Ini kabar terakhir yang saya peroleh dari PNet, tentang kerusuhan
Ujungpandang.
Benarkah mahasiswa yang melakukannya? 


>Date: Fri, 4 Dec 1998 23:09:30 -0800 (PST)
>From: bon jovi <[EMAIL PROTECTED]>
>
>UJUNGPANDANG HARI INI: JUMAT, 4 DESEMBER 1998
>
>Sementara rekan-rekan mereka di Jakarta berjuang agar mantan Presiden
>Soeharto diadili, sekelompok mahasiswa UNHAS justru melakukan
>pengrusakan dan pembakaran sebuah Gereja Katolik yang berada tepat di
>pintu satu jalan masuk UNHAS. Peristiwa pembakaran terjadi pada pukul
>13.00. Massa mahasiswa yang berjumlah sekitar seratus orang bergerak
>dari Mesjid Unhas yang berjarak sekitar 150 meter selatan Gereja
>Katolik Maria Ratu Rosari sehabis sholat Jumat. Mereka membawa batu
>dan bom molotov, kemudian melompati pagar samping gereja, memecahkan
>kaca-kaca dan membakar gereja yang berdiri sejak tahun 1986 ini.
>Kejadian ini amat memalukan Civitas Akademika Universitas Hasanuddin
>karena para pelaku adalah mahasiswa universitas tersebut. Di
>tengah-tengah massa mahasiswa turut hadir Pembantu Rektor Unhas namun
>tidak berdaya mengendalikan massa. Juga kejadian ini menampar muka
>aparat keamanan yang telah mengantisipasi peristiwa ini sejak kemarin.
>Pangdam VII Wirabuana menyatakan keadaan siaga I, namun pada
>kenyataannya gereja ini hanya dikawal oleh delapan orang polisi dari
>Polsekta Biringkanaya. Peristiwa ini amat disesalkan oleh banyak orang
>karena tiba-tiba saja massa mahasiswa bergerak dari arah kampus dan
>membakar gereja tanpa didahului insiden pemicu seperti halnya Kasus
>Ketapang dan Kasus Ujungpandang. Mobil pemadam kebakaran yang
>sebelumnya sempat dihalangi di jalan akhirnya berhasil tiba di lokasi
>kejadian. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00.
>
>
>
>
>
>
>---Albertus Hadi Pramono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> 
>> 
>> On Thu, 3 Dec 1998, Adi Nugroho wrote:
>> 
>> > 
>> > Iya, bener.
>> > 
>> > Tadi siang, habis shalat Jumat, Gereja Katolik Kare dibakar.
>> > Rata dengan tanah.
>> > Kebetulan, posisi gereja kare emang rada riskan. persis di samping
>Universitas Hasanuddin.
>> > 
>> > 
>> > 
>> > Salam,
>> > 
>> > Adi Nugroho
>> > 
>> 
>> Komentar Anda mengenai posisi yang riskan membuat saya menjadi
>prihatin,
>> baik sebagai seorang Katolik maupun sebagai warga negara. Sudah begitu
>> parahkah rasa curiga di antara kita? Kalau orang bisa saling toleransi
>> dengan baik tentunya tidak perlu ada pernyataan itu. Saya heran kenapa
>> kita mau digiring ke pertentangan agama. Apakah Anda sadar dengan
>memupuk
>> pikiran itu maka disintegrasi negara kita tinggal menunggu waktu? 
>Apakah
>> itu yang kita inginkan? 
>> 
>> Kita sebaiknya melihat pertentangan agama yang dicoba untuk dianggap
>> segelintir orang dengan kepala dingin. Kita harus perhatikan siapa
>> sebenarnya yang mendorong. Sadarlah isu ini hanyalah alat politik
>untuk
>> membuat kita semua selalu merasa takut. Jangan sampai teror itu
>menguasai
>> kita. Kita harus lawan dengan lebih meningkatkan komunikasi dan
>pengertian
>> di antara umat antaragama.
>> 
>> Monti
>>   

---------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED]      
ICQ UIN 23276722


---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Indonesia without violence!

Kirim email ke