Teman2, kecurigaan saya berdasar. Berikut adalah posting Sdr. Yohanes Santosa <[EMAIL PROTECTED]> kepada Pnet. Ternyata posting bersubyek: Gerombolan Kristen di Balik Demo Mahasiswa yang dikirimkan ke milis kuli-tinta dengan nama Harun Al Wakhid, di Isnet namanya dipakai untuk posting atas nama Hasan Rasyidi. Silakan baca sendiri apa yang saya fwd-kan di bawah ini. ----------------------------------------fwd message------------------- >Date: Sun, 29 Nov 1998 22:01:51 +0700 >From: Yohanes Santosa <[EMAIL PROTECTED]> >Subject: [Pnet] Mohon tanya [urgent] >Rekan2 sekalian, > >1. HARI INI SAYA DAPAT 3 SURAT YANG ISINYA SEPERTI DIBAWAH. >MOHON PAK ADMIN DAN REKAN2 DAPAT MEMBANTU SAYA MENGAPA >SAYA MENDAPAT SURAT SEPERTI INI, padahal saya tidak pernah >menulis ke-isnet dan tidak mengenal orang2 tersebut. > >2. Apa yang mesti saya perbuat? > >Mohon petunjuk. >Terima kasih. > >Yohanes Santosa. > >========================================================= >X-Sender: [EMAIL PROTECTED] >X-Mailer: QUALCOMM Windows Eudora Light Version 3.0.5 (32) >Date: Sun, 29 Nov 1998 12:07:15 +1100 >To: [EMAIL PROTECTED] >From: Arif B <[EMAIL PROTECTED]> >Subject: Re: [is-lam] Gerombolan Kristen di Balik Demo Mahasiswa >Cc: [EMAIL PROTECTED] > > >assalamu'alaikum sdr. Hasan Rasyidi.. > > >arif b > >Hasan Rasyidi: >>Ternyata setelah insiden Semanggi kemarin, pada hari Sabtu terjadi >>pertemuan antara Pangab Wiranti, tokoh LSM, Purnawirawan ABRI >>(Leonardus Benny Murdani dan Barisan Nasional), dan kelompok >>mahasiswa yang terlibat demo di Semanggi kemarin (yang dimotori Univ >>Katolik Atmajaya, dan Universitas Kristen Indonesia, Mustopo tanpa >>agama, Unika Parahyangan dan Trisakti, pokoke univ. org kafir) >>sedangkan PTN seperti UI, ITB, UGM, Uncen, Unsrat, Unram, >>USU, IKIP, Unpad, teruskan sendiri sampe 27 propinsi, tidak >>menyetujui ide anarkis tsb, mereka lebih memprioritaskan >>pelaksanaan Pemilu. ''Paling lama Januari tahun depan gedung DPR/MPR >>sudah kita kuasai,'' kata mereka dg ganjen, sembari menebalkan lipstik. >> >>Sementara itu tampak juga usaha memecah belah ummat Hindu di Bali. >>Mereka mendiskreditkan para ulama maupun ormas Islam yang mereka tuduh >>membela Habibie yang korup. MUI, PSSI, KWI, DDII, KISDI, ICMI, dll >>dituduh sebagai berkolusi dengan pemerintah, malah HMI ikut-ikutan dg >>para mahasiswa sekular tsb. Begitu juga KH Abdul Kadir Jaelani, >>Antonio Banderas, Achmad Sumargono, Arif Suditomo, Omar Shariff dll. >>Mereka menganggap para ulama dan ormas Islam itu tidak membela >>kebenaran, karena berpihak pada pemerintah Habibie. >> >>Sesungguhnya para ulama dan ormas Islam justru yang paling gigih >>menentang kezaliman. Pada masa Suharto berduet dengan Ali Murtopo, >>muslim jawa abangan pendiri CSIS dan kemudian dengan LB Murdani >>dari tahun 1966 hingga tahun 1990, di manakah mahasiswa >>Universitas Katolik Atmajaya dan Universitas Kristen Indonesia dengan >>FORKOT, FAMRED, KOMRAD, dll, ketika terjadi pembantaian >>terhadap 1200 ummat Islam di Tanjung Priok? Mereka hanya membela >>pembantaian org kafir di