Dulu katanya kambing hitam. Sekarang ada yang bilang, mereka biangnya. Gile
benerrr...
Coba baca berita ini. Masuk akal nggak?


           

http://www.detik.com/berita/199812/981203-1500.html

Presiden Partai Keadilan Nur Mahmudi Ismail:
Awas Junta Militer 

Detikcom. Jakarta. Presiden Partai Keadilan Nur Mahmudi
Ismail mengatakan, bahwa saat ini banyak berkeliaran para
provokator. Mereka ini sengaja memanfaatkan massa yang kini
sedang emosi karena lemahnya pemahaman terhadap agama. 

Para provokator itu, kata Nur Mahmudi, sengaja melakukan itu
dengan tujuan agar terjadi konflik horisontal. "Tujuan mereka itu
pada intinya untuk mempercepat terwujudnya junta militer. Ini
harus diwaspadai," kata Nur dalam pembukaan Mukernas
Partai Keadilan di Gedung Granada, Jakarta, Kamis (3/12). 

Selain itu, tambah Ketua Partai yang berusia muda itu,
konflik-konflik ini sengaja dilakukan dengan tujuan agar suasana
pemerintahan kian kacau dan mereka ingin memaksakan
terbentuknya pemerintahan yang baru. Dan, dalang kerusuhan
itu, kata Nur adalah karena adanya persaingan antar elit politik
yang punya kepentingan. 

Nur mengatakan itu berkaitan dengan banyaknya kerusuhan
yang terjadi di masyarakat akhir akhir ini, seperti peristiwa
Ketapang, Kupang, dan terakhir Ciamis. Ketiga persitiwa itu
dikaitkan dengan SARA. Hal ini dilakukan karena para
provokator itu sadar bahwa isu itu cukup efektif untuk
menciptakan kerusuhan. 

"Kerusuhan yang berakibat terhadap perusakan tempat ibadah
itu menunjukkan bahwa kualitas bangsa di puncak paling bawah
selama Orba. Selain itu peran agama disisihkan. Dan kejadian ini
wujud bahwa bangsa Indonesia semakin terpuruk pemahanaman
agamanya," katanya. 

Oleh karena itu, Partai Keadilan mengimbau seluruh bangsa
dididik agamanya masing-masing. Seluruh parpol memperbaiki
agamanya dengan kembali menggunakan azas agamanya
masing-masing. 

Kerusuhan berbau SARA itu, tambah Nur Mahmudi bisa terjadi
karena pemahaman dan landasan agama pelakunya lemah. Oleh
karena itu dia mengusulkan agar setiap partai melandaskan azas
partainya pada agama. Sebab bila sebuah partai memiliki azas
agama tidak akan terjadi kerusuhan SARA seeperti itu karena
tidak ada satu agama pun yang membenarkan peruskan
terhadap tempat ibadah. 

Seperti diketahui, dalam kerusuhan di Ketapang, Kupang, dan
Ciamis tempat ibadah menjadi sasaran amukan massa. Dengan
kenyataan itu, maka Partai keadilan berpendapat perlunya
dibuat Undang-undang Perlindungan tempat Ibadah. Ini
dimaksudkan agar makin maraknya perusakan tempat ibadah
bisa terhindari. 

"Pusaran politik yang berada di balik agama, tak akan
menuntaskan konflik bangsa," kata Nur. Selanjutnya, Partai
keadilan selama empat hari sejak hari ini sampai 6 Desember
akan melakukan Mukernas di Parung untuk menyusun program
kerja partai menghadapi Pemilu 1999.     
    



---------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED]      
ICQ UIN 23276722


---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Indonesia without violence!

Kirim email ke