Jumat, 11 Desember 1998
Kapolda Tinjau ATM BCA Yang Diledakkan
Bom Itu Berbentuk Botol
detikcom, Jakarta - Kapolda Metro Jaya,
Mayjen Noegroho
Jayusman, Jumat (11/12) sekitar pukul
17.45 WIB
menyempatkan diri untuk secara langsung
meninjau lokasi
ledakan bom yang menghancurkan ATM bank
BCA di pusat
pertokoan Atrium Senen, Jakarta Selatan.
Sementara itu 7 orang
hingga pukul 18.30 masih dimintai
keterangan di Polres Jakarta
Pusat. Dari keterangan saksi, bom itu
berbentuk botol.
Di lokasi ledakan, Noegroho kepada
wartawan mengatakan,
sejauh ini belum bisa diindetifikasi jenis
bom apa yang meledak
itu dan siapa-siapa yang diduga melakukan
peledakan itu. "Saat
ini tim Gegana Polri sedang melakukan
penelitian,"kata Kapolda.
Sementara Kapolda meninjau langsung lokasi
ledakan itu, tim
Gegana dari Mabes Polri, sudah mulai
diterjunkan untuk
melakukan identifikasi. Seputar lokasi
ledakan itu sendiri, sudah
dipasang garis polisi atau police line,
pita kuning. Tim Gegana
tersebut rupanya tidak hanya melakukan
penelitian di lokasi
ledakan saja, tetapi hampir seluruh
penjuru Atrium Senen, juga
dilakukan pemeriksaan.
Buntut dari ledakan itu sendiri, saat ini
ada 7 orang yang dimintai
keterangan oleh Polres Jakarta Pusat. Ke-7
orang tersebut,
hingga pukul 18.30 WIB masih berada di
Polres Jakarta Pusat.
Ke-7 orang tersebut dimintai keterangan
polisi. Sejauh ini, status
ke-7 orang tersebut baru sebatas orang
yang dimintai
keterangan. "Diharapkan keterangan mereka
akan bisa
menunjukan titik terang untuk mengungkap
ledakan itu,"kata
Kapolres Jakarta Pusat Jakpus Letkol Imam
Haryatna.
Sedangkan Ahmad Syafrulloh, seorang warga
Tanah Tinggi,
Jakarta Pusat, yang saat terjadinya
ledakan itu berada di dalam
ruang ATM BCA menceritakan, saat itu ia
berniat mengambil
uang dari ATM BCA. Bersamaan ketika ia
memasukan kartu
ATM-nya, ia melihat ada sebuah botol.
"Saya kira itu barang
milik orang yang tertinggal,"katanya.
Namun ia tidak mengambil botol tersebut
karena sedang
melakukan akses untuk mengambil uang.
Bersamaan dengan itu,
ia lantas mencium bau belerang. "Dan
sekian detik kemudian,
tiba-tiba terjadinya ledakan itu yang
membuat saya
terpental,"kata Ahmad.
Apakah botol itu merupakan sebuah bom
molotov? Pertanyaan
inilah yang nampaknya sedang diburu tim
Gegana. Hanya saja,
seorang petugas tim Gegana, kepada
detikcom mengatakan,
besar kemungkinan bom itu bukan bom
molotov yang berisi
bensin.
"Hanya bentuknya saja yang seperti bom
molotov,"katanya.
"Kalau bom molotov ledakannya tidak
sekeras yang
terjadi,"tambah dia. Namun ia enggan
menceritakan bom macam
apa yang meledak itu, dan bau belerang itu
mencirikan apa.
Bahwa ledakannya sangat keras dan dasyat,
diakui oleh banyak
orang. Didik Supriyanto, redaktur
pelaksana Tabloid Adil yang
kantornya berjarak sekitar 100 meter dari
lokasi ledakan juga
membenarkan bahwa ledakan itu sangat
dasyat. "Saya saat itu
sedang berada di dalam ruang tertutup
saja, mendengar ledakan
itu begitu dasyat,"kata Didik kepada
detikcom. Hal yang sama
juga dibenarkan oleh beberapa orang yang
saat itu mengaku
berada di atap Atrium Senen.
Ledakan itu sendiri terrjadi sekitar pukul
15.50 WIB. Akibat
ledakan bom itu, dua orang luka parah,
seorang luka ringan dan
dua ATM BCA rusak parah. Kaca-kaca ruangan
ATM juga
hancur lebur. Menurut saksi mata, bom
meledak sangat keras
dan memekakkan telinga. Suara ledakan
mencapai sekitar radius
500 meter.
Diduga seseorang telah dengan sengaja
meletakkan bahan
peledak di sebuah ATM BCA komplek
pertokoan itu. Karena
tempat ATM BCA itu bersebelahan, maka
keduanya pun rusak
parah. Mesin tempat penyimpanan uang itu
terlihat porak
poranda.
Berita Terkait:
Bom Ledakkan ATM BCA
---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
Indonesia without violence!