> =========================deleted------------------------------->
> >Kalau ditahan di darat mengapa tidak demo diawang-awang?
> >========================================================
> >     Ribuan mahasiswa-i setiap hari akhir-akhir ini menyerbu
> >wilayah Cendana dan selalu tertahan di Taman Suropati; suatu 
> >jarak yang kata orang Jakarte masih jauh dari kediaman Eyang
> >Sepuh atau Kakek Tua Suharto. Nah, kalau sudah distop dan gagal
> >terus di darat mengapa tidak berpikir kreatif utk demo diawang-
> >awang. Jangan ditertawakan dulu lho ide gendeng ini.
> >     Sementara menuliskan ini, mengiang kembali nyanyian masa
> >kanak-kanak dulu yg syairnya kira-kira begini: "Kuambil buluh
> >sebatang, kuraut sama panjang. Kutimbang dan kurangkai dgn
> >benang....kujadikan layang-layang. Bermain, berlari, bermain 
> >layang-layang." Begitulah secuplik kenangan indah ketika masih
> >senang main layang-layang dulu.
> >
> >     Dari kenangan masa kanak-kanak ketika masih senang main
> >layang-layang itu; pikiran saya melayang pada ribuan para de-
> >monstran itu. Sementara beberapa ratus rekan mengadakan orasi
> >dan adu-desak dengan para aparat; bukankah barisan belakang bisa
> >menaikkan layang-layang besar dengan segala spanduk panjang 
> >menggelepar-gelepar lengkap dengan segala tuntutan yg berasal
> >dari serapan hati nurani rakyat.
> >     Kalau masih kurang puas, dengan tehnik tertentu yang
> >disebut ragang kecil kupu-kupu, melalui benang layang-layang
> >kita bisa saja diselipkan berpuluh-puluh selebaran bukan "gelap"
> >yg akan dengan cepat melesat naik keatas dan kemudian dari ke-
> >tinggian akan tersentak dan jatuh bertebaran. Siapa tahu beberapa
> >akan jatuh dihalaman belakang atau bahkan dipangkuan Eyang Sepuh
> >Suharto yang sedang 'memandita':) di kursi goyang. Mungkin juga
> >akan jatuh diperumahan putra-putrinya entah Tutut, Tommy, Bambang
> >dan lain-lainnya lagi. Ada yang berminat mencoba? Kalau iya jangan
> >lupa mengundang ahli kelimurologi alias Jaya Suprana, siapa tahu
> >bisa masuk buku Guiness of World-Record. Bayangkanlah ada
> >puluhan, ratusan bahkan ribuan layang-layang diatas langit
> >wilayah Cendana; apa tidak mumet itu para tentara?
> >
> >     Mau ide kreatif lain? Tentu saja dari ide-layang-layang
> >itu masih bisa dikembangkan lebih jauh lagi. Layang gantung,
> >layang gantung bermesin. Nah yang ini memang sudah agak menyerem-
> >pet bahaya alias hidup sang pilot bisa kena babat peluru para
> >tentara anarkis. Mau coba helikopter atau pesawat kecil yang
> >diatur pakai remote-control?         
> >     
> >     Sekian dulu obrolan dari yang sedang mendem Teewoel.
> >     Bagaimana tanggapan anda? Ada ide kreatif lainnya?      
> >
> >Wassalam:
> >Teewoel
> >
> 
Ide-nya bagus juga. Gimana kalau selain layang-layangnya ada yang pada
ketinggian tertentu akan menebarkan selebaran-selebaran, juga ada
layang-layang dengan warna-warna cerah dan slogan-slogan yang merindukan
negri makmur & damai. Cinta anak-anak. Soalnya sekarang bayak anak-anak
kecil yang stres. Nggak lagi bisa jalan-jalan ke taman kota, dengan tenang
karena takut ada kerusuhan. Atau  layang-layangnya berbentuk bunga, ikan,
burung, anak-anak, aparat yang smile, berbentuk karung beras, buah-buahan,
sayur-mayur, kaleng susu, dll.. atau apa saja, tapi nggak melulu menghujat
pihak tertentu...

Siapa tau langit Jakarta bisa 'sehari saja' berwarna-warni tanpa asap
kebakaran, suara dentuman senjata, atau  gas air mata...



trully

---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Indonesia without violence!

Kirim email ke