Setelah terjadi kasus penembakan terhadap aksi mahasiswa, seperti biasa,
mulai muncul silang-pendapat. Ada yang menyalahkan ABRI dan ada yang
menyalahkan aksi mahasiswa. Silakan saja, asal semua itu diskusikan secara
sehat untuk mencari kebenaran, bukan mencari kemenangan.
Yang saya sesalkan hanyalah munculnya upaya-upaya mengalihkan  perhatian
dengan cara  mencari kambing hitam.
Misalnya,
1. Tuduhan makar thd. sejumlah tokoh2 Barnas oleh pemerintah/ABRI. Kasus ini
cenderung membuat kita lupa, bahwa mestinya pada saat yang sama ABRI/
pemerintah sudah harus menjelaskan tanggungjawabnya terhadap Tragedi
Semanggi.
2. Adanya ucapan para tokoh tertentu yang kini mulai mengkambinghitamkan
media massa sebagai pengompor aksi mahasiswa yang menyebabkan tewasnya
sejumlah korban. Gerakan2 serupa ini belakangan mulai mengincar sejumlah
media massa tertentu.
3. Sore ini, di Anteve dan TPI, Ketua MUI mengungkapkan adanya pertanyaan
di kalangan ummat yang mempersoalkan kenapa aksi2 mahasiswa itu hanya
berbasis di 4 tempat saja: Universitas Katolik Atmajaya, Universitas Kristen
(UKI), Prof. Mustopo dan Universitas Trisakti.
Yang ini mencemaskan. Mudah2an Pak Ketua MUI bisa menjelaskan dengan baik
karena pertanyaan ini berbau SARA. Jangan sampai menimbulkan persoalan baru
yang tidak perlu.
Marilah kita berpikir lebih jernih.




Himbuan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !

---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Kirim email ke