Bila sebelumnya yang saya fwd. adalah soal bentuk2 kreatif demo, yang ini,
sejumlah ide unjukrasa kreatif lainnya.
Kalau ada ide lain, silakan sampaikan segera.
>Date: Sat, 28 Nov 1998 06:44:28 -0800 (PST)
>From: teewoel <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Pnet] (2) Renungan: Demo di awang-awang?
=========================deleted------------------------------->
>Kalau ditahan di darat mengapa tidak demo diawang-awang?
>========================================================
> Ribuan mahasiswa-i setiap hari akhir-akhir ini menyerbu
>wilayah Cendana dan selalu tertahan di Taman Suropati; suatu
>jarak yang kata orang Jakarte masih jauh dari kediaman Eyang
>Sepuh atau Kakek Tua Suharto. Nah, kalau sudah distop dan gagal
>terus di darat mengapa tidak berpikir kreatif utk demo diawang-
>awang. Jangan ditertawakan dulu lho ide gendeng ini.
> Sementara menuliskan ini, mengiang kembali nyanyian masa
>kanak-kanak dulu yg syairnya kira-kira begini: "Kuambil buluh
>sebatang, kuraut sama panjang. Kutimbang dan kurangkai dgn
>benang....kujadikan layang-layang. Bermain, berlari, bermain
>layang-layang." Begitulah secuplik kenangan indah ketika masih
>senang main layang-layang dulu.
>
> Dari kenangan masa kanak-kanak ketika masih senang main
>layang-layang itu; pikiran saya melayang pada ribuan para de-
>monstran itu. Sementara beberapa ratus rekan mengadakan orasi
>dan adu-desak dengan para aparat; bukankah barisan belakang bisa
>menaikkan layang-layang besar dengan segala spanduk panjang
>menggelepar-gelepar lengkap dengan segala tuntutan yg berasal
>dari serapan hati nurani rakyat.
> Kalau masih kurang puas, dengan tehnik tertentu yang
>disebut ragang kecil kupu-kupu, melalui benang layang-layang
>kita bisa saja diselipkan berpuluh-puluh selebaran bukan "gelap"
>yg akan dengan cepat melesat naik keatas dan kemudian dari ke-
>tinggian akan tersentak dan jatuh bertebaran. Siapa tahu beberapa
>akan jatuh dihalaman belakang atau bahkan dipangkuan Eyang Sepuh
>Suharto yang sedang 'memandita':) di kursi goyang. Mungkin juga
>akan jatuh diperumahan putra-putrinya entah Tutut, Tommy, Bambang
>dan lain-lainnya lagi. Ada yang berminat mencoba? Kalau iya jangan
>lupa mengundang ahli kelimurologi alias Jaya Suprana, siapa tahu
>bisa masuk buku Guiness of World-Record. Bayangkanlah ada
>puluhan, ratusan bahkan ribuan layang-layang diatas langit
>wilayah Cendana; apa tidak mumet itu para tentara?
>
> Mau ide kreatif lain? Tentu saja dari ide-layang-layang
>itu masih bisa dikembangkan lebih jauh lagi. Layang gantung,
>layang gantung bermesin. Nah yang ini memang sudah agak menyerem-
>pet bahaya alias hidup sang pilot bisa kena babat peluru para
>tentara anarkis. Mau coba helikopter atau pesawat kecil yang
>diatur pakai remote-control?
>
> Sekian dulu obrolan dari yang sedang mendem Teewoel.
> Bagaimana tanggapan anda? Ada ide kreatif lainnya?
>
>Wassalam:
>Teewoel
>
---------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
ICQ UIN 23276722
---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com