Kabar dari PIJAR From: Solidamor [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Senin, 14 Desember 1998 1:57 SOLID-NET Diterbitkan SOLIDAMOR Jl. Pramuka Jaya Sari No. 9 Jakarta Pusat Telp. (021) 4226348, Faks. (021) 4224079 E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------------- FAMRED PERINGATI SEBULAN TRAGEDI SEMANGGI Jakarta (Solid 13/12) Sekitar lima ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred) memenuhi salah satu aula di Universitas Atmajaya, Jakarta Minggu malam 13/12. Mereka memperingati tepat sebulan peristiwa penembakan mahasiswa di sekitar kampus itu, atau dikenal dengan Tragedi Semanggi. Dalam peringatan itu selain diumumkan secara resmi oleh Tim Advokasi Famred tentang jumlah korban (20 orang tewas termasuk massa masyarakat, PAM Swakarsa dan aparat), kesaksian korban yang luka-luka, sharing pengalaman dari seorang alumnus Universitas Trisakti dan Hermawan Sulistyo, penampilan monolog Butet Kartarahardja, dan Iwan Fals. Juga ada prosesi tabur bunga di jalan Sudirman depan kampus Atmajaya, tempat kejadian 30 hari lalu. Butet yang tak diiringi oleh saudaranya Djaduk Ferianto, kali ini tampil membawakan sebuah kisah si Raja Benggol. Pada intinya kisah ini menceritakan perjalanan Soeharto sampai ke Pengadilan Rakyat dan dirinya mengakui kesalahannya. Sedangkan Iwan Fals naik panggung membawakan sekitar delapan lagu termasuk Kesaksian, Hio, dan sebuah lagu baru tentang Tragedi Semanggi. Usai acara di aula yang antara lain dihadiri juga Meliono Soewondo (pengusaha yang kini aktif di PDI dan salah seorang yang dituduh makar), Zulkarnain (mantan Direktur Walhi), dan Bram Zakir (aktivis mahasiswa 1978) ini, para mahasiswa dan undangan diundang untuk bertabur bunga dan berdoa bersama di jalan sekitar Semanggi. Dengan didahului oleh para penari dari IKIP Jakarta, seluruh hadirin menyalakan lilin, sambil menyanyikan lagu "Syukur". Suasana haru makin kentara ketika bunga-bunga itu bertebaran di jalan beraspal itu. Seorang mahasiswa sambil memeluk kawannya tak tahan menangis terharu. "Di sinilah Teddy ditembak, dan meninggalkan kita semua". Famred dibentuk pada 13 September 1998, pada awalnya merupakan gabungan 13 kampus yang berada di Jakarta. Kini organ gerakan yang berlandaskan prinsip ANV (active non violence), Non Partisan, dan Moral Force ini, telah berkembang menjadi 34 kampus. Kepemimpinan Famred adalah kolektif, bersifat egaliter. Keputusan dibuat melalui mekanisme forum yang telah disepakati bersama. Bagi Famred, perjuangan belum selesai. Famred yang mempunyai slogan "Rakyat Bersatu Tak akan Terkalahkan" itu, tidak akan membiarkan pengorbanan kawan-kawan yang ditebus dengan keringat, air mata dan darah, menjadi sia-sia. Kepada para masyarakat yang ingin membantu perjuangan Famred, dapat disalurkan melalui: Rekening BCA Cabang Jatinegara No. 00501275567 atas nama Abdullah. (tass) Indonesia without violence! --------------------------------------------------------------------- To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
