Bagi saya, tudingan bahwa jurnalisme SCTV timpang dan berat sebelah, bisa dipersoalkan/ diperdebatkan/didiskusikan. Tapi nuansa berita ini sangat tendensius dan berbahaya karena mengkait2kan kegiatan SCTV dengan Pieter Gontha, sang pemilik yang kebetulan non-muslim. Padahal, anak kecil pun tahu, bahwa untuk berbuat jahat/ biadab/ keliru/khilaf, sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama yang dianut. Banyak penjahat/ perampok/ pemerkosa beragama Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Islam. Banyak juga orang2 baik datang dari penganut Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindhu. Karena baik kejahatan atau kebajikan, memang tidak dimonopoli oleh agama tertentu. Pengkaitan agama dan perilaku seseorang/ kelompok/ organisasi, sangat tidak relevan dan kekanak-kanakkan. Mohon rekan2 waspada. -----Original Message----- From: Ebenheser <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wednesday, November 25, 1998 12:41 AM Subject: [Pnet] Fw: [EMAIL PROTECTED]: PEMBERITAAN SCTV TIDAK BERIMBANG >> From: [EMAIL PROTECTED] >> Subject: PEMBERITAAN SCTV TIDAK BERIMBANG >> Date: Sun, 22 Nov 1998 07:47:52 -0500 (EST) >> >> PEMBERITAAN SCTV TIDAK BERIMBANG >> >> >> >> Nampaknya SCTV tidak menganut prinsip jurnalisme yang berimbang. >Contohnya >> mengenai masalah proklamasi pemerintah tandingan lewat Komunike 17 oleh >> Kemal Idris, Permadi, dll, karena SCTV pro gerakan tsb, maka >narasumbernya >> dipilih hanya yang pro kelompok tsb. Pakar Hukum Kelautan yang tak ada >> hubungannya dengan Hukum Tatanegara yang membahas masalah makar seperti >> Dimyati diwawancarai, tapi Pakar Hukum Tatanegara seperti Prof. Dr. >Ismail >> Sunny yang menganggap bahwa Komunike 17 itu adalah makar sama sekali >tidak >> dihubungi. SCTV nampaknya berusaha menggiring opini publik bahwa Komunike >17 >> itu bukan makar, meskipun proklamasi Pemerintah Tandingan yang menolak >> Pemerintah yang sah itu sendiri adalah tindakan makar. >> >> Kemudian SCTV juga mewawancarai tokoh YLBHI Bambang Widjoyanto yang >> mengatakan bahwa "aktor intelektual" Pam Swakarsa bisa diseret ke >> pengadilan, karena mereka mengganggu ketertiban. Asal tahu saja, >penggerak >> Pam Swakarsa adalah H Faisal Biki dan KH Abdul Kadir Jaelani (yang pernah >> dipenjara di zaman Suharto). Mengapa SCTV mencoba menampilkan berita tsb? >> Mengapa Bambang tidak berusaha menyeret Forkot, Famred, dll yang dimotori >> oleh mahasiswa Universitas Katolik Atmajaya dan Universitas Kristen >> Indonesia ke pengadilan juga? Bukankah mereka juga mengganggu ketertiban >> seperti membikin macet, melempar2 batu, bom molotov, dan melawan petugas. >> Bukankah itu kriminal juga. Mengapa aktor intelektual Forkot, Famred, dll >> seperti Kemal Idris atau Ratna Sarumpaet (si munafik yang bapaknya adalah >> pengurus gereja) tidak diusahakan supaya diseret ke pengadilan? >> >> SCTV melalui pemberitaan yang tidak adil dan diskriminativ berusaha >membela >> golongan Kristen dan Abangan Sekuler dari jeratan hukum, meskipun mereka >> terbukti melanggar hukum atau mengganggu ketertiban, tapi terhadap >golongan >> Islam seperti Pam Swakarsa yang berusaha mengamankan Sidang Istimewa dari >> rencana pendudukan mahasiswa katolik Atmajaya, Universitas Kristen >> Indonesia, dan mahasiswa Abangan Sekuler, SCTV berusaha menjerat mereka >ke >> pengadilan. Persis ketika rezim ORBA dipimpin oleh Suharto dengan Ali >> Murtopo atau Leonardus Benny Murdani. >> >> Asal tahu saja, anggota Pam Swakarsa yang tewas dikeroyok massa dan >> mahasiswa katolik Atmajaya itu ada 5 orang. Bukankah itu adalah kriminal >> juga. Kenapa SCTV cuma mewawancarai pihak yang anti Pam Swakarsa? Kenapa >Pam >> Swakarsa yang difitnah SCTV tidak mendapat kesempatan wawancara yang sama >> atau hak jawab? Harap diingat, dikeroyoknya anggota Pam Swakarsa hingga >> mati, bahkan ada yang matanya dicongkel secara keji sebagaimana >diberitakan >> di Jawa Post, itu tidak lain akibat dari pemberitaan media massa yang >tidak >> berimbang, sehingga menimbulkan fitnah. >> >> Jelas bahwa SCTV yang dipimpin oleh si Kristen Peter F Gontha dan Don >Bosco >> ini pemberitaannya sangat merugikan ummat Islam dan membela golongan >Kristen >> dan Sekuler Abangan. Saya harap pemberitaan SCTV bisa lebih berimbang. >> Jangan khianati prinsip jurnalisme berimbang. Jika ada yang pro Barisan >> Nasional diwawancarai, maka yang anti Barnas dan netral juga perlu >> diwawancarai. Jika yang anti Pam Swakarsa diwawancarai, yang pro Pam >> Swakarsa dan anggota Pam Swakarsa sendiri juga perlu diinterview. Itu >baru >> namanya jurnalis profesional. Bukan jurnalis kacangan yang cuma berpihak >> pada golongan Kristen dan Sekuler Abangan. >> >> Ummat Islam jika ada kemunkaran seperti itu sebaiknya tidak diam saja. >> Bukankah Nabi menyuruh kita agar mencegah kemunkaran dengan tangan jika >> mampu. Jika tak mampu cegahlah dengan ucapan, dan jika itu juga tidak >mampu, >> cegahlah dengan hati. Tapi sesungguhnya diam itu adalah selemah2 dari >iman. >> Jika ada pemberitaan yang sudah bukan lagi berita, tapi opini dari >golongan >> tertentu (satu pihak), sebaiknya kita mengajukan protes ke media massa >tsb. >> Berikut alamat dari beberapa media massa: >> >> <snip> >> >--------------------------------------------------------------------------- - --------------------------------------------------------------------- To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