Timtim dan Irja. Di manakah lembaga think tank >>CSIS ketika terjadi peristiwa pembantaian terhadap ummat Islam di >>Lampung? Di manakah para LSM yang banyak mendapat donasi dari >>negara2 Eropa dan Amerika, Saudi Arabia, Palestina ketika banyak saudari >>muslimah kita dikeluarkan dari sekolah hanya karena mereka memakai >>jilbab untuk melaksanakan perintah Allah SWT? Sekarang para muslimah >>berjilbab itu malah membantu Romo Sandyawan intel CSIS di Tim >>Relawan. Piye iki? Banyak banget cewek berjilbab di markasnya, berbaur >>dg suster Katholik. Pergaulan nggak bener nih, kacau! >> >>Ketika terjadi penindasan yang dalam dan begitu dahsyat dari rezim >>Suharto plus Ali Murtopo dan Leonardus Benny Murdani terhadap ummat >>Islam, justru KH Abdul Kadir Jaelani, Achmad Sumargono, Yusril Ihza >>Mahendra dan AM Fatwa dipenjara hanya karena meminta agar peristiwa >>Tanjung Priok diusut. Perguruan Tinggi PTDII pimpinan KH Abdul Kadir >>Jaelani diserbu tentara muslim pimpinan Leonardus Benny Murdani dirusak >>dan kemudian ditutup pemerintah. Di mana para "pejuang reformasi" dari >>Universitas Katolik Atmajaya dan Universitas Kristen Indonesia ketika itu? >>Di mana FORKOT, FAMRED, dll ketika ummat Islam dizalimi Suharto >>dan LB Murdani? >> >>Pada saat itu, CSIS yang sekarang berubah jadi "kritis" justru berkolusi >>dengan rezim Suharto memberi banyak masukan untuk GBHN yang hasilnya >>cuma memperkaya kelompok mereka. Sementara itu di bidang media massa, >>media massa Islam ditindas. SIUP atau SIT h ampir mustahil didapat oleh para >>penerbit Islam. Pada peristiwa Malari, 4 harian dibekukan, yaitu Kompas, >>Sinar Harapan, Indonesia Raya (milik seorg muslim yakni Mochtar Lubis), >>dan Suluh Indonesia (milik seorg muslim), serta Majalah Le Laki. Meskipun >>koran Kompas dan Sinar Harapan diizinkan terbit kembali oleh >>penguasa yg Pangabnya Katolik dan Pangkopkamtibnya Kresten (Sudomo), >>tapi kedua harian milik kelompok Islam tetap dilarang terbit. >>Asimilasi, eh diskriminasi! Itulah yang terjadi ketika itu. >> >>Bank Islam dilarang didirikan, sementara judi seperti Undian Harapan, >>Porkas, SDSB, pelacuran di mana pejabat muslim dijebak pelacur muslim, dll >>merajalela. Pada saat para ulama dan ummat Islam menjadi oposan dan >>menentang ketidak adilan, golongan Kristen, kafir dan Abangan Jawa >>sekuler justru enak-enakan berkolusi dengan rezim Suharto. >> >>Pada tahun 1990 di kala Suharto mulai melunak terhadap kelompok Islam. >>ICMI didirikan, sementara lembaga think tank yang didominasi golongan >>Kristen ditendang. Pemakaian jilbab di sekolah dibebaskan. Bank Islam >>BMI didirikan serta ribuan Baitul Maal wa Tamwil dibentuk.dg bantuan >>Edward Surjadjaja. Harian milik ummat Islam Republika dan Adil diterbitkan, >>pada saat itulah baru golongan Kristen dan Abangan Jawa Sekuler ini menjadi >>gerah, dan tiba2 bangkit semangat "demokrasi", "kebangsaan". Mendadak saja >>mereka mendirikan majalah Matra, Popular, Jurnal Perempuan, Jurnal >>HAM utk propaganda murahan. Kenapa mereka tidak memperjuangkan >>reformasi di saat