu menjawab: "Tidak ada ya...Muhammad!"
Lalu dengan sikap pemaaf Nabi mengembalikan pedangnya itu dan
menyuruhnya pergi dan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Si musuh itu
kemudian kagum dengan sikap Nabi dan mengajak teman-temannya
bersama-sama masuk Islam dengannya.
Itulah Islam, mengajarkan untuk memaafkan dan tidak berdendam. Namun,
ajaran2 Islam tidak selalu diamalkan oleh umatnya; contohnya adalah
kelakuan umat Islam fundamentalis seperti di Taliban, dan kelakuan
sebagian umat Islam di Indonesia akhir-akhir ini. Perbedaan kelakuan
umat dengan ajarannya ini seringkali menimbulkan bias dalam persepsi
umat beragama lainnya dalam memandang Islam; sehingga Islam sering
digambarkan sebagai agama yang radikal dan kejam.
Jadi saya ingin menegaskan bahwa perbuatan zalim orang-orang yang
membakar gereja dan sekolah2 itu disebabkan oleh kebodohannya semata dan
samasekali bukan ajaran Agama Islam; saya juga mengajak segenap umat
beragama di Negara ini untuk tetap bersatu dan tidak terpecah-pecah
seperti yang diinginkan oleh "pihak-pihak tertentu" untuk menggolkan
kepentingan politiknya.
Terima Kasih,
Helmi A. Rasyid
> Kerusuhan di Jkt hari ini tampaknya tidak sesederhana yang dikira
> sebagian
> orang, sebagai kerusuhan yang bermula dari Judi dan perebutan lahan
> parkir.
>
> Dari Tim yang dikirimkan ke lokasi, didapat fakta bahwa telah terjadi
> suatu
> perencanaan rapih dan canggih atas kejadian hari ini. Indikatornya
> sebagai
> berikut:
>
> (1) Orang-orang yang melempari Mesjid di dekat Gereja Kristus Raja
> ternyata
> telah dibekali KTP palsu. Ceritanya begini, sekelompok orang melempari
>
> Mesjid, lalu lari ke arah Gereja Kristus Raja. Lalu, masyarakat muslim
>
> sekitarnya mengejar orang-orang itu dan tertangkap beberapa
> diantaranya.
> Kemudian, masyarakat itu memeriksa identitas dan didapati KTP yang
> bersangkutan beragama Kristen. Dengan penuh emosi, massa kemudian
> merusak
> dan membakar Gereja Kristus Raja, arah lari orang yang melempari
> Mesjid itu.
> Orang yang tertangkap itu kemudian dibawa ke kantor Polisi dan ketika
> diperiksa verbal, orang itu "lupa" nama dan alamat-nya sendiri. Dan
> ketika
> disebutkan ternyata berbeda dengan KTP yang dimilikinya.
>
> (2) Bersamaan dengan insiden pelemparan Mesjid itu, sekelompok orang
> dari
> arah yang lain datang dan berteriak-teriak bahwa Mesjid telah dibakar
> lalu
> memprovokasi massa di Jalan Petojo untuk merusak Gereja HKBP Petojo.
> Dan
> akhirnya Gereja HKBP Petojo dirusak dan dibakar. Sekelompok yang lain
> juga
> bergerak memprovokasi massa membakar Gereja Pentakosta di Jalan
> Kemakmuran.
> Sekelompok yang lain dengan waktu yang hampir bersamaan memprovokasi
> massa
> untuk membakar Gereja Katholik Katedral tetapi telah dijaga oleh
> Komando
> Pasukan Khas TNI-AU. Sehingga sebagian massa merusak dan membakar
> Sekolah
> Sancta Ursula. Diberitakan pula bahwa Sekolah Kalam Kudus juga turut
> dirusak
> (dibakar?).
>
> (3) Kini (informasi sekitar pk 22.00-23.00 WIB) sekelompok massa yang
> lain
> sedang memprovokasi massa di sekitar Penggilingan-Duren Sawit.
>
> Analisis ttg peristiwa-peristiwa diatas ternyata bahwa telah terjadi
> disabilitas Pangab untuk mengontrol aparat intelijen-nya yang dikuasai
> oleh
> kelompok tertentu. (hal itu identik dengan terjadinya pembantaian
> Semanggi
> yang lalu). Secara jangka pendek, insiden hari ini menguntungkan
> status quo
> ttg urgensi militer tetap berperan banyak. Secara jangka panjang
> adalah
> untuk membuat kondisi yang tidak memungkinkan untuk terselenggaranya
> Pemilu. (Bnd. dengan "peringatan" Clinton agar Hbb tidak menunda
> Pemilu).
> Sesuai dengan Pasal 8 UUD '45 mk acting Presiden menjabat sampai habis
> masa
> waktunya (th. 2003). Secara logic saja, apakah mungkin pemegang
> kekuasaan
> sekarang dapat menang dalam Pemilu yang demokratis?
>
> ----------------------------------------------------------------------
>
>
---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com