Sdri Indarti Sudiro,
Bolehkah saya mengetahui lebih lanjut bagaimana Sdri menjabarkan gerakan mhs
yang " Cerdas, cerdik, trampil, efisien dan efektif....."? Paling sedikit,
penjelasaan itu akan menjelaskan posisi Sdri lebih jelas.
Saya belum melihat hal itu cukup terjelaskan dalam posting-posting Sdri.
Contoh mengenai model tindakan gerakan mhs yang telah sdri sebutkan,
termasuk yang ekstrim dan belum sdri sebutkan yaitu mengenai pengrusakan
gereja oleh oknum2 mhs Unhas sehabis sholat Jumat 4 Nov 98, saya rasa tidak
dapat dijadikan ukuran bagi kecerdasan dan kecemasan gerakan mhs.
Saya rasa situasi dan kondisi di Filipina sangat berbeda dengan di
Indonesia. KKN pemerintahan Marcos berbeda dengan KKN Pemerintahan Soeharto.
Kemajemukan Filipina berbeda dengan kemajemukan Indonesia. Militerisme di
Filipina berbeda dengan Militerisme di Indonesia. Manusia di depan tank
membuat tank berhenti dalam demonstrasi menentang Marcos di Filipina namun
manusia dihajar dan ditembaki dalam demonstrasi di Indonesia. Tentara
Rumania tidak tega untuk melindas manusia namun tentara RRC dapat
melakukannya.
Setiap tindakan pada dasarnya tidak pernah berdiri sendiri. Seandainya saja,
reformasi itu dilakukan dengan sepenuh hati sejak dari awal dimana
penghapusan KKN adalah tema utama reformasi itu dan pengusutan terhadap para
pejabat negara segera dilakukan dengan sungguh2 maka saya sangat yakin
bahwa Sdri tidak akan pelu menulis posting yang mengundang polemik.
|AKSI MAHASISWA: CERDAS ATAU CEMAS???
|
|
|Dear Mas Sigit...
|
del=======
---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
Indonesia without violence!