ummat Islam ditindas dan dizalimi? >> >>Ketika Suharto jatuh, saya masih mendukung gerakan reformasi. Tapi >>ketika mereka mencoba menjatuhkan pemerintah Habibie dan menggantinya >>dengan anggota Barisan Nasional macam Kemal Idris dan Permadi sebagai >>Presidium, apalagi Pangab Wiranti yg gemar bikin affair itu akan ikut-ikutan >>masuk presidium pula. Tanya saja pada wartawan Cekricek, mereka pasti >>tahu affairnya Wiranti dg sejumlah taekwondowati (dia ketua taekwondo >>Indonesia) >> >>Memang pemerintah sekarang tidak sempurna, maklum presidennya pendek, >>tapi kita harus sabar menunggu Pemilu yang kurang dari 6 >>bulan lagi agar Pemerintah yang baru bisa dipilih seluruh rakyat. Jika ada >>kelompok yang memiliki agenda tersembunyi untuk berkuasa tanpa Pemilu, >>maka ummat Islam wajib melawannya. Jangan sampai pemerintah tanpa pemilu >>itu malah seperti rezim Orba saat Suharto berkonco dengan Ali Murtopo dan >>Leonardus Benny Murdani. >> >>Sekarang ini boleh dikata sebagian besar ormas Islam seperti DDII, MUI, >>ICMI, KWI, KISDI, PSSI, Darul Arqam, Jam'iyat Lia Aminuddin, Jam'iyat >>Washliyah, dll mendukung pemilu agar pemerintah yang aspiratif bisa >>terbentuk. >>Karena itu jika ada orang yang mengaku Muslim seperti Budiman Sujatmiko, >>yg bibit bebet bobotnya saja jeleknya minta ampun, >>(Bapaknya PKI, sepupunya ratna sarumpaet, iparnya omar dhani, >>keponakannya Aidit, cucunya Subandrio), tapi bertindak berlawanan >>dengan mayoritas (mainstream) ummat Islam dengan berusaha >>membentuk pemerintah tanpa Pemilu, maka kita perlu berhati2. >> >>Seruan dan imbauan juga datang dari tokoh-tokoh umat Islam Indonesia. >>Lewat sebuah apel jeruk melon akbar yang menghadirkan Ketua Umum >>PAN Dr Amien Rais (doktor asli, bukan bapak rumah tangga biasa >>seperti Mbak Mega), Sekjen Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) >>Hussein Umar SH (sarjana lho), serta penyair Taufik Ismail (dokter hewan, >>Fakultas Kedokteran Hewan memang penghasil sastrawan, Marah Rusli >>yg ngarang Siti Nurbaya juga lulusan FKH) seruan untuk menahan diri >>dan lebih memperkokoh ukhuwah Islamiyah >>datang dari tempat berlangsungnya acara Masjid Al-Azhar, Tanjung Priok. >> >>DOKTOR, bukan bapak rumah tangga biasa - Amien Rais mengakui selama ini >>ada orang atau pihak yang telah melakukan >>kerjasama untuk tujuan tertentu, namun landasannya semata-mata >>kepentingan kelompok atau uang. Sehingga hasilnya, justru kesengsaraan >>umat seperti yang dialami bangsa Indonesia saat ini. >> >>Bukan saja kalangan mahasiswa yang jadi ajang adu domba mencapai >>tujuan politik sekelompok orang, namun masyarakat luas yang dalam hal ini >>mayoritas umat Islam akan jadi korban pertentangan. Boleh jadi, >>cara-cara memecah-belah umat seperti ini juga berlangsung di daerah-daerah >>lain dengan dalih reformasi dan memakai mahasiswa sebagai tameng. Hal >>inilah yang selayaknya jadi perhatian kita agar umat tak tercabik-cabik. >>Doktor (baca: DOKTOR, jadi bukan lulusan SD Inpres kayak Mbak >>Mega) Amien Rais menyarankan agar kita selalu >>berpegang kepada tuntunan Allah swt dan Rasul-Nya melalui Alquran >>serta hadis. ''Marilah kita berpegang kepada tuntunan Illahi agar jangan >>sampai tergelincir pada hal-hal yang bisa memerosokkan bangsa ini kepada >>kehancuran,'' tegas Amien Rais yg juga nyaris tergelincir ini, nginjek >pisang >>di kafe BOOM milik Inneke Kusherawaty. >====================================================================== >Date: Sun, 29 Nov 1998 15:37:23 +0100 >From: [EMAIL PROTECTED] (Supomo DJAIS) >Subject: "???" >To: [EMAIL PROTECTED] > > > saya kira kamu terlalu "goblog" untuk melakukan penipuan > Ini buktinya, > Bukti palsunya terlihat dari headernya yang berbeda, yaitu: > --------------------------------------------------------------------- > Message-Id: ><[EMAIL PROTECTED]> > X-Sender: [EMAIL PROTECTED] (Unverified) > X-Mailer: Windows Eudora Pro Version 3.0.1 (32) > Date: Sun, 29 Nov 1998 06:51:27 +0700 > To: [EMAIL PROTECTED] > From: Hasan Rasyidi <[EMAIL PROTECTED]> > Mime-Version: 1.0 > Content-Type: text/enriched; charset="us-ascii" > Reply-To:[EMAIL PROTECTED] > X-Mailing-List: <[EMAIL PROTECTED]> archive/latest/1208 > X-Loop:[EMAIL PROTECTED] > Precedence: list > Subject: [is-lam] Perjuangan Mujahidin Muda > --------------------------------------------------------------------- > lagi, > --------------------------------------------------------------------- > STUDENTS CLUB FOR POLITICS =>Rusmanhadi Fans Club > > Message-Id: ><[EMAIL PROTECTED]> > X-Sender: [EMAIL PROTECTED] (Unverified) > X-Mailer: Windows Eudora Pro Version 3.0.1 (32) > Date: Sun, 29 Nov 1998 06:46:55 +0700 > To: [EMAIL PROTECTED] > From: Hasan Rasyidi <[EMAIL PROTECTED]> > Mime-Version: 1.0 > Content-Type: text/plain; charset="us-ascii" > Reply-To: [EMAIL PROTECTED] > X-Mailing-List: <[EMAIL PROTECTED]> archive/latest/1209 > X-Loop:[EMAIL PROTECTED] > Precedence: list > Subject: [is-lam] Gerombolan Kristen di Balik Demo Mahasiswa > -------------------------------------------------------------------- > nah, ojo diulang man�h !!!, wis cukup, wis kecekel. elingo ! > ora angel nggoleki aslimu. > > tapi, kalo, kamu ualngi lagi, jangan harap kamu bisa melarikan > diri !!! > > okay, lain kali ati-ati bocah goblog !!!! >=================================================================== >X-Originating-IP: [209.75.196.2] >From: "Andri Cahyono" <[EMAIL PROTECTED]> >To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] >Subject: Gobloknya Minta Ampun Ente itu!!! >Date: Sun, 29 Nov 1998 20:13:54 JAVT > >Dasar goblok, nyaru adress orang malah ketahuan siapa ente >sebenarnya. >IP dan pop email ente nggak akan bisa menyembunyikan identitas >ente sebenarnya... >Bentar lagi, semua orang akan tahu...siapa ente sebenarnya.. > >Andri Cahyono >Hacker >==============================end=========================== --------------------------------------------------------------------------- [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] ICQ UIN 23276722 --------------------------------------------------------------------- To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
