DEKLARASI 1998

Kami, sekelompok anak bangsa Indonesia yang mewakili etnis Cina dan Non
Cina, Muslim dan Non Muslim yang memiliki visi sama, yaitu untuk equality of
human menyatakan  hal-hal sebagai berikut:

Mengingat:

1. Turunnya Soeharto dari jabatan presiden, ternyata sama   sekali belum
menjamin membaiknya kehidupan ekonomi, politik, dan sosial rakyat Indonesia.
Berbagai kepentingan politik yang  tadinya tersembunyi, saat ini bermunculan
dengan konsepnya masing-masing di satu pihak  dan kepentingan politik yang
ingin mempertahankan status quo Orde Baru di pihak yang lain.

2. Masa transisi dari era Orde Baru ke era Reformasi berjalan lamban. Hal
ini memberi peluang untuk terus berlanjutnya upaya mempertahankan praktek
KKN, dan upaya melindungi pihak-pihak tertentu dari tuntutan Reformasi.

3. Kerusuhan demi kerusuhan yang dimulai sejak pertengahan Mei 1998 terus
berlanjut, mencerminkan secara jelas ketidak mampuan Pemerintah/Aparat
Keamanan untuk memberikan perlindungan kepada seluruh rakyat Indonesia dari
segenap aksi teror. Harta benda, nyawa,kehormatan berjatuhan untuk sesuatu
yang tidak bisa diterima akal sehat.

4. Memburuknya perkembangan situasi terakhir ini, seperti :
berlanjutnya aksi pembunuhan brutal di daerah Jember, Banyuwangi dll di Jawa
timur,serta tewasnya  Marthadinata (Ita), seorang anggota team relawan
korban kerusuhan pertengahan Mei yang akan memberikan testimony di Amerika
Serikat, akibat tindak pemerkosaan & pembunuhan yang  biadab.

5. Munculnya rasa kebencian dan saling curiga di antara anak bangsa
Indonesia yang disebabkan karena pertempuran politik elit tingkat tinggi,
yang telah mengorbankan rakyat kecil yang tidak bersalah.


Maka berdasarkan hal hal tersebut di atas, kami menyatakan hal hal sebagai
berikut :

1. Kami mendambakan kehidupan bernegara yang bersih dari rasa saling curiga
dan kebencian diantara seluruh rakyat Indonesia.

2. Kepada Pemerintahan Habibie dan Aparat Keamanannya:  kami menuntut
penjelasan segera dan transparan tentang Dalang dan pelaku penembakan 4
mahasiswa Trisakti serta peristiwa kerusuhan Mei 1998 yang telah menelan
banyak korban harta benda, jiwa,dan kehormatan.
Dalang dan pelaku pembunuhan  Marthadinata (Ita), anggota team relawan yang
akan memberikan testimony di Amerika Serikat.
Dalang dan pelaku serentetan aksi pembunuhan brutal yang terjadi di Jember,
Banyuwangi dll di Jawa Timur yang telah menelan korban 157 jiwa dan masih
terus berlanjut sampai saat ini.
Dalang dan pelaku pembantaian mahasiswa dan anggota masyarakat pada insiden
berdarah di  Semanggi, November 1998
Melaksanakan Pemilu yang jurdil selambat-lambatnya bulan Mei 1998
Dengan lapang dada dan kedewasaan penuh menerima pergantian
pemerintahan setelah Pemilu 1999
Menjamin seluruh anak bangsa Indonesia agar dapat hidup bebas dari teror
yang mengancam keselamatan harta, benda, jiwa dan kehormatan

3. Kepada oknum oposan dan aktivis politik di luar pemerintah: kami
menghimbau agar:
Menghentikan aksi pengerahan massa dan unjuk kekuatan secara besar-besaran
sebagai cara untuk memaksakan kehendak, karena pengerahan massa akan
berlanjut kepada kerusuhan, penjarahan dan pembakaran milik orang lain, yang
berakibat pada makin terpuruknya perekonomian Indonesia.

4. Kepada adik-adik mahasiswa: kami menghimbau agar: Menghentikan aksi unjuk
rasa secara fisik, dan menggantikannya dengan aksi 'unjuk otak' yang lebih
sopan dan mencerminkan intelektual adik-adik sebagai generasi penerus bangsa
ini.
Menolak untuk dimanfaatkan oleh pihak manapun sebagai alat untuk pencapaian
tujuan politik mereka.

5. Kami menuntut perhatian segenap negara-negara maju yang menjunjung tinggi
Hak-Hak Asasi  Manusia untuk MENDESAK pemerintah Indonesia dalam
melaksanakan hak asasi manusia seutuhnya  agar tercipta suatu kehidupan
berbangsa dan bertanah air yang  terbebas dari rasa takut bagi setiap
warganegara dari golongan apapun.

6. Kami menuntut dihapuskannya segala bentuk peraturan/ketetapan yang
bersifat diskriminatif terhadap suatu golongan, baik yang bersifat
etnis/kesukuan, jenis kelamin/gender maupun agama demi terciptanya suatu
keadilan yang tidak memihak bagi golongan manapun.

7. Kami menuntut pemerintah Indonesia untuk secepatnya melakukan ratifikasi
Konvensi International Anti Kekerasan  Penyiksaan serta Konvensi
International Anti-Diskriminasi sebagai wujud komitmen pemerintah Indonesia
dalam melaksanakan hak asasi manusia sejujur-jujurnya dibawah pengawasan
dunia international.

Deklarasi ini dibuat dengan hati yang tulus (sincerely) dan segenap
kesadaran akal sehat sekelompok anak bangsa  Indonesia yang mewakili etnis
Cina dan Non Cina, Muslim dan Non Muslim, serta disebarkan keseluruh wilayah
negara Indonesia dan keseluruh bagian Dunia, demi perbaikan nasib seluruh
rakyat Indonesia.

Jakarta, 11 December, 1998

Indo Forum
Indo Chaos
Indo Chinese
Sea-Hanren



---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Indonesia without violence!

Kirim email ke