Saya setuju sekali untuk mempersatukan kembali seluruh bangsa Indonesia dengan tanpa memandang ras/suku,agama dan lain sebagainya. Coba kunjungi ke http://www.geocities.com/CapitolHill/2475/ -----Original Message----- From: joseph [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Thursday, December 03, 1998 9:26 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Kuli Tinta] FW : untuk direnungkan....... Saya sangat setuju, bahwa kekerasan tidaklah memecahkan masalah tetapi malah akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi. Kita mulai hari ini harus berjuang lebih keras lagi unutk menghentikan kekerasan terhadap SEMUA MINORITAS di suatu daerah. Kekerasan, penghancuran, pembunuhan apalagi peperangan tidaklah dapat dihentikan dengan kekerasan....Marilah kita sebagai anak-anak bangsa bersatu untuk menghentikan semua tindakan kekerasan. -----Original Message----- From: M. Iqbal <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thursday, December 03, 1998 8:18 AM Subject: [Kuli Tinta] FW : untuk direnungkan....... >-----Original Message----- >From: [EMAIL PROTECTED] [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] <mailto:> >Sent: 01 Desember 1998 1:00 >To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; >[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; >[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] >Subject: FW: untuk direnungkan.... > > > >-----Original Message----- >From: ASD - Nancy >Sent: Selasa, Desember 01, 1998 3:12 >To: ASD - Dodi Abdul Azis; ASD - Endang Werdiningsih; ASD - Meita > Pujianti >Subject: FW: untuk direnungkan.... > > >Ini dikirim seorang teman yang tengah bertugas di Kupang. >Hari ini 30 November 1998, Kupang dan sekitarnya terbakar. >Hampir seluruh mesjid terbakar. Penjarahan di mana-mana, terutama toko-toko >milik orang muslim, Jawa, Makasar, dan Bugis. Ribuan orang bersenjata >parang dan batu tumpah di jalanan. Jalanan dipasang palang, dan dijaga >pemuda-pemuda bersenjata. >Semua kendaraan yang lewat ditanya, "Lu Kristen apa Muslim?". >Sekarang pukul 18.30 malam, Universitas Muhammadyah beserta >'SMP dan SMA Muhammadiyah baru sejam yang lalu habis terbakar. Jam tiga sore >tadi, asrama haji sudah habis dilalap api. Juga mesjid-mesjid di kota >Kupang. > > >Orang-orang berkeliling kota dengan membawa senjata, baik >berjalan kaki maupun naik truk. Mereka berteriak-teriak,"Kristen menang, >Gereja menang?" >Simbol-simbol salib, foto Yesus, diarak keliling kota sambil >terus membakari mesjid, dan toko-toko milik orang muslim. Teriakan-teriakan >perang dimana-mana, sorak sorai kemenangan membahana di seluruh >Kupang. > > >Dalam hati saya bertanya mereka menang atas siapa? Seandainya >Tuhan ada, apakah dia setuju? > > >Telepon di kantor berdering-dering, teriak minta dijawab. "Satu >lagi mesjid terbakar?" kata kawan saya orang Sabu yang Kristen sambil >gemetar. Seolah tidak percaya kejadian ini terjadi di kota Kupang. Kota di >mana >orang-orang Kristen yang ia banggakan adalah mayoritas. Dia tidak percaya >sama sekali bahwa demikian kejinya orang Kristen di Kupang. Bukan hanya >dia, semua orang di kantor yang semuanya Kristen berdiri bulu kuduknya. Lutut >mereka lemas, superioritas sebagai mayoritas hancur karena kekejaman kaum >mereka sendiri. > > >Dalam hati saya bicara, dimana-mana mayoritas mudah sekali >brutal, mudah marah terhadap minoritas, walaupun persoalan hidup tidak >semudah dipanasi dan meledak begitu saja. Di SMA saya dulu, orang-orang Tiong >Hoa adalah mayoritas, dan mereka sering bertingkah di hadapan >pribumi-pribumi seperti saya. Di Jawa Timur, di Ponorogo, ayah saya cerita >betapa >Banser NU berlaku keji terhadap saudaranya sesama muslim yang Muhammadyah. >Masih >banyak di, di, di, di, yang lain. > > >Mulai hari Jumat lalu, hingga tadi pagi kawan-kawan saya masih >Bisa membusungkan dada, dan penuh kemarahan ketika berbicara tentang >Peristiwa Ketapang. Mereka bilang hari ini Senin, 30 November 1998 hingga >Rabu, 2 Desember 1998 adalah hari mereka. Mereka bangga karena secara >Nasional pimpinan-pimpinan Gereja meminta hari berkabung nasional. Dan >Kupang, ibu kota NTT, ibu kota propinsi Kristen dan Katolik mengumumkan >tidak adanya aktivitas pada hari Senin hingga Rabu. Semua diminta ada di >rumah, karena hari itu adalah hari berkabung, hari orang mati. Semua penduduk >yang keluar dianjurkan memakai baju hitam. Aksi protes damai kata mereka. > > >Siang hari, neraka mulai merekah. Pengrusakan dan pembakaran >mesjid dimulai. Dada yang tadinya menggelembung, pecah, kempes, berganti jadi >kebingungan. Getir. Mereka lupa bahwa selalu ada orang yang memulai api >perpecahan atas kebetulan-kebetulan kita. Ya, agama dan etnis. Titik >solidaritas buta umat manusia di seluruh dunia. Dan jika ada kesempatan >digunakanlah >kesempatan itu. Dari dulu kita tahu kebetulan-kebetulan kita selalu bisa >dimanfaatkan. >Dipakai. Modus operandi selalu sama, pembakaran gereja, mesjid, >karena itu yang paling sensitif. > > >Ketika banjir air mata dan darah bermunculan dimana-mana, >sekelompok orang di Cilangkap, atau di Istana, atau di Christmas Island, >sedang >mandi Johny Walker, sambil menghisap cerutu Havana menyeringai sambil >berkata,"Saya menang, saya menang lagi." > > >Besok dan hari-hari selanjutnya tidak pernah bisa diramalkan. >Mungkin ada aksi pembalasan, di Jawa, Ujung Pandang, Sumatera, entah di >mana lagi. >Perang yang tak kunjung usai. Salah siapa ini? >Hari ini saya tidak pulang ke rumah, tidur dan tinggal di kantor, >entah sampai kapan.Situasi tidak memungkinkan untuk keluar dari kantor >karena faktor kebetulan. >Lagi-lagi saya minoritas. Ya, saya seorang Jawa!! >Walaupun di KTP tertulis agama ROMA KATHOLIK. Salah menjadi orang Jawa di >NTT, karena identik dengan muslim. >Lagi-lagi semuanya kebetulan. >Kawan saya seorang Jawa juga, tadi dikejar-kejar padahal dia Kristen. >Untung semesta masih memberkati dia. >Dia selamat sampai di rumah. > > >Apakah salah lahir menjadi seorang Jawa, Timor, Bugis, Tiong >Hoa, Kaukasoid? >Apa bisa kita tentukan ras kita sebelum lahir? Apa bisa kita memilih agama >diluar keinginan orang tua kita? Apakah berani kita meninggalkan agama yang >diwariskan orang tua kita? Terakhir, apakah KELAHIRAN MANUSIA >BISA DISALAHKAN? > > >Kupang, 30 November 1998 >Di antara api neraka > > >Torry > > > > >--------------------------------------------------------------------- >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] >HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com > >Indonesia without violence! > > --------------------------------------------------------------------- To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com Indonesia without violence! --------------------------------------------------------------------- To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com Indonesia without violence!